10 Lagu Pilihan Untuk Konser Incubus

Kami coba menebak sekaligus berharap ada lagu-lagu favorit pada setlist konser Incubus di Jakarta, esok. Ya, paling tidak ini bisa jadi panduan bagi penonton. Salam buat Brandon Boyd dkk!...

0
214
Incubus live - Source: YouTube
- Advertisement -

Rabu esok, 7 Februari 2018, Incubus bakal manggung di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta. Band asal California, Amerika Serikat, itu baru pertama kalinya manggung di Indonesia. Fanbase-nya tergolong lumayan besar di sini, dan pasti sudah akrab dengan lagu-lagu Incubus yang terangkum dalam 8 album studio.

Brandon Boyd (vokal), Mike Einziger (gitar), Jose Pasillas II (drum), Chris Kilmore (keyboard), dan Ben Kenney (bass) mungkin sudah menyiapkan setlist berisi lagu-lagu yang akan mereka bawakan di Kemayoran nanti.

Namun, tidak ada salahnya jika kita lancang ikut menyiapkan daftar lagu-lagu favorit Incubus untuk dinikmati di venue nanti. Memang agak susah ditebak, sebab stok lagu Incubus cukup melimpah. Tapi paling tidak, ada beberapa lagu wajib yang musti mereka mainkan malam itu. We dare you, Brad!

Kami pandu anda untuk menentukan lagu apa saja yang sebaiknya ditulis pada kertas setlist Brandon Boyd dkk. Menurut kami, harga tiket konser Incubus cukup sepadan jika penonton mendapatkan sajian minimal 10 lagu pilihan yang ada di bawah ini:

1. Glitterbomb / Love In A Time In Surveillance

Incubus biasanya doyan membuka set konser mereka dengan ‘bom’ yang berhulu ledak rendah ini. Entah apa motifnya, lagu ini sebenarnya kurang bertenaga kalau dijadikan ‘pukulan pertama’. Tanggung. Tapi kabar baiknya, tiga hari lalu Incubus membuka konsernya di Las Vegas dengan lagu “Love In A Time In Surveillance” – yang meski lamban tapi menyimpan riff gitar ala southern rock yang berat dan masih menggaransi tubuh untuk bergoyang. Make love not bomb! 

2. Anna Molly

Dari intro kocokan gitarnya, anda sudah kudu kenal sama lagu ini. Lalu, siapkan tubuh untuk bergoyang. Sebab “Anna Molly” cukup danceable dan mengundang singalong di bagian refrain-nya. Jaminan koor tetap menyelinap, meskipun anda cukup ikut-ikutan berteriak, “Anomali… Anomali… Anomali…”

3. Megalomaniac

Sekilas intro ala Kraftwerk atau Sonic Youth. Lalu, melompatlah tingg-tinggi. Ketika Brandon menyambar mikrofon dan bernyanyi, amati saja. Masuk refrain, lighting pasti membara. Anda boleh lompat-lompat lagi. Begitu terus sampai lagu ini usai. Standar lagu rock alternatif untuk konsumsi live show. Bukankah, yang penting semua senang?!

4. Pardon Me

Kalau di sebelah anda ada pria paruh baya yang hapal luar kepala lagu ini, bisa dipastikan dia berasal dari generasi layar kaca MTV. Kemungkinan besar dia juga baru pulang dari kantor dan masih memakai busana kerja. Biarkan saja, dia sedang bersungguh-sungguh saat menyanyikan bait, A decade ago, I never thought I would be / At twenty three on the verge of spontaneous combustion / Woe-is-me / But I guess that it comes with the territory / Anonymous landscape of never-ending calamity…”

5. Nice To Know You

Lagu santai yang berada di tengah garis antara Korn dengan Soundgarden. Hitung saja berapa banyak hutang Brandon Boyd pada Chris Cornell di sepanjang lagu ini. Lagu perpisahan yang belum tentu dipajang di akhir pertunjukan. I haven’t felt the way I feel today / In so long it’s hard for me to specify / I’m beginning to notice / How much this feels like a waking limb / Pins and needles, nice to know you…”

6. Punchdrunk / New Skin

Kabar buruk. Dalam dua konser pertama Incubus di tahun ini, “Punchdrunk” tidak pernah masuk setlist. Sayang sekali. Padahal itu lagu yang apik dan menarik. Coba teriak-teriak rekues saja. Ngotot. Kalau tidak digubris juga, coba minta “New Skin”. Masih ditolak? Berarti anda kurang beruntung.

7. Loneliest

Ini materi baru. Dipatok jadi singel Incubus di awal tahun 2018. Tentu saja akan dibawakan di panggung, mungkin dengan kalimat pengantar yang agak panjang. Dari judulnya, sudah jelas liriknya agak sedih dan nelangsa. Jangan biarkan Brandon Boyd sendirian merasakan kesendirian seperti itu. Anda mungkin tergerak untuk menyalakan korek api atau flash di ponsel anda. Kecuali anda lebih suka menunduk pas mendengar lirik: I’m the loneliest I’ve ever been tonight / I’m the loneliest I’ve ever been, that’s right / I’m inspired by your proposition but I don’t trust my intuition / So I guess I’m going digital tonight…”

8. Drive

Tidak mungkin Brandon Boyd dkk melupakan hits-nya yang paling populer ini. Kualitas setiap personil dan instrumen Incubus bahkan disebut-sebut ada pada lagu ini. Mulai dari corak vokal Brandon yang charming memuntahkan lirik bertema positif, hingga gitar yang melintasi dimensi elektrik dan akustik. Penonton pasti ikut bernyanyi di sepanjang lagu ini. Whatever tomorrow brings I’ll be there / with open arms and open eyes / Whatever tomorrow brings I’ll be there / I’ll be there…” 

9. Sick Sad Little World

Lagu terbaik Incubus justru ada di sini. Setidaknya begitu menurut saya, imho. Tembang ini membangun pondasi progresif yang epik sepanjang enam menit. Perhatikan laju bass-nya yang akrobatik. Tentu bukan komposisi lagu yang sederhana, namun mungkin menarik untuk dinikmati live-nya. Agak kecil kemungkinannya untuk dimainkan esok, tapi mari kita berharap.

10. Let’s Go Crazy (Prince cover)

Incubus punya banyak stok lagu untuk encore. Baik karya sendiri maupun lagu kover milik musisi lain yang mereka hormati. Di Las Vegas tempo hari, mereka menyudahi set-nya dengan paripurna lewat lagu milik Prince ini. Pilihan encore lainnya yang cukup adil adalah “Warning” atau “Wish You Were Here” (dengan selipan part milik Pink Floyd yang berjudul sama). Jika anda beruntung, Incubus juga pernah menutup aksinya dengan “Black Hole Sun” (Soundgarden) dan “Get Lucky” (Daft Punk). Good encore always makes a happy ending!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.