10 Lagu Terbaik Megadeth

Jelang penampilan Dave Mustaine dkk di Jogjarockarta 2018, Redaksi GeMusik memilih sepuluh tembang terbaik yang pernah dilahirkan oleh Megadeth.

5
106
Aksi Megadeth di atas panggung - Foto dok. SkullsNBones.

GeMusik – Seperti yang pernah kami beritakan sebelumnya, Megadeth bakal menggebrak panggung JogjaRockarta 2018 di Stadion Kridosono, Yogyakarta, pada tanggal 27 Oktober 2018 mendatang.

Band yang digawangi oleh Dave Mustaine (vokal/gitar), Kiko Loureiro (gitar), David Ellefon (bass), dan Dirk Vebeuren (drum) ini kembali menyambangi Indonesia untuk ke empat kalinya – setelah pernah manggung sekali di Medan (2001) serta dua kali di Jakarta (2007 dan 2017).

Penampilan Dave Mustaine dkk kali ini menjadi bagian dari tur dunia untuk merayakan 35 tahun karir musik Megadeth dan dipastikan hanya tampil di Yogyakarta.

Baca juga: Megadeth Siap Guncang Jogjarockarta 2018

Menurut catatan, kuartet ini telah menjual lebih dari 38 juta keping rekaman di seluruh dunia – dari 15 album dalam diskografi mereka. Lima album diantaranya bahkan mencapai status platinum – yaitu Peace Sells… but Who’s Buying? (1986), So Far, So Good… So What! (1988), Rust in Peace (1990), Countdown to Extinction (1992), serta Youthanasia (1994).

Megadeth juga dikenal sebagai bagian dari The Big Four bersama Metallica, Slayer, dan Anthrax yang sama-sama mencapai puncak legacy di ranah musik thrash metal. Setelah mendapat 12 nominasi, Megadeth akhirnya memboyong penghargaan sebagai The Best Metal Performance dalam ajang Grammy Award di tahun 2017.

Baca juga: God Bless Dampingi Megadeth

Dengan bentang karir yang panjang, sederet album keren serta beragam pengakuan dari segala kalangan, Megadeth tentu memiliki banyak karya lagu hits yang mumpuni.

Terus terang cukup sulit memilih (hanya) 10 lagu terbaik Megadeth dari berbagai era. Namun akhirnya kami putuskan tembang-tembang ini yang paling layak berada di sini:

10. “Mechanix”

Tembang ini memang salah satu sengketa terbesar antara Metallica vs Megadeth. Lagu ini konon ditulis sendiri oleh Dave Mustaine dan dimainkannya bersama Metallica dengan judul “The Mechanics” untuk materi demo No Life ‘Til Leather (1982). Setahun kemudian, Dave Mustaine didepak dari Metallica jelang proses rekaman Kill ‘Em All, dan lagu ini muncul dengan judul baru, “The Four Horsemen”. Dave Mustaine tidak tinggal diam. Dia lalu membentuk grup band Megadeth dan tetap mengklaim sebagai pemilik hak resmi atas komposisi lagu tersebut. “Mechanix” akhirnya jadi titel lagu Megadeth yang sempat dirilis dalam Last Rites (demo, 1984) dan Killing Is My Business… And Business Is Good! (1985). 

9. “Sweating Bullets”

Pada lagu yang termuat dalam album Countdown to Extinction ini, Dave Mustaine seperti sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Secara emosional dia bersenandung dengan gahar, “Well, me… it’s nice talking to myself / A credit to dementia / Someday you too will know my pain / And smile it’s blacktooth grin.”

8. “Wake Up Dead”

Meskipun Peace Sells… But Who’s Buying? adalah album kedua Megadeth, “Wake Up Dead” ternyata single pertama yang resmi dirilis oleh mereka. Dibuka oleh instrumental panjang, lagu ini langsung digeber keras dengan narasi ketakutan seorang pemuda yang kuatir kalau sang pacar akan membunuhnya di kala tidur.

7. “Peace Sells”

Lagu ini konon menantang stereotip negatif kaum konservatif terhadap para metalhead. Komplit dengan video musik yang menggambarkan pembangkangan khas anak muda. Bagian terbaiknya saat sang bapak membentak, “What is this garbage you’re watching? I want to watch the news!” Anaknya yang sedang nonton video musik metal membalas, “This is the news!”

6. “A Tout Le Monde”

Dari album studio keenam bertajuk Youthanasia, lahir tembang balada yang syahdu dan kokoh. Liriknya agak unik, dengan refrain berbahasa Perancis. Vokalis Lacuna Coil, Cristina Scabbia, pernah menyumbangkan vokalnya untuk lagu ini di tahun 2007. Salah satu lagu dari band cadas yang cukup menyayat dan sentimental. 

5. “Dystopia”

Di setiap bagiannya memang bertebaran riff-riff thrashy yang klasik, plus solo gitar yang apik di sana-sini. Puji tuhan, Dave Mustaine menemukan Kiko Louriero dari belantara Brasil. Ini tentu bikin girang fans-nya. Mereka bisa memutar lagu ini berulang kali, sambil naik ke atas ranjang melakukan drama air-guitar dengan mata terpejam dan kepala menengadah ke atap. Epik.

4. “Tornado of Souls”

Jika mencari keterampilan bermain gitar dan karakter thrash metal yang garang maka lagu ini bisa jadi tauladannya. Riff ganas dalam komposisi yang harmonis telah tercipta dengan ideal dan tepat. “No more living trapped inside / In her way I’ll surely die / In the eye of the tornado, blow me away…”

3. “Symphony of Destruction”

Apa yang perlu diragukan lagi dari satu-satunya lagu di album Countdown to Extinction yang berhasil mencapai nomer 71 di Billboard Hot 100 hit. Imbasnya, jadi single sekaligus album paling laris di sepanjang karir Megadeth.

2. “Hangar 18”

Tembang semacam ini layak dipatok menjadi masterpiece lagu thrash metal sepanjang masa. Lagu dari album Rust In Peace ini sarat teori konspirasi, mitos UFO, dan gelagat militeristik. Komposisi gitarnya sangat keren dan membunuh. Lagu ini adalah nomor pembuka di setlist Megadeth saat tampil pada Hammersonic Fest 2017. Jadi siap-siap saja sejak awal.

1. “Holy Wars… The Punishment Due”

Lagu terbaik pilihan kami jatuh pada track paling penting di album Rust in Peace (1990). Judulnya cukup jelas, mengkritisi para fundamentalis yang sangat mengagungkan perang, kekerasan dan kekuasaan atas nama agama. Sungguh sangat relevan untuk kondisi bangsa, bahkan dunia ini. Sulit membantah kenyataan dalam baris ini: “Brother will kill brother / Spilling blood across the land / Killing for religion / Something I don’t understand…”

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.