GeMusik News – Musik klasik sering dianggap memiliki komposisi yang halus, santai dan juga berkelas. Namun ada beberapa musik klasik yang memiliki sentuhan komposisi yang sangat aneh, seluruh usaha dalam mencerna nuansa musik ini nyaris tidak berhasil. Tentunya kita akan penasaran dengan jenis musik seperti ini.

Berikut, akan kami  tunjukkan kepada anda “10 Musik yang Membuat Telinga Anda Terganggu

10Threnody for The Victims of Hiroshima (Krzystof Penderecki)

Mungkin jarang sekali terdengar tentang sosok Krzystof Penderecki, namun pastinya anda pernah mendengarkan hasil karyanya. Pernahkah anda menonton film “The Shining”, “The Exorcist”, “Shutter Island”? Hasil karya musik dari Krzysztof Penderecki telah digunakan dalam semua film-film tersebut.

Krzysztof Penderecki lahir di sebuah kota kecil Polandia pada tahun 1933. Pada saat negara ini diserbu oleh tentara Nazi Jerman pada tahun 1939, Krzystof Penderecki melihat pemandangan penderitaan yang dialami oleh penduduk Yahudi. Sebagian besar dari mereka dikirim ke Concentration Camps. Bahkan Krzystof Penderecki juga pernah melihat langsung pihak otoritas Jerman pada masa itu menghukum gantung beberapa pejuang tepat di luar rumahnya. Wajarkah.., musik yang dia buat begitu liar, aneh, dan mengerikan?

Krzystof Penderecki menempuh masa pendidikannya di Krakow Superior School of Music pada tahun 1959. Dia telah memenangkan The Polish Composers Association Award sebanyak tiga kali. Pada tahun berikutnya, ia membuat sebuah lagu yang diberi judul “Threnody for The Victims of Hiroshima”. Lagu ini memang didedikasikan khusus untuk orang-orang yang tewas dalam tragedi pemboman Hiroshima. Inspirasi musik Krzystof Penderecki, sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidupnya dulu sewaktu Nazi menduduki kota Polandia. Seluruh karya musiknya dibuat dengan menggunakan “pikiran bawah sadarnya sewaktu masa perang”.

Emosional dan intelektual, itulah yang membuat musik ini begitu menarik. Lagu ini dibuat dengan menggunakan 52 biola yang dimainkan dengan begitu banyak teknik yang berbeda, termasuk sistem notasi yang juga dibuat oleh dirinya sendiri. Terkadang, pemain biola menggunakan busur biolanya di posisi yang tidak biasa. Selain itu, mereka juga kerap menggunakan jari-jari untuk membuat suara perkusi. Salah satu sesi yang paling tidak biasa adalah perhitungan nada bukan berdasarkan pada ketukan per beats, melainkan mengacu pada menit dan detik dari jam.

Sulit memang untuk dipahami sebagai musik yang layak untuk didengarkan. Nyawa dari musik ini juga bukan merupakan estetika yang cukup menyenangkan. Dan faktanya adalah, bahwa sampai saat ini tidak ada produser film sinetron atau drama Korea yang mau menggunakan hasil karya musik Krzystof Penderecki.

9HPSCHD (John Cage)

John Cage juga merupakan salah satu komposer yang menggunakan alat musik piano untuk membuat sebuah nada yang aneh seperti memainkan musik dengan menggunakan foil, palu, sekrup, dan string.

“HPSCHD” adalah salah satu karyanya yang unik. “HPSCHD” awalnya berasal dari istilah harpsichord. John Cage pernah mengatakan, “Aku selalu membenci harpsichord. Benda ini mengingatkan saya pada sebuah mesin jahit”. Anehnya, kemudian dia membuat beberapa nada instrumen sama persis dengan suara mesin jahit dan bahan-bahan material bangunan pada umumnya. Piano jenis harpsichord yang digunakan telah diintergrasikan dengan 51 track efek yang berasal dari konversi suara elektronik komputer.

8Philomel (Milton Babbitt)

Musik yang diusung oleh Milton Babbitt merupakan salah satu referensi yang tepat apabila anda menginginkan nuansa musik yang mengerikan. Komposisi nada yang berfokus pada momen transformasi Philomel hingga ke dalam nightale dan ditambah dengan suara soprano-nya.

Bisakah anda mencermati suara apa yang terdengar? “Philomel” secara khusus dibuat untuk penikmat soprano, direkam oleh penyanyi soprano, kombinasi efek synthesizer, dan beberapa bentuk nada instrumen yang begitu aneh. Anda akan banyak menemukan nuansa nada yang jauh dari kesenangan, apabila sering menikmati musik pada umumnya seperti yang dimuat oleh iTunes.

7Ionisation (Edgard Varese)

Pernahkah anda mendengar musik dari Frank Zappa? Anda perlu berterimakasih kepada Edgard Varese.

Varese lahir di Paris tepatnya pada tahun 1883. Dia awalnya berkeinginan untuk menjadi seorang insinyur, namun akhirnya musik adalah dunia yang pantas untuknya. Beberapa karya musik pertamanya dibuat di kota Berlin dan Paris. Pada tahun 1915, ia pindah ke Amerika untuk memilih suasana bebas dalam menggunakan suara musik dan teknik komposisi yang baru. Pada tahun 1931, dia menulis sebuah lagu yang diberi judul “Ionisation”. Musik tersebut mengarah pada penggunaan alat musik jenis perkusi dan tentunya merupakan jenis musik enesemble eksklusif pertama yang pernah dibuat pada era itu.

Pada bagian durasi terntentu, akan didapati suara seperti sirine atau alarm dan rakun yang sedang menggali tumpukan sampah. Banyak dari pengamat musik klasik memuji karyanya, disebabkan dia mampu memunculkan hal-hal terkecil dari tekstur musik itu sendiri.

Sedangkan Frank Zappa sendiri adalah salah satu penggemar paling terkenal dari karya Edgar Varese. Frank Zappa sering mendapatkan inspirasi musiknya dari karya musik Varese.

6Erwartung (Arnold Schoenberg)

Arnold Schoenberg menciptakan musik dua belas nada yang hampir mirip dengan musik Babbit “Philomel”, bedanya adalah genre musik lebih tradisional.

Schoenberg lahir di Austria pada tanggal 13 September 1874. Semenjak usia mudanya, ia sangat takut dengan angka 13 dan tanpa diduga, ia pada akhirnya meninggal pada 13 Juli 1951. Keluarganya bukan sekumpulan orang pemusik dan seluruh pemahamannya tentang musik dipelajari oleh dirinya sendiri. Bermain cello dan menulis lagu adalah hal yang paling diminatinya. Dia sangat meyakini bahwa musik pada akhirnya akan lebih memanfaatkan efek suara Fx. Dengan kata lain, musik modern tidak membutuhkan melodi, harmoni, dan elemen nada-nada musik lainnya seperti yang kebanyakan kita dengar saat ini.

Dia menulis sebuah lagu yang diberi judul “Erwartung”. Musik tersebut dibuat pada tahun 1909, dimana pembuatan lagu ini berdasarkan cerita legenda tentang seorang wanita yang berkeliaran di hutan mencari kekasihnya. Hingga pada akhirnya wanita tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa.

5Wozzeck (Alban Berg)

Alban Berg merupakan salah satu murid yang paling terkemuka dari Arnold Schoenberg. Pada komposisi-komposisi awalnya, terutama Kwartet Gesek, op. 3 (1911), pengaruh Schoenberg masih terlihat sangat jelas. Tetapi dalam waktu tujuh tahun, ia menjadi komponis yang matang. Ia kemudian menjadi sangat terkenal dengan karya musik operanya yang berjudul Wozzeck (1925).

Pengalamannya sebagai prajurit Jerman pada Perang Dunia 1 lah yang menjadi pemicu Alban Berg untuk membuat musik Wozzeck dan digunakan untuk pertunjukkan opera Woyzeck. Di dalam perang ia melihat bagaimana kondisi manusia yang tidak manusiawi, serta kegilaan mereka dalam usaha untuk menyelamatkan diri. Di sanalah ia menemukan bagaimana yang disebut dengan “bersifat manusiawi” hanyalah omong kosong belaka, atau bahkan mungkin sama dengan kegilaan yang sesungguhnya.

Bentuk musik dalam setiap adegannya memiliki karakter ekspresif yang dapat diidentifikasikan dengan keadaan psikologis tertentu. Musik Wozzeck sama sekali menyerap teks dan musik itu menjadi perhatian, sebab orkestra merefleksikan setiap detail drama.

4Music Of Changes (John Cage)

Kebanyakan orang telah mengagumi ide-ide aneh dari John Cage dalam membuat lagu. “Music of Change” merupakan contoh salah satu musik yang dapat membuktikan itu. Judul dari musik tersebut dibuat berdasarkan buku yang berasal dari peninggalan sejarah Cina berjudul “I Ching” atau “Book of Change”.

3Black Angels (George Crumb)

Selesai pada hari Jumat tanggal 13 Maret 1970, “di tempore belli” (sewaktu masa perang), “Black Angels” terinspirasi oleh “hal menakutkan di udara,” menurut George Crumb.

Akhir 1960-an adalah waktu yang meresahkan di Amerika Serikat. Martin Luther King Jr dan Robert Kennedy baru saja dibunuh, Perang Vietnam sedang berlangsung, dan suasana hati yang beraneka ragam tercermin dalam banyak bagian musik, seperti “Devil-Music” dan “Night of the Electric Insects.”

“Black Angels” dimainkan dengan kuartet string yang terdiri dari dua biola, satu viola, dan satu cello. Dimainkan dengan ensemble tradisional, tetapi Crumb memvisualisasikan suara instrumen “yang menyayat”. Para musisi memainkan instrumen mereka dalam banyak cara non-tradisional, termasuk menempatkan bidal pada jari-jari mereka dan Trilling string. Mereka berteriak, bernyanyi, dan berbisik. Mereka memainkan gong, marakas, tam-tam, dan bahkan gelas yang berisi air. Efek keseluruhan mungkin alternatif, tetapi juga menakutkan.

2Gesang Der Junglinge (Karlheinz Stockhausen)

Pernah berpikir menyanyi anak-anak kecil ‘terdengar menyeramkan? Tunggu sampai mendengarkan karya musik yang satu ini. “Gesang der Junglinge” berarti “nyanyian para pemuda” dan dibuat dengan menggabungkan suara anak-anak dan suara elektronik secara aneh seperti terdengar di dalam neraka.

Anehnya, komposer Karlheinz Stockhausen adalah taat Katolik. Namun, gereja memutuskan bahwa musiknya tidak dapat digunakan dalam acara di gereja katedral, dan itulah awal terbentuknya karir Stockhausen sebagai komposser kontroversional.

Dia menyusun sebuah karya agama non-liturgi berdasarkan “Song of the Youths in the Fiery Furnace” dalam kitab Daniel. Nada musik hampir seperti kalimat yang di baik dan suara setan yang berkata “Preiset den Herrn, ihr Engel des Herrn” (“Hai malaikat Tuhan, pujilah Tuhan”).

1Night Traffic (Paul Lansky)

Pada tahun 1990, Paul Lansky pernah duduk di pinggir jalan dan merekam suara kendaraan yang melintas dengan. Lalu ia menyesuaikan kualitas suara menggunakan algoritma komputer untuk menciptakan musik. Dia menyebut hasil karyanya “Night Traffic”. Ada semacam keacakan, kekerasan, dan intensitas berirama yang memanfaatkan dan membangkitkan segala macam persepsi musik.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.