Achmad Albar Kembali Rekam Zakia

Vokalis sekaligus pendiri God Bless ini memunculkan lagi salah satu karya hits-nya yang sempat menghebohkan.

0
109
Achmad Albar di studio Aquarius, Jakarta. - Foto dok. FB Denny MR.

GeMusik – Vokalis sekaligus pendiri God Bless ini sungguh rockstar yang menolak tua. Setelah sukses merilis album Cermin 7 yang menyebabkan God Bless disibukkan oleh berbagai show nyaris sepanjang tahun 2017 – malam tutup tahun kemarin bahkan tampil di dua acara secara berurutan – kini rockstar gaek tersebut sedang menggarap ulang Zakia.

Minggu kemarin, 10 Februari 2018, Achmad Albar terlihat menyiapkan musik dasar Zakia di studio Aquarius, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Seperti versi orsinil, kini pun produsernya dipercayakan kepada Ian Antono. Kali ini Fajar Satritama, drummer God Bless dan Edane, ikut dilibatkan bareng Egi (keyboard), session player yang kerap membantu D’Masiv. Rencananya lagu itu akan dirilis melalui label Aquarius Musikindo.

Kepada GeMusik, Soerjoko dari Aquarius Musikindo mengungkapkan bahwa Zakia merupakan salah satu karya penting dalam perjalanan karir Achmad Albar. “Itu harus dilestarikan. Master versi original kan bukan milik kami, jadi mau tidak mau harus direkam ulang,” katanya.

Sudah lama Aqarius minta gua untuk bawain lagi, tapi kan setahun ini God Bless sibuk konser di sana-sini,” kata Achmad Albar.

Achmad Albar di studio rekaman Aqurius tengah merekam ulang “Zakia”, lagu yang pernah dinyanyikannya 41 tahun lalu. – Foto: Jagad Gemilang.

Selain disibukkan oleh serangkaian pertunjukan di berbagai kota, Ian Antono juga mengaku masih menemui kesulitan untuk menentukan aransemen baru.

Dirilis pertama kali pada tahun 1979, album berirama dangdut itu sempat menyulut kontroversi berkepanjangan mengingat sosok Achmad Albar sebagai ikon cadas yang disegani ketika itu. Publik menghujaninya dengan kritikan meski tak sedikit yang memuji keberaniannya.

Padahal sebelumnya ia juga mengejutkan publik akan keputusannya membentuk Duo Kribo. Bersama vokalis AKA, Ucok Harahap, mereka memproduksi tiga buah album selama kurun waktu 1977 – 1978. Berkat kesuksesannya, sutradara Edward Pesta Sirait kemudian mengangkatnya ke layar lebar. Alur ceritanya menyerupai kisah hidup masing-masing. Dua rocker yang bersaing keras. Yang satu pendatang baru dari tanah Sumatera yang mengadu untung ibu kota, satunya lagi baru saja pulang dari Eropa setelah lulus cum laude dari sebuah konservatori. Persaingan kemudian jadi memanas dengan munculnya seorang cewek bernama Monalisa, yang diperankan oleh Eva Anaz, bom seks era 1980-an. Monalisa adalah nama yang diambil dari hits album pertama Duo Kribo.

Ian Antono, kembali menjadi produser lagu yang sama. – Foto: Jagad Gemilang.

Formulasi musik Zakia sebenarnya terbilang aneh karena digarap melalui sudut pandang kaidah rock. Bahkan sentuhan rock progresif sangat terasa pada tembang “Raja Kumbang”. Jangan lupa bahwa Abadi Soesman, yang juga turut serta dalam penggarapannya, adalah mantan personel Guruh Gypsi – band yang sukses menggabungkan musik rock dengan pentatonik Bali. Di Malaysia, lagu itu meroket dan bertahan lama. Bahkan sempat diransemen ulang oleh Sweet Charity, band rock dengan maskot Ramli Sarip. Lagu itu pun sempat dibawakan dengan iringan orkestra penuh dan menghasilkan sebuah penampilan megah. Hingga kini, Ian Antono secara teratur masih menerima royalti berkat album tersebut dan sesekali diundang ke sana untuk berduet dengan Ramli Sarip. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here