Akhir Kampanye Elephant Kind

Tema cinta dalam balutan nuansa thriller adalah teknik penyampaian yang tidak biasa.

0
79
Elephant Kind (kiri ke kanan): Bam Mastro (vokal/gitar), Kevin (bassis additional), Bayu Adisapoetra (drum) dan Dewa Pratama (vokal/multi instrumen/gitar) Sumber: Instagram.com/elephantkind

GeMusik Elephant Kind menutup kampanye album CityJ (2016) mereka dengan menampilkan “True Love” sebagai single sekaligus video musik terakhirnya. Berkolaborasi dengan sutradara Jordan Marzuki, Bam Mastro (vokal/gitar), Dewa Pratama (vokal/gitar) dan Bayu Adisapoetra (drum) menyajikan video musik bertema cinta dalam balutan nuansa thriller.

“Lagu “True Love” ditulis untuk menjadi anthem dari perasaan cinta yang sesungguhnya. Bukan hanya dalam perkataan, tapi rasa yang intim antara satu dengan lainnya. Ini yang Elephant Kind ingin sampaikan kepada pendengar kami di manapun. Satu tahun belakangan begitu menakjubkan, kami merasakan energi cinta yang besarnya sama seperti cinta kami terhadap mereka dan lagu ini menjadi gambarannya,” urai Bam Mastro kepada GeMusik.

Selain mengutamakan kualitas komposisi musik, Elephant Kind juga fokus dalam hal visualisasi. Dua album mini: Scenarios: A Short Film by Elephant Kind (2014) dan Promenades: A Short Film by Elephant Kind (2015), single: “Beat The Odinary” dan “Montage” serta film pendek “Julian Day” menjadi buktinya. Itulah mengapa, Bam Mastro dan yang lainnya juga menginginkan sebuah visualisasi yang tepat dari setiap lirik yang mereka rangkai dalam “True Love”. Hingga terpilihlah  nama Jordan Marzuki untuk mengeksekusi video musik dari lagu ini.

“Ide awalnya adalah kami (Elephant Kind) ingin membuat film thriller/horror yang menjadi gambaran “True Love” ini dan Jordan Marzuki adalah orang tepat. Dia memiliki taste tersendiri dalam berkarya, berbeda dan memiliki keberanian untuk mengeksplorasi ide-ide gila yang kami sampaikan. Elephant Kind adalah seniman yang posesif dengan karyanya, tapi dengan Jordan Marzuki kami begitu percaya. Dan kami sangat suka hasilnya. Sesuai dengan yang kami bayangkan,” sambung Bam Mastro puas.

Ya, memang ada chemistry dan persamaan persepsi yang baik antara Elephant Kind dan Jordan Marzuki untuk video musik “True Love” ini. Cerita tentang tiga remaja yang ditulis Elephant kind dikembangkan dengan lugas melalui dekonstruksi plot Jordan sehingga tercipta sebuah video musik dengan benang merah yang bisa menjadi barometer intensitas suspense dari scene-scene yang tersaji.

Video musik “True Love” sendiri secara resmi dirilis pada 30 Oktober 2017 bersamaan dengan sesi konferensi pers yang mereka gelar dimana kini sudah bisa dilihat di channel YouTube resmi Elephant Kind, elephantkind. Ya, satu tahun menjadi rentang waktu yang lebih dari cukup bagi Elephant Kind dalam mempromosikan album CityJ. Dan kini,  mereka telah menutupnya dengan cara yang indah.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.