Barisan Band Indonesia di JogjaRockarta 2018

Aksi band-band cadas tanah air seperti God Bless, Edane, Elpamas, Koil, Seringai, ILP, Blackout, dan Sangkakala siap menggebrak panggung JogjaRockarta 2018.

2
42

GeMusik – Setelah mencapai sukses pada perhelatan tahun lalu, JogjaRockarta 2018 kembali akan digelar di Stadion Kridosono, Yogyakarta, pada tanggal 27 Oktober 2018.

Sebagai headliner pada gelaran JogjaRockarta 2018 nanti adalah unit thrash metal asal Amerika Serikat, Megadeth. Mereka akan didampingi oleh aksi band-band cadas tanah air yang tak kalah sangarnya seperti God Bless, Edane, Elpamas, Koil, Seringai, Blackout, dan Sangkakala.

Baca Juga: Megadeth Siap Guncang JogjaRockarta 2018

Berikut kami jabarkan singkat tentang deretan band Indonesia yang siap menggebrak panggung JogjaRockarta 2018:

8BLACKOUT

Blackout terdiri dari Azisi (vokal), Ega (gitar), Sastro (keyboard), Rere (drum), dan Iwan Xaverius (drum). Terbentuk sejak 2007, sebagian besar dari mereka merupakan musisi gaek yang sudah lama malang melintang di kancah musik tanah air.

Seperti Iwan Xaverius yang dikenal selaku eks pencabik bas di grup band Edane, Sastro adalah mantan keyboardis Power Metal, Rere merupakan eks drummer di banyak band – Grass Rock, Yovie and Nuno, dan ADA Band, sementara Azisi pernah jadi pemenang kontes Release Your Song 2007, serta Ega merupakan gitaris muda dengan talenta luar biasa.

Album pertama mereka berjudul Blackout atau self-titled yang sempat diluncurkan pada tahun 2010. Kepiawaian personil Blackout dalam meramu keliatan musik rock, tendensi blues, serta sensibilitas pop sudah tidak perlu diragukan. Simak saja single-single mereka seperti “Letoy”, “Goodbye”, atau “Join Kopi”.

Baca Juga: 12 Lagu Pilihan Sembari Ngopi

7KOIL

Unit industrial rock asal Bandung yang tampak mulai agak malas merilis album baru ini tentu tidak perlu dideskripsikan lagi. Selepas album Blacklight Shines On (2007), memang belum ada materi anyar lagi. Namun stok tiga album plus sederet EP dengan produksi yang cemerlang sudah cukup menggaransi kualitas setlist mereka.

Menonton Koil dengan segala pesona, gimmick, dan celetukan sengak vokalisnya adalah hiburan ringan yang pantang ditolak

6SANGKAKALA

Sangkakala sejatinya adalah sekelompok (mantan) mahasiswa seni rupa Bantul yang sangat menggemari band-band heavy metal dan hard rock dari Jawa Timur seperti Power Metal, Kamikaze, Red Spider, Brigade Metal, serta produk-produk binaan Logiss Records lainnya – yang beriringan dengan pesona Manowar, Iron Maiden, Motley Crue, Twisted Sisters, atau Quiet Riot.

Baca Juga: Dekadensi Motley Crue di Girls Girls Girls

“Namun, astuti (baca: attitude) dan skill mereka yang nge-punk menjadikan musik yang mereka ciptakan dan mainkan berbeda dengan band idolanya. Di satu sisi mereka memperbaiki tatanan lirik lagu band idolanya yang dianggap moralis menjadi lebih urakan dan ceplas-ceplos, tapi di sisi yang lain mereka menurunkan derajat musik metal menjadi kasar,” jelas Wok The Rock di situs Yes No Wave. “Penampilan di atas panggung dijadikan sebuah fashion show lengkap dengan pesta kembang api. Seperti halnya band-band retro pada umumnya, mereka juga menyajikan ungkapan, gaya dan perilaku yang pernah terjadi di tahun 80-an.”

Akhir kata: Hentakkan kakimu, kibaskan rambutmu, dan acungkan salam tiga jari!

5ELPAMAS

Elpamas adalah band rock yang berasal dari Pandaan – kota kecil yang diapit oleh Surabaya, Malang, dan Pasuruan. Konon awalnya nama Elpamas merupakan singkatan dari Elektronik Payung Mas, nama sebuah toko elektronik milik Anthony Depamas yang menyuplai peralatan band untuk para personel Elpamas. Namun, kemudian diplesetkan ke dalam bahasa Jawa menjadi Elek-elek Pandaan Mas.

Formasi awalnya terdiri dari Edi Darome (keyboard), Didiek Sucahyo (bas), Rush Tato (drum), Emanuel Totok Tewel (gitar), dan dua vokalisnya yaitu, Abdullah Owi dan Alexander Lamoh. Band ini juga doyan bongkar-pasang vokalis – sekitar sembilan kali pergantian yang melibatkan nama-nama seperti Giponk, Dollah Gowie, Baruna “Babon” Priyotomo, Ecky Lamoh, Putut Christams, bahkan Andy Liany.

Baca Juga: Jelang Konser Alumni Elpamas Angkatan ‘84

Pada tahun 1985, Elpamas menjuarai kompetisi festival rock tingkat nasional yang diprakarsai oleh Log Zhelebour. Dari situlah nama mereka mulai dikenal oleh publik dan mulai sering manggung di berbagai kota.

Tak kurang dari enam album studio yang pernah mereka hasilkan. Sebuah pengalaman langka yang menarik kalau hari ini kita masih bisa menonton langsung aksi panggung Elpamas. Bersiap untuk alunan tembang macam “Untukmu Generasiku”, “Anak Durhaka (Brutal)”, “Dinding-Dinding Kota”, “RSSS”, atau “Pak Tua”.

4EDANE

Dimulai dari proyek duo Eet Sjahranie dan Ecky Lamoh bernama E & E. Proyek itu berubah menjadi band dengan format Fajar Satriatama sebagai drummer, Iwan Xaverius sebagai pembetot bass, Eet Sjahranie pada gitar, dan Ecky Lamoh mengisi vokal pada tahun 1991.

Gonta-ganti personel juga kerap menggeluti grup rock Edane. Khususnya pada departemen vokal – yang selalu berganti setiap kali Edane merilis album. Ucok alias Heri Batara masuk menggantikan Ecky Lamoh di tahun 1992, yang lalu digantikan Trison (2002) dan Robby (2005). Sejak tahun 2010, Edane memiliki formasi baru berisikan Eet, Fajar, Ervin (vokal), Hendra (gitar) dan Oktav (bass).

Baca Juga: The Beast dan Lagu-Lagu yang Berani

Hingga saat ini Edane masih aktif dan manggung di berbagai kesempatan. Mari sini ikuti mereka, nyanyikan lagu-lagu yang berani!…

3SERINGAI

Band ini baru merilis album penuh ketiga bertajuk Seperti Api. Album yang memuat 12 tembang itu diproduseri oleh Ricky Siahaan dan memuat ilustrasi karya Arian13. Seperti biasa, musik rock yang mereka lepaskan sangat membara dan cocok untuk segala suasana live show. Tema liriknya pun cukup aktual dan relevan dengan kondisi negeri ini.

Baca Juga: Ulah Seringai di Video “Adrenalin Merusuh”

Seringai saat ini masih terdiri dari Ricky (gitar), Sammy (bass), Khemod (drum) serta Arian13 (vokal). Mereka siap membakar panggung di mana pun, seperti api. Pria-pria paruh baya ini tahu banget cara untuk bersenang-senang dan meluapkan gairah.

2ILP

ILP atau Indra Lesmana Project dibentuk oleh Indra Lesmana dan dibantu oleh Shadu Rasjidi yang merupakan anak dari musisi jazz legendaris, Idang Rasjidi. Shadu sendiri dikenal publik lewat band beraliran jazz, SRB (Shadu Rasjidi Band) yang sudah malang melintang di berbagai festival jazz tanah air dan internasional.

Konon proyek ini terbentu dari proses audisi yang disebar oleh Indra Lesmana di akun media sosial pribadinya sejak Desember 2017 lalu. Akhirnya audisi itu menarik sekitar 250 musisi dari berbagai daerah di Indonesia untuk diseleksi dan menghasilkan empat personil tambahan untuk band tersebut.

ILP mengusung genre musik rock/metal progresif, jenis musik yang saat ini sangat jarang ditemui di Indonesia. Komposisi musiknya memang agak rumit dan membutuhkan skill yang tidak main-main. Setelah unit progresif domestik macam Discus, Imanissimo, atau Pendulum, publik Indonesia memiliki opsi baru lagi yang tidak kalah meyakinkan.

1God Bless

Serius, masih perlu dideskripsikan lagi soal band rock terbesar di Indonesia yang sudah menginjak usia 45 tahun ini?

Baca Juga: Konser Spesial Merayakan 45 Tahun God Bless

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.