Berharap Besar Pada Konferensi Musik Indonesia 2018

Ajang akbar level nasional yang mempertemukan para pelaku industri musik Indonesia dari segala lini. Selama tiga hari di kota Ambon, mereka akan duduk bersama membahas kelangsungan ekosistem musik nasional hingga strategi kebudayaan yang terintegrasi di bidang musik.

0
299
Jumpa Pers KAMI 2018 - Foto Dok. Bekraf RI.

GeMusik – Hajatan besar yang bertajuk Konferensi Musik Indonesia (KAMI) akan digelar untuk pertama kalinya pada tanggal 7 hingga 9 Maret 2018 di Kota Ambon, Maluku. KAMI direncanakan bakal membahas topik-topik umum seputar dunia musik dengan melibatkan segala lini pelaku industri musik dengan pemerintah.

Konferensi ini akan menggagas kesepakatan bersama untuk memajukan ekosistem musik Indonesia sesuai dengan semangat UU No. 5 / 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Untuk itu, KAMI 2018 mengambil tema: “Memajukan Ekosistem Musik Indonesia yang Terintegrasi, Berkelanjutan dan Inovatif”.

KAMI 2018 akan diikuti oleh para undangan yang terdiri dari semua pihak yang bekerja dan bersinggungan dengan industri musik Indonesia dan juga oleh publik kota Ambon. Para peserta konferensi ini antara lain produser musik, musisi, penyanyi, penulis lagu, perusahaan rekaman, promotor musik dan festival musik, pelaku bidang radio dan televisi, publisher, manajemen artis, sound engineer, manajemen pertunjukan, pendidikan musik, etnomusikolog, organisasi/komunitas musik, pegiat musik, dan insan-insan terkait di bidang musik.

Diharapkan, hasilnya nanti bisa menciptakan pembaharuan tatanan ekosistem musik yang berkelanjutan, serta menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru kreatif Indonesia. Hal itu diungkapkan produser musik sekaligus penyanyi Glenn Fredly ketika melangsungkan jumpa pers di Jakarta, sebagaimana yang dikutip dari Kompas.

“Ini yang pertama. Ini bisa jadi entry point ekosistem musik Indonesia,” kata Glenn yang merupakan penggagas dan ketua komite KAMI.

Dalam Konferensi ini, tema yang akan diusung adalah Raya Nada untuk Indonesia. Glenn mengatakan, pelaku-pelaku yang dilibatkan dalam konferensi ini ada tiga golongan. Mereka adalah pelaku musik, pemerhati musik, dan pengambil keputusan dalam hal ini adalah pemerintah dan pengusaha.

Glenn juga menjelaskan topik-topik yang akan dibahas nanti seputar memajukan musik sebagai kekuatan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Termasuk soal tata kelola industri musik di era digital; musik dalam pemajuan kebudayaan; musik, diplomasi budaya, dan pariwisata; dan musik sebagai alat perdamaian dan pemersatu bangsa.

Konferensi akan tersusun oleh serangkaian seminar dan diskusi yang menghasilkan pokok-pokok kesepakatan terkait pengelolaan musik secara nasional. Konon, KAMI 2018 akan dibagi ke dalam lima sesi diskusi yang menghadirkan 5-6 pembicara untuk setiap sesina. Kelima sesi tersebut akan direntang selama tiga hari penuh.

Pada agenda terakhir di hari ketiga akan dibacakan hasil konferensi atau pokok-pokok kesepakatan yang dicapai dalam KAMI 2018 oleh Presiden Joko Widodo bertepatan dengan Hari Musik Nasional, 9 Maret 2018. Pada hari tersebut, sekaligus akan diresmikan pula peluncuran Radio Anak Indonesia oleh Presiden Joko Widodo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.