Berjudi Dengan Vokalis Baru

0
447
cokelat
Formasi Cokelat (kiri ke kanan): Ronny (bass), Jackline (vokal) dan Edwin (gitar) (Sumber: Dok. Cokelat)

GeMusik Mengganti posisi vokalis dalam sebuah band adalah perjudian besar. Apalagi jika vokalis tersebut merupakan konseptor, penulis lagu atau memiliki karakter kuat yang mampu menggoreskan cetak biru bagi band tersebut hingga dikenal banyak orang. Ya, memilih vokalis baru bukanlah pekerjaan mudah. Salah pilih orang, bisa fatal jadinya.

Berita mundurnya vokalis Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad – biasa disapa Is – membuat para penggemar Payung Teduh seperti kebakaran jenggot. Band yang terbentuk pada tahun 2007 ini tengah berada di puncak kemahsyuran dan selama ini tidak pernah tersentuh kabar miring apapun. Meski Is masih akan menyelesaikan tugasnya di Payung Teduh hingga album terbaru band ini rampung, namun kepergiannya sangat disesali para fans. Hingga kini, mereka belum mengumumkan siapa penggantinya.

Belum lama ini  ADA Band juga mengumumkan keluarnya vokalis Donnie Sibarani. Setelah mengganti dengan vokalis bernama Bagus Yahya Adi untuk kebutuhan penampilan di  Konser Kebangsaan Indonesia di Surabaya, band yang hit dengan lagu “Manusia Bodoh” ini lantas tampil dengan vokalis tamu, Dudy Oris eks vokalis Yovie and the Nuno yang juga pernah ambil bagian di album milik mantan keybordis ADA Band, Krishna Balagita,  Krisna and the New Spectrum. Status Dudy sendiri hingga kini belum berubah. Ada pun sosok Donnie Sibarani, pengganti Ibrahim Imran (Baim), dianggap sukses membesarkan nama ADA Band.

Namun tidak semua seberuntung nama di atas. Cerita kegagalan Seurieus, Boomerang, Voodoo atau Kerispatih menggambarkan betapa tidak mudah proses pergantian vokalis dalam tubuh sebuah band. Lihat saja yang terjadi pada Netral. Setelah mengalami gonjang-ganjing perebutan hak paten Bimo (drum) dengan Bagus (vokal, bass), akhirnya Bimo  – yang sudah mendaftarkan merek dagang Netral terlebih dahulu – berhak menggunakan nama Netral. Ia lantas  membuat formasi baru yang mengusung ragam musik electronic dance music, sementara Bagus, bareng Coki (gitar) dan Eno (drum), akhirnya memunculkan nama NTRL. Tapi Netral versi Bimo dengan vokalis perempuannya gagal mempertahankan nama besar band rock alternatif tersebut. Dalam hal ini Zigaz lebih beruntung. Pasca ditinggal Zian, pada tahun 2015 lalu, band pelantun tembang “Sahabat Jadi Cinta” ini mengaet vokalis perempuan bernama Mega Ratu Purnama. Selain perbedaan karakter dan range vokal, perbedaan image juga menjadi hal yang perlu ditaklukkan oleh Zigaz. Hasilnya?  Beragam komentar muncul, baik yang pro maupun kontra. Sebagian besar masih merindukan Zian dengan suara seraknya. Tapi Rama dan kawan-kawan tak mau menyerah. Mereka tetap melaju dengan warna dan konsep barunya.

Berbeda dengan Utopia. Mereka terus berusaha bangkit dengan vokalis baru dan masih mencari formula tepat untuk memberikan multivitamin di dalam lagu-lagunya dan tidak serta merta dilupakan media dan para penggemarnya. Utopia, yang nyata-nyata menguras otak agar Anna nyaman dengan karakternya sendiri dan tidak harus berada di bawah bayang-bayang vokalis sebelumnya, Pia, sedikit demi sedikit bisa lolos dari lubang jarum.

Berkaca pada kegagalan di atas, sebagian band lebih berhati-hati dan memilih memanggil pulang vokalis original mereka. Powerslaves misalnya. Pada tahun 2003 pernah ditinggalkan Heydi Ibrahim dan merekrut Njet “The Flowers” sebagai pengganti. Tapi lantaran album Gak Bisa Mati tidak menggema, daya tarik Powerslaves pun makin berkurang. Untung saja Heydi kembali bergabung. Begitu juga dengan Jamrud.  Setelah merekrut Donald untuk menggantikan Krisyanto pada tahun 2007, band ini seperti keluar dari ‘jalan yang lurus’. Penambahan nama Iwan sebagai vokalis kedua yang diplot sebagai eksekutor lagu-lagu bernada tinggi di atas panggung, membuat Jamrud makin jauh dari harapan. Untunglah, Krisyanto bersedia gabung lagi pada tahun 2012 dan cukup berhasil mengembalikan cakar Jamrud di semesta musik rock Indonesia.

Berikut ini kami angkat beberapa band yang tetap bertahan setelah mengalami pergantian vokalis.

Edane

Band ini berdiri di atas pondasi gitar Eet Sjahranie. Mau siapapun vokalisnya fans mereka tidak ambil pusing. Memang ketika merilis album 1700 Volts banyak yang bilang Edane menghilangkan nilai substansial musik mereka. Part-part lead gitar yang sebelumnya kerap menghujani setiap lagu, terkisis  dan hanya digantikan dengan rentetan fill in dan riff. Tapi setelah itu fans mereka terbukti setia. Dari vokalis Ecky Lamoh, Heri Batara, vokalis sementara Fatah Mardiko, lalu  Trison Manurung (Roxx), Robbie Matulandi, vokalis masa transisi, Adit RK dan sekarang Ervin Nanzabakrie, Edane tetap menjadi band rock nomor wahid dan selalu ditunggu para pemujanya di manapun dan kapan pun menerjang panggung.

Cokelat

Setelah ditinggal Kikan Namara pada tahun 2010, band pop rock alternatif Cokelat lantas merekrut Sarah Hadju, jebolan Indonesian Idol sebagai vokalis baru. Merasa tidak cocok dengan band asal Bandung ini, Sarah keluar dan posisinya digantikan oleh Jackline. Wanita kelahiran 16 Desember 1985 yang sempat aktif sebagai MC, solois dan bahkan model ini kemudian terlibat di berbagai aspek penggarapan album Cokelat, Like! yang dirilis tahun 2016. Pun dengan album kedua yang beberapa waktu lalu dibuka dengan perilisan single “Garuda”. Selain bernyanyi, Jackline juga piawai bermain gitar. Inilah yang memberikan warna baru terhadap Cokelat sehingga mereka mulai kembali mencapai puncak kejayaan seperti dua dekade lalu.

Element

Pada pertengahan tahun 2000, Element dengan berani mengganti vokalis mereka sebelumnya, (almarhum) Ronny dengan Ferdy. Dengan masuknya vokalis anyar, warna musik dan image Element otomatis berubah. Namun hal ini justru membawa band ini ke puncak kejayaan.  Album kedua, Kupersembahkan Nirwana berhasil mendapat penghargaan “Golden Award” dari Universal Music Indonesia atas pencapaian penjualan di atas 100.000 keping. Hal ini sekaligus ditandai dengan dirilisnya album kedua tersebut di Malaysia pada bulan yang sama. Setelah sempat ditinggal gitaris Adhit pada tahun 2008 dan mengalami penurunan eksistensi, tahun 2017 ini Element melakukan reuni dengan menggelar sejumlah show. Hingga detik ini, Element masih pantas dianggap sebagai band pop rock papan atas yang mampu bertahan dengan vokalis pengganti.

Killing Me Inside

Killing Me Inside
Formasi Killing Me Inside (kiri ke kanan): Angga (bass), Joshapat (gitar), Ayu Ratna (vokal) dan Rudye (keyboard) (Sumber: Dok. Killing Me Inside)

Ketika ditinggalkan Onad, Killing Me Inside memutuskan untuk menggantinya dengan vokalis perempuan, Vira Razak. Awalnya, fans tidak menerima begitu saja kehadiran Vira. Meski berparas cantik, para Street Team (sebutan penggemar Killing Me Inside) lebih menyukai sosok Onad yang identik dengan band ini. Vira kemudian mengambil cuti panjang karena melangsungkan pernikahan. Pada masa ini, band merekrut Ayu Ratna mantan vokalis Garasi sebagai pengganti sementara. Tapi ternyata fans lebih menyukai Ayu ketimbang Vira. Di setiap penampilan panggungnya, vokalis yang kemudian menjadi istri gitaris Joshapat ini bahkan mampu menunjukan aksi gemilang sambil sesekali bermain gitar. Formasi ini lantas menghasilkan single “Fractured” dan  “Luka” dan terus aktif hingga kini.

Dewa 19

Kejeniusan Ahmad Dhani harus diacungi jempol. Keberaniannya dalam merekrut Once untuk menggantikan Ari Lasso tentu sudah melalui proses penggodokan dan pemikiran yang panjang. Merekrut vokalis dengan karakter suara yang berbeda dibandingkan vokalis sebelumnya tentu bukanlah hal yang mudah. Tapi Dhani berhasil melewati semua cobaan. Sebagai pelahap segala jenis musik, ia mencoba memadukan serapan-serapan dari Queen, Toto hingga musik modern dengan karakter vokal unik Once yang memiliki warna ala Sting. Hasilnya, barisan album Dewa dengan tingkat musikalitas Bintang Lima berdiri sejajar dengan album-album Dewa di era Ari Lasso. Satu hal yang disayangkan, Dhani sering ikut-ikutan bernyanyi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.