Bin Idris: 1 Hari, 2 Panggung, 2 Video

Dalam satu hari, Bin Idris menuntaskan dua kali show di dua tempat sekaligus. Hasilnya, dikemas dalam bentuk video live session.

0
40

GeMusik – Pada tanggal 15 Juli 2018 lalu, Bin Idris menggelar sebuah showcase intim di pagi hari bertajuk Panggung Rukun Warga: Bersilaturahmi ke Rumah Pak Toni, dan pada hari itu juga, saat sore harinya, musisi dengan nama asli Mohamad Haikal Azizi itu turut pula memeriahkan acara solidaritas Tamansari Melawan sebagai salah satu penampil.

Panggung Rukun Warga: Bersilaturahmi ke Rumah Pak Toni, digagas untuk merayakan album Anjing Tua yang telah tersedia dalam bentuk fisik juga digital. Para penggemar diharuskan membeli kaset Anjing Tua agar bisa memiliki kesempatan untuk menonton penampilan Bin Idris tersebut, dan konsep dengan menggunakan sebuah rumah di tengah pemukiman padat sebagai lokasi acaranya, menyebabkan kuota pengunjung pun harus terbatas, hanya sekitar dua puluh orang.

Bin Idris – Foto dok. Orange Cliff Records.

Sedangkan panggung Tamansari Melawan merupakan agenda solidaritas terkait penggusuran wilayah pemukiman seluas 8000 m2 milik warga RW 11, Tamansari, Bandung. Rencananya lokasi tersebut akan dibangun rusunawa oleh pemerintah kota Bandung, dan itu merupakan implementasi dari program nasional Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) milik Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Mengutip dari Tirto.id, Dadan Ramdan Hardja dari Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat menyatakan setidaknya ada dua kejanggalan dalam proyek ini.

“Pertama, rencana ini bukan rencana bareng tetapi rencana sepihak. Tidak memenuhi asas partisipasi, asas keterbukaan informasi, dan administrasi publik. Kedua, di sini sudah ada praktik alat berat, pengeboran, tetapi Amdal-nya belum ada, izin lingkungannya belum ada. Itu melanggar hukum lingkungan. Tidak sesuai dengan prinsip membangunnya Ridwan Kamil yang [mengklaim] kolaboratif,” ujar Dadan.

Kini, penampilan Bin Idris di dua tempat tersebut bisa dinikmati dalam bentuk video pada laman YouTube milik Orange Cliff Records. Hasil dokumentasi tersebut merupakan buah karya dari H Documentary. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.