Blue Print

0
87

GeMusik – Ketemu temen lama, ngobrol jadi datar kalo :
“Ga bikin lagu lagi bro…?”
“Masih bikin lah, tapi bingung jualnya…”
“Masa sih, bukannya bisa di youtube. Shoot, upload. Trus rajin update kan?”
“Mmm gitu ya? sederhana banget… ”

Melempar lagu baru ke sosmed dengan penyajian ala kadarnya ? Terbayang wajah Adelle, Justin bieber, Muse, lalu konser Opa Gangnam Style. Sementara inget nanti malem honor main di cafe yang cuma cukup buat beli gas sama voucher listrik. Mau rekaman mikir sponsor, promosi, kemasan, marketing  dan royalti…uh asam lambung naik!

Industri musik Indonesia, seperti naik kapal tanpa tiang layar dan bocor disana sini. Untuk berlayar bersama kapal-kapal lain yang lebih utuh, kokoh dan terorganisasi, mengarungi samudra luas. Untuk bermanuver di antara karang-karang dan luwes mengikuti arah angin yg sedang berubah arah. Era globalisasi dan digital gitu lo..

Padahal secara kreativitas dan potensi, kita ga kalah. Sejak dulu musisi kita mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri. Tapi ini kok, ga usah bersaing deh. Udah punya lagu keren, rasanya bak berdiri sendiri ditengah lapangan, tanpa tau mesti menendang kesiapa atau kemana.

Bukan ga ada usaha sih. Para relawan musik, Bekraf, musisi, produser, orang DPR,  pihak-pihak yg kompeten dan berkepentingan, sudah menawarkan formula dan terobosan. Tapi rasanya seperti berjalan sendiri-sendiri, belom bisa saling melengkapi keping-keping puzzle yang dibutuhkan sesuai porsinya, agar kapal ini stabil dipacu mengikuti persaingan. Dan sementara, lagu-lagu baru berhenti di produksi. Karna musisinya beralih jual soto, jadi makelar atau gojek..

Contoh Jepang dan Korea deh, itu pemerintahnya ikut campur tangan menciptakan infrastruktur yang kondusif buat mengangkat kreativitas musisi lokal dan mengejar ketertinggalan. Memang semua mesti turun. Katanya presiden kita anak band. Ayo dong, ini bisnis luar biasa kalo bisa dikelola dg baik. Industri raksasa yg ga menghabiskan hasil bumi..

Mungkin kita butuh sebuah blue print untuk menutup puzzle. Sebuah cetak biru, maket, cantelan dimana semua program dan terobosan bisa dipasang dan di ‘running’ bareng, biar bisa diliat progresnya. Baru bisa dikasih revisi dan inovasi untuk mencapai bentuk terbaik.

Kemaren gue dapet wangsit ! Pertama kita bikin satu peristiwa musik, yang harus mendapat animo besar dari masyarakat, konsumen. Untuk kita jadikan langkah awal. Kongkritnya, kita akan menampilkan materi yang bertumpu pada kekuatan content, pada isi. Bukan materi rekayasa, atau menang eksis doang. Ga banyak memang musisi sekelas gitu, tapi kita punya kan !

Siapa artis dan lagunya yg tidak hanya jualan, tapi juga punya value historis dan fanatisme. Kalo elo denger dan nyanyi lagunya bisa merem melek, joget-joget atau sampe meneteskan air mata, nah itulah dia. Apalagi kalo dia manggung, pasti pengen liat, walau harus dianter sama Ayah.

Jadi orang dateng dan menonton karna beneran suka dan penasaran menikmati. Beneran fans, sukur yg fanatik. Karena fans berat akan menstimulan dan menggairahkan orang-orang disekitarnya. Mudahin tiketnya, promo yg tepat, biar banyak jumlah yg datang. Sepanjang konser penonton sing along, merinding. Sekalian ada rekaman, pulang bawa oleh-oleh album. Sambil di blow up media biar getarannya meluas, akan jadi peristiwa !

Terapkan deh tuh, penjualan cd, pay tv, full track, aplikasi, merchandise mau pun retail atau online, royalti, honor. Dan bangun sistem serta infrastruktur baru berdasarkan itu. Semua pihak terlibat. Susun regulasi, standard dan kebijakan untuk melancarkan dan melindungi. Ga perlu nyontek luar, cukup referensi. Karena tiap negara dan tiap konsumen, punya karakter, prilaku dan kecendrungan beda-beda Cenah.. !

Kalo ini sukses, bikin lagi dan lagi, untuk segment musik lainnya. Seiring berjalan, pasti akan tercipta itu yg namanya ekosistim dan iklim timbal balik yg baik. Produktif dan sehat, sampai ke calo-calo tiket, pedagang lapak, parkiran dan asongan. Aamiin.

Cuma pertanyaannya, materinya siapa ya untuk diawal. Yg bertumpu pada kekuatan content, sangat ditunggu dan dirindukan oleh jutaan fansnya? Nah, gue sih ada, kalo elo ? Mikir dah…!

- Happy Anniversary -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here