Closure Lepas Singel Baru dalam Versi Akustik

Lagu teranyar Closure bertajuk “Paradigm” yang akan hadir pada albumnya mendatang itu dikemas spesial dalam wujud video dan format akustik yang murung serta menawan.

1
77
Closure - Foto Dok. Closure.

GeMusik – Jum’at (30/3) dini hari yang lalu, grup post punk dari kota Malang yang baru ini didapuk masuk dalam 10 besar program Siasat Trafficking: Europe Calling tiba-tiba muncul di arus lalu lintas media sosial dan membocorkan video musik untuk singel terbaru mereka berjudul “Paradigm” dalam versi akustik.

“Sudah keluar video special accoustic perform kami yang di-shoot di Kebun Teh Wonosari,” tulis Closure lewat akun Twitter mereka, disertai tautan video yang dimaksud. Lagu “Paradigm” sendiri adalah materi terbaru Closure yang rencananya akan muncul pada album penuh mereka nanti.

Baca Juga: Video Perantauan Jiwa Closure

Lewat video ini Closure tampak ingin menegaskan bahwa mereka adalah sekumpulan pemuda pengusung musik post punk – yang selama ini terkesan sebagai musik murung – yang dicampur dengan kadar keriangan indie pop/rock pada beberapa bagian musiknya.

Sisi murung itu bisa dilihat dari bagaimana mereka memilih latar tempat. Entah mengapa, jika diperhatikan, dari sekian banyak arena olah raga, lapangan tenis belakangan menjadi spot dengan pamor paling tinggi untuk digunakan setting pengambilan gambar oleh pemuda-pemudi yang bermusik saat ini.

Bedanya, jika kebanyakan memilih lapangan yang tampak terjaga dan terawat dengan baik, maka Closure justru memilih lapangan tenis outdoor yang begitu kusam dan lusuh seperti sudah lama tak pernah digunakan lagi.

Ditambah lagi dengan aksi para personil Closure yang di sepanjang video ini secara simultan berpindah posisi dan alat musik serta tampil dengan raut muka datar alias tanpa banyak ekspresi.

Baca Juga: Merayakan Satu Tahun, Closure Merilis Video “Slow Drive”

Namun, tidak keseluruhan video terbaru mereka ini terkesan murung. Tampilan mereka yang seragam menggunakan kaos berwarna putih – terkecuali Sabiella, gitaris Closure, yang menggunakan kaos bergaris – dan pewarnaan video yang tak terlalu banyak polesan sana-sini seakan menggambarkan jika ada sisi ‘terang’ di dalam tubuh band yang beranggotakan Ikhsan (drum), Sabiella dan Afif (gitar), Axel (bass), serta Dheka (vokal).

Video “Paradigm” versi akustik itu dikerjakan secara mandiri oleh para anggota Closure. Ableh yang selama ini menjabat sebagai manajer Closure bertindak sebagai konseptor, kameramen sekaligus editor. Sementara sang penggebuk drum Ikhsan melakoni tugas sebagai penata suara.

“Sebenarnya awalnya pengen milih tempat taman bermain di sekitar hutan Malabar,” jelas Ableh yang mengaku agak terinspirasi oleh video musik Weezer, “Put Me Back Together”.

“Tapi ternyata ambience-nya kurang cocok dengan konsepnya, jadi kami memutuskan pindah ke lapangan tenis di Wonosari sekalian jalan-jalan,” lanjutnya.

Menurut penuturan Ableh, konsep video garapannya itu memang berjalan santai, mengalir dan kondisional. Mulai dari pemilihan tempat hingga alur. Seperti misalnya saat pengambilan gambar di mana para personil Closure tiba-tiba spontan memberikan improvisasi dan menambahkan ide. Kemudian Ableh hanya mengatur agar bagaimana video “Paradigm” tetap bersinergi dengan konsep dasar dan juga musiknya.

“Santai dan mengalir aja. Anak-anak juga banyak kasih ide waktu pengerjaan. Ya, sesuai judul lagunya, paradigma, yang suka berubah-ubah,” imbuh Ableh menggambarkan proses kreatif penggarapan video itu.

Kabarnya, proses penggarapan album Closure sudah mencapai 75%. Namun, ketika ditanya apakah album itu akan dirilis bertepatan momen Record Store Day 2018, Afif langsung menyanggah, “Belum, tapi sepertinya kami akan merilis sampler terlebih dahulu…”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.