Denyut Nadi Musik Pada Festival Kampung Kota di Bandung

Hari ini akan menampilkan aksi musik dari Tigapagi, serta beragam menu hip hop pada layar film dan mikrofon.

1
114
Festival Kampung Kota, edisi 12 Desember 2017 - Dok. FKK Bdg.

Jauh sebelum Bandung didaulat sebagai “Kota Kreatif” oleh UNESCO, musik memang telah jadi denyut nadi utama. Ekosistem musik Bandung yang telah terbangun sejak berdekade silam memiliki sejarah yang cukup panjang jika melihat konteksnya dengan dinamika kota yang melahirkannya. Berbicara tentang lahirnya komunitas musik mandiri di Bandung, tak bisa dilepaskan dari bagaimana secara sosiologis mereka terhubungkan oleh semangat petualangan – terlebih pada ide-ide dan praktek-praktek aktivitas di luar sistem yang ada.

Pada awal hingga pertengahan ‘90-an, ketika alternatif tidak tersedia di luar sana, komunitas musik di Bandung membangun infrastruktur mereka sendiri. Dari mulai menguasai pengetahuan atas proses produksi, hingga membuat jejaring distribusi produk dan informasinya sendiri. Secara inklusif, mereka pun membaur dengan warga (marjinal) kota dan elemen-elemen progresif lain, seraya memberi solidaritasnya bagi mereka yang tengah berada dalam krisis serta berjuang di luar Bandung.

Tak hanya terlibat dalam pengorganisiran aktivitas warga, mereka terlibat pula dalam pengkonsolidasian bantuan bencana alam, pendistribusian akses literasi, krisis konflik ruang hidup di kota, hingga bahu-membahu bersama elemen lain melawan kebangkitan fasisme yang belakangan kembali menyeruak dalam bentuk pelarangan acara, pemberangusan bacaan, dan penyerbuan tempat-tempat berkumpul.

Mereka menantang dan berpikir ulang perihal ruang publik, aktivitas (publik) otonom, hingga gerakan sosial dalam konteks yang lebih luas. Dengan berkaca pada pengalaman selama dua dekade ke belakang, kita dapat memahami mengapa kemudian keberhasilan ikhtiar merubah kota selama ini di Bandung tak pernah terlepas dari ruang dan pertarungan untuk merebutnya.

Dalam acara Festival Kampung Kota yang digelar oleh Forum Solidaritas Warga Kota Melawan Penggusuran untuk hari Selasa, 12 Desember 2017, bakal ada sejumlah kegiatan di antaranya adalah:

1. Musik Bale RW: Tigapagi.
2. Manggung Nanggung 10 (Hip-Hop Gig): Launching CD Kompilasi Pretext for Bumrush.
3. Pemutaran Film Positive Force: More Than a Witness: 30 Years of Punk Politics in Action.
4. Pemutaran Film Slingshot Hip Hop.

Eksperimentasi Tigapagi yang mengawinkan ritme pentatonik musik Sunda ke dalam aransemen chamber-pop adalah terobosan musikal yang luar biasa. Trio folk asal Bandung ini langsung mendulang antusiasme khalayak setelah melansir debut album Roekmana’s Repertoire pada akhir tahun 2013. Kita seolah disuguhkan sepaket musik mulai dari petikan gitar atmospheric ala Explosions in the Sky, harmoni tradisional Mang Uking Sukri, hingga vokal lirih ala band-band dreampop. Debut album itu pula yang hingga sekarang masih menyimpan aura enigmatisnya. Bagaimana tidak, lewat pengemasannya yang begitu sarat akan warna merah dan beberapa simbol dalam sampulnya, kontan memunculkan asumsi bahwa Tigapagi ingin mengangkat tema tentang ’65 dalam debut albumnya tersebut. Terlebih lagi, mereka merilis album itu bertepatan pada tanggal 30 September.

Manggung Nanggung merupakan inisiatif mungil dari kolektif Medium Rare untuk menyiasati keperluan berlatih dan pentas mereka. Terhitung sejak awal 2017, Manggung Nanggung sudah diadakan sembilan kali – mulai dari atap rumah @jutassicpark kemudian di gigs studio garapan @joemillionraps, atap LBH Jakarta, kafe kecil di Sukabumi @analogkoffie, di Pasar Santa, di @kampoenggallery, kafe KaKa, hingga petak kerdil di beberapa kota. Dari runutan itu sangat jelas bahwa Manggung Nanggung ini meneruskan tradisi asli hip hop yang lahir di basement rumah DJ Kool Herc, sebagai opsi kemandirian dan hiburan bagi penikmatnya di era ‘70-an silam.

Maka untuk perhelatan kesepuluh yang juga edisi spesial, mereka akan bertandang ke Festival Kampung Kota. Manggung Nanggung akhirnya tak lagi menjadi proyek Medium Rare, melainkan mulai berafiliasi dengan banyak rapper lewat komunikasi intens di dalamnya. Artinya Manggung Nanggung tak lagi sekitar pementasan, ia menjelma perlahan jadi ruang interaksi baru. Di edisi kesepuluh ini, Manggung Nanggung juga akan digandeng dengan launching kompilasi hip hop Pretext For Bumrush rilisan Grimloc Records.

*Sumber teks dirilis oleh Medium Rare / Forum Solidaritas Warga Kota Melawan Penggusuran / Festival Kampung Kota.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.