Dialog Dini Hari – Sediakala

Sejumput instrumen elektronik di bagian pembuka lagu menyisakan satu pertanyaan besar: Apakah album terbaru Dialog Dini Hari nanti membuat musik mereka tidak seorganik dulu?!...

0
247

GeMusik – Ketika gelombang musik folk naik dan mulai membanjiri gelanggang musik di negeri ini, saat itu pula rahim kancah musik Indonesia tiba-tiba subur melahirkan grup atau musisi dengan menenteng gitar akustik lalu mengumbar lirik-lirik puitis nan melankolis yang penuh dengan tema asmara dan dibingkai dengan pemandangan hingga cuaca alam.

Terlepas dari segala pro dan kontra, rasanya memang wajar ketika melihat fenomena demikian. Mengingat negeri ini memang kaya akan segudang wisata alam nan megah dan indah. Apalagi musik sejenis folk, setidaknya bagi sebagian orang, memang terasa nikmat diputar sambil menikmati alam Indonesia. Ditambah lagi, seperti yang pernah Cholil dkk bilang lewat lagu “Cinta Melulu”: “Kita memang benar-benar melayu / Suka mendayu-dayu / Suka yang sendu-sendu…

Namun, bukan berarti musisi yang lahir di masa itu semuanya mampu memikat telinga. Banyak pula yang hanya numpang lewat dan kemudian hilang entah ke mana. Tak jarang pula ada yang membuat pendengar mengerutkan dahi karena kadar manisnya terbuat dari bahan yang tidak sehat untuk telinga. Ha!

Tapi ada beberapa yang berhasil meletakkan namanya sebagai musisi yang mulai diperhitungkan dalam kancah musik Indonesia. Dialog Dini Hari, salah satunya.

Ya, sejak awal kemunculannya, grup asal Pulau Dewata yang beranggotakan Dadang Pranoto, Deny dan Zio itu memang memiliki musik dengan kadar manis yang dibuat dari bahan organik. Itu yang membuat pendengar tak perlu khawatir jika mengkonsumsinya secara terus-menerus.

Permainan gitar akustik, drum, dan bass begitu mengalir bagai air di permukaan yang tenang. Ditambah penggunaan diksi yang mudah dicerna saat mengutarakan cerita tentang rumah, alam, atau perspektif cinta yang luas. Itu bikin pendengar mudah merasa menjadi rekan senasib dalam tema lagu yang dibawakan.

Begitu pula pada lirik lagu terbaru berjudul “Sediakala” yang baru saja mereka rilis.

Namun, ada keganjilan yang mampir pada lagu terbarunya. Pada lagu itu, musik Dialog Dini Hari tampak tidak seperti sediakala. Sepertinya tidak lagi berorientasi pada gitar akustik yang selama ini menjadi karakter pada sang frontman mereka, Dadang.

Tampaknya sekarang, Dadang dkk ingin meraba kembali musiknya dengan menghadirkan instrumen elektronik yang lebih modern. Itu tentu berpengaruh pada nuansa musiknya yang mulai sedikit terasa menjauh dari apa yang pernah ditawarkan lewat album Beranda Taman Hati dan Tentang Rumahku.

Kini, musik Dialog Dini Hari sedikit terasa kental dengan aroma pop. Lengkap dengan kemurungan dan gaya vokal yang tak semenggebu dulu. Namun, itu tidak terjadi di sepanjang durasi. Pada pertengahan lagu, instrumen gitar akustik kembali muncul di bagian paling depan, lengkap dengan suara berat Dadang yang seolah menegaskan melalui sebait lirik, “Mungkin ada yang berubah, tapi tidak diriku…”

Ya, mungkin pendengar yang telah lama menunggu karya terbaru Dialog Dini Hari terpaksa sedikit kecewa. Tapi “Sediakala” masih tetap memiliki aura musik yang begitu kuat untuk menarik pendengar tenggelam dalam pesan yang disampaikan: “Rinduku seperti biasanya, berubah menjadi doa untukmu / Cintaku seperti biasanya, kemegahan yang tersisa dariku…”

Tentu saja hal itu membuat rasa penasaran semakin mengendap di kepala setiap penggemar karya Dialog Dini Hari. Bakal bagaimana wajah musik mereka di album terbaru nanti?

Apakah sejumput instrumen elektronik pada “Sediakala” membuat penggemar perlu khawatir kalau bakal album Dialog Dini Hari nanti tidak seorganik dulu?… (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here