Drama Satu Babak di Sesi Rekaman Wish You Were Here

Kemarin, 12 September, 43 tahun lalu, Pink Floyd resmi merilis album Wish You Were Here. Ada momen yang mengharukan di balik sesi akhir rekaman album legendaris tersebut.

1
121

GeMusik – Hari itu, 5 Juni 1975, para personil Pink Floyd – Roger Waters (bass), David Gilmour (gitar), Richard Wright (keyboard), dan Nick Mason (drum) – sedang menjalani sesi rekaman mini album di studio Abbey Road, London. Mereka dikabarkan cukup serius menyiapkan EP itu pasca kesuksesan album Dark Side of the Moon, yang dirilis dua tahun sebelumnya. Meski secara konseptual, Roger Waters dkk mengaku ini bakal menjadi album biasa yang penuh dengan ungkapan rasa rindu.

Baca Juga: Box Set “Pink Floyd The Early Years 1965-1972” Siap Dilepas 24 Maret

Tepat ketika merekam lagu “Shine On You Crazy Diamond”, ada sosok pria misterius yang terus menatap ke arah ruang studio dan menonton kegiatan rekaman personil Pink Floyd di situ. Tubuhnya gemuk, dan tampak sedikit tidak terurus. Nyaris tanpa sehelai rambut pun di kepala dan nihil bulu di alisnya.

Rogers Waters dkk tidak mengenalinya. Mereka bersikap acuh dan terus melanjutkan sesi rekaman sebuah lagu. Liriknya berbunyi seperti ini:

“Remember when you were young,
You shone like the sun,
Shine on you crazy diamond… 
Now there’s a look in your eyes,
Like black holes in the sky,
Shine on you crazy diamond…”

Sesi rekaman album Wish You Were Here di studio Abbey Road, London (1975) – Foto dok. Pinterest.

Sesaat kemudian, pria gemuk yang sedari tadi hanya duduk dan diam itu mulai dikenali identitasnya oleh semua orang di studio. Bahkan sesungguhnya pria tersebut yang dimaksud ‘crazy diamond’ dalam lirik lagu tadi.

Sontak semua personil dan kru Pink Floyd diguncang perasaan shock yang dahsyat. Suasana di studio itu sempat hening seketika. Roger Waters, orang yang dulunya sangat dekat dengan pria tersebut langsung menangis saat itu juga.

Tentu saja tidak ada yang bisa tenang begitu tahu kalau sosok pria gemuk itu adalah… Syd Barrett!

“Itu adalah suatu momen istimewa yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujar Richard Wright dalam sebuah wawancaranya dengan VH1. “Saya sedang menuju ke sesi rekaman ‘Shine On’. Saat saya masuk ke sana, saya melihat seorang pria duduk di bagian belakang studio. Jaraknya sangat dekat, namun saya tidak bisa mengenalinya. Saya lalu iseng bertanya ‘Siapa orang itu?’, kemudian ada menjawab ‘Itu adalah Syd’, dan saya langsung terkejut seketika. Saya gak percaya, dia telah mencukur semua rambut dan alisnya.”

“Roger sedang menangis saat itu. Kita semua rasanya menitikkan air mata seketika. Ini sangat mengejutkan,” tambah Richard Wright. “Tujuh tahun kita tidak ada kontak, dan ini terjadi tepat di saat kami sedang menyelesaikan track tersebut. Saya gak tahu, apakah ini kejutan, karma atau takdir? Siapa yang tahu?… yang pasti momen itu sangat-sangat powerful!…”

Baca Juga: Mengingat Kembali Momen Menemukan Yes dan Chris Squire

“Shine On You Crazy Diamond” adalah lagu tribut yang menyimpan nada-nada bernuansa getir, puitik dan kriptikal yang memang ditujukan khusus bagi Syd Barret – mantan personil sekaligus salah satu pendiri Pink Floyd.

Malam itu juga, Pink Floyd menyelesaikan sesi rekamannya dan memutarkan kembali hasil mixing terakhir lagu “Shine On You Crazy Diamond” di hadapan Syd Barrett.

“Oke, gimana menurutmu, Syd?!” tanya Roger Waters pelan.

Syd Barrett hanya menjawab singkat, “Sounds a bit old…”

Petikan kejadian di atas memang selalu saja diangkat ketika orang-orang membicarakan relasi antara Syd Barrett dan Pink Floyd. Bagaimana tidak, setelah sekian lama berpisah, Syd Barrett justru hadir di saat kawan-kawan lamanya sedang merekam sebuah lagu tribut yang dipersembahkan khusus baginya.

Momen ‘reuni’ seluruh personil asli Pink Floyd di hari itu langsung menjadi salah satu momen yang paling mengharukan dan dramatis di jagat musik rock dunia.

Syd Barrett ketika masih bersama Pink Floyd – Foto dok. Rolling Stone.

Narasi kejadian di atas kembali saya angkat di sini untuk memperingati ulang tahun album Wish You Were Here, yang dirilis tepat tanggal 12 September 1975. Sesi rekaman “Shine On” tadi adalah proses terakhir untuk mini album itu.

Baca Juga: Radiohead Dijadikan Nama Spesies Semut

Selebihnya adalah sejarah. Juga tentang kerinduan.

Silakan simak album Wish You Were Here di bawah ini:

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.