Efek Rumah Kaca Kenalkan Kios Ojo Keos

Kios Ojo Keos bakal jadi ruang alternatif untuk bertemu, berbagi ide, berkarya, serta berkontribusi bagi komunitas musik dan budaya.

0
20
Kios Ojo Keos - Foto Dok. ERK.

GeMusik – “Pada sebuah obrolan petang, seorang sahabat menawarkan ruangan untuk disewa bersama. Terus-terang, sejak lama kami punya impian untuk memiliki ruang di mana kami bisa bertemu, bertukar pikiran, berbagi dan belajar bersama tentang musik, sejarah, seni, budaya, demokrasi, toleransi, dan ikut memberikan kontribusi bagi komunitas.”

Demikian potongan kalimat yang muncul ke kotak masuk email salah satu redaksi GeMusik, beberapa hari lalu. Pengirimnya adalah Efek Rumah Kaca, sebuah band atau kolektif seni dan budaya, yang tidak perlu dijelaskan lagi siapa mereka.

Ceritanya pun berlanjut…

“Mulai tanggal 1 Mei 2018 kemarin, kami telah membuka ruang tersebut. Kami beri nama Kios Ojo Keos. Nama Ojo Keos sendiri kami pinjam dari sebutan kru kami di saat kami manggung. Nama ini kami pilih sebagai tanda terima kasih atas dedikasi mereka kepada ERK. Selain itu, pengelola kiosnya juga terdiri dari para personel, kru, dan tim ERK sendiri,” tulis Efek Rumah Kaca.

Mereka bermimpi agar ruang bersama itu bisa dimanfaatkan untuk berkegiatan yang positif sekaligus menyenangkan. Mulai dari diskusi, bedah buku, bermain musik, dan lainnya. Mereka contohkan seperti beberapa minggu lalu ketika PUSAD Paramadina mengadakan nonton bareng film dokumenter mengenai Leila Khaled. Beberapa hari lalu, Juga saat Efek Rumah Kaca mengadakan sesi nonton bareng film dokumenter Tiba-Tiba Suddenly Konser Efek Rumah Kaca.

“Ke depannya, kami ingin menjadikan Kios Ojo Keos sebagai ruang bersama bukan hanya untuk keluarga Efek Rumah Kaca saja,” harap mereka kemudian. “Karenanya, kami ingin mengundang siapa saja yang berkenan menjadi sukarelawan bersama-sama kami. Mari menggunakan ruang bersama ini untuk kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat hingga pada akhirnya menjembatani kita untuk berkontribusi kepada sesama.”

Konon, di Kios Ojo Keos juga ada sektor niaga yang sekaligus untuk menyokong kegiatan di ruang bersama tersebut. Di sana kita bisa datang untuk mencicipi Kopi Keos dan kudapan kecil, membeli CD atau kaset serta merchandise band favorit, atau membaca koleksi buku Kios Ojo Keos yang terdapat pada perpustakaan mini. Kios Ojo Keos buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Stok produk rekaman di Kios Ojo Keos – Foto Dok. ERK.

“Kami juga sedang berusaha untuk menambah koleksi produk untuk dijual maupun tidak – misalnya buku untuk perpustakaan dan program Tukar Buku,” ungkap Efek Rumah Kaca. “Saat ini kami menerima titip jual buku, album musik serta merchandise dengan sistem konsinyasi. Selain itu, kami menerima ajakan kerja sama untuk memanfaatkan ruang Kios Ojo Keos untuk mengadakan acara.”

Tim dari Efek Rumah Kaca juga akan menerbitkan warta bulanan tentang segala aktifitas Kios Ojo Keos. Jika anda berminat menerima warta periodik tersebut, silakan masukan email pada tautan berikut ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here