Diana Krall
Diana Krall. Pianis dan penyanyi dengan lima Grammy Awards. Foto : Dok

GeMusik – Bayangkanlah moment ini: denting piano akustik, seraut wajah berhidung bangir dengan rambut blonde, mendesahkan kemanjaan “Frim Fram Sauce” atau mungkin” The Look Of Love”. Sihir eksotisme ini akan berpendar dari panggung Roro Jongrang, Lapangan Brahma, Kompleks Candi Prambanan, pada  Sabtu, 18 Agustus 2018. Itulah bagian dari rangkaian Prambanan Jazz Festival selama tiga hari (17-18-19 Agustus 2018) yang dihelat oleh Rajawali Indonesia Communication.

Baca Juga: Prambanan Jazz 2018

Diana Jean Krall, si pelantun kedua hit di atas, sudah dipastikan akan menebar pesona dengan tarian jemari lentik serta vokal malasnya – seperti terlihat pada situs remi DianaKrall.com  Sebelumnya pihak promotor harus berusaha keras meyakinkan manajemen Krall untuk kesediaannya tampil dikarenakan tidak ada jadwal tur. Artinya, Krall beserta rombongan harus didatangkan langsung dari Amerika Serikat.

Menurut Anas Syahril Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication, Krall baru memastikan kesediaannya setelah kepadanya disodorkan nama Sarah Brightman sebagai bintang pada pergelaran yang sama tahun lalu. Inilah penampilan keduanya setelah pada 2002 sukses memukau sekitar 3000-an penonton di Jakarta Convention Center Agustus 2002.

Seberapa penting sih, istri musikus Elvis Costello itu wajib dihadirkan?

Lahir pada 16 November 1964 di Nanaimo, Kanada, Krall tipikal seniman musik yang memulai karirnya benar-benar dari bawah. Di usia belasan ia sudah keluar masuk restoran sebagai penyanyi dengan bayaran tak seberapa. Modalnya adalah keterampilan bermain piano yang dipelajarinya sejak usia 4 tahun melalui bimbingan sang ayah.  Setelah menamatkan kuliahnya di Berklee College of Music, dia hijrah ke Amerika Serikat, dan kembali melakukan hal yang sama. Kali ini dari satu teater ke teater lain, ikut rekaman sejumlah musisi indie – itu pun hanya sebagai penyanyi latar.

Diana Krall
Kombinasi denting piano dengan suara seksi. Foto : com

Diana Krall termasuk artis musik yang “telat” memasuki dunia rekaman. Pada 1993 ia memulai karirnya lewat Stepping Out. Usianya saat itu 29 tahun. Debut album ini segera menarik perhatian produser Tommy Lipuma yang kemudian mengajaknya bekerja sama dalam pembuatan Only Trust Your Heart (1995) di bawah label jazz paling bergengsi, GRP. Kelak duet Krall – Lipuma mengadakan reuni melalui album Turn Up The Quiet (2017).

Namanya mulai terpatri sebagai ratu jazz sejak berhasil memenangi Grammy Awards untuk kategori Best Jazz Vocal (1999) melallui album When I Look In Your Eyes. Sejak kemenengannya tersebut Krall langsung gaspol. Dia berekspansi dengan mengisi ilustrasi sejumlah episode serial Sex In The City dan filem layar lebar Midnight in the Garden of Good and Evil.  Kemanjaan vokal serta keterampilannya menghadirkan improvisasi soft melalui permainan pianonya menjadikan Krall sosok yang moncer di ranah jazz.

Pada 2001 ia merilis album The Look Of Love yang mengantarnya ke perolehan tiga penghargaan Juno Awards masing-masing untuk Artist of TheYear, Album of the Year serta Best jazz Vocal of the Year. Baru Krall-lah artis Kanada yang mampu menyabet sukses tersebut.  Krall semakin mengukuhkan eksistensinya ketika pada 2002 kembali menyabet Grammy Awards – kali ini untuk kategori Best Jazz Vocal Album berkat Live In Paris.

Baca Juga: Menuju Taman Bermain Jazz & Fusion

Kehidupan pribadinya mulai beriak ketika pada 2003 menikahi Elvis Costello, salah seorang ikon musik asal Inggris. Berkat campur tangan suaminya, Krall berhasil merilis The Girl in the Other Room (2004) dimana untuk pertama kalinya ia tak sekadar mengcover lagu-lagu jazz standar, tetapi juga menyorongkan komposisi sendiri. Pada Desember 2009 pasangan musisi dikaruiani anak kembar. Mempertahankan keutuhan rumah tangga di tengah jadwal pertunjukan yang padat tentu bukan hal gampang, namun Krall mampu melaluinya tanpa terpaan gosip murahan. Dari delapan kali nominasi Grammy Awards, lima di antaranya berhasil disabetnya.

Dengan segudang prestasi di dunia jazz, masuk akal jika pihak Rajawali harus berjuang meyakinkan pihak menajemennya agar bersedia tampil di pada Prambanan Jazz Festival. Jika permintaannya ditolak, siapa artis jazz yang akan dipilih sebagai kandidat penggantinya? Anas Syahrul Alimi lantas menyebut nama Norah Jones.

Baca Juga: Adele Dinobatkan Sebagai Musisi Legendaris Masa Depan

“Norah Jones belum pernah ke Indonesia sama sekali dan dia termasuk artis jazz dunia yang paling ditunggu-tunggu. Norah Jones memiliki mahakarya yang luar biasa. Masuk dalam konsep Prambanan Jazz,” ungkap Anas kepada GeMusik.

Norah Jones mungkin bisa disimpan dulu sebagai mesiu untuk Prambanan Jazz tahun yang akan datang, sekarang mari menikmati desah merdu Diana Krall sambil menebak-nebak apakah besok ia akan membawakan satu atau dua lagu dari album terbarunya?  Para jazz mania boleh bersiap menunggu kehadiran album Love Is Here to Stay yang akan dirilis pada 14 September 2018 mendatang. Kali ini Diana Krall berkolaborasi dengan Tony Bennett (*)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.