Gaung – Opus Contra Naturam

Petualangan Gaung menyusuri lintasan musik rock psikedelik yang masih belum banyak dijamah.

0
90

Artist : Gaung
Album : Opus Contra Naturam
Label : Orange Cliff Records (2017)

GeMusik – Berangkat dari proyek solo yang kini telah berubah menjadi format duo, Gaung, unit instrumental rock psikedelik yang tediri dari Ramaputratantra (gitar, bas, synthesizer, cello) dan Rendy Pandita (drum, vokal) ini mengawali perkenalan album terbaru mereka dengan singel berjudul “Summa Injuria”.

Sejatinya, “Summa Injuria” bukanlah materi musik pertama yang mereka perkenalkan. Beberapa bulan silam, Gaung pernah merilis “Killing With Virtue” yang juga menjadi bagian dari album Opus Contra Naturam.

Belum ada yang terlalu menohok dari dua singel tersebut di mana mereka masih terdengar akrab dengan piranti modulasi dengan kadar memabukkan beserta kumpulan riff berat dan tempo malas bak musik rock psikedelik yang kian tumbuh subur belakangan.

Baca Juga: Mooner Lempar Video Klip “Ingkar”

Yang membuat Gaung agak berbeda ialah ketika mereka mencoba mengutarakan makna tanpa batasan lirik, serta menggantinya dengan susunan nada dan instrumen dari piranti yang dimiliki. Eksplorasi yang dilakukan Gaung memang masih jarang ditemukan di ranah psikedelik rock Indonesia.

“Lucinae” menjadi nomor pembuka yang masih belum terlalu mengejutkan. Nomor ini sekedar memantapkan posisi Gaung yang tengah berada di jalur yang aman pada lintasan rock psikedelik. Gaung rasanya sudah mengerti bagaimana seharusnya musik seperti ini dimainkan untuk menjadi trigger bagi para petualang demi menyusuri alam bawah sadar. Begitu pula dengan lagu seperti “Hole Of Paradiso”, misalnya.

Opus Contra Naturam menjadi album yang semakin menarik ketika Gaung yang tadinya hanya bermain di wilayah musik psikedelik yang aman mulai coba mengambil resiko melewati jalur musik math-rock, sludge, post-rock, progresif, hingga eksperimental rock. Hal tersebut bisa dirasakan pada nomor-nomor seperti “Eridanus Supervoid”, “Old Masters: A Comedy”, “Opus Contra Naturam”, dan “Kanon”.

Baca Juga: The Beast dan Lagu-Lagu yang Berani

Ketika Opus Contra Naturam telah sampai pada materi penutup berjudul “Evidence of Extraordinary Bliss”, di dalamnya berisi wawancara jurnalis CNN Indonesia, Hanna Azarya Samosir, dengan Marc Navales selaku pria yang selamat dari pembantaian jurnalis di Maguindanao, Filipina. Para penikmat musik yang masih terbiasa dengan sajian menu psikedelik yang terdengar aman, ramah di telinga, dan penuh kompromi mungkin akan sedikit butuh waktu untuk mencerna tembang ini. Hanya mereka yang bebal indera pendengarannya bakal anti terhadap petualangan musik baru seperti ini.

Langkah berani Gaung membawa rock psikedelik untuk masuk ke dalam area musik yang masih belum banyak dijamah ini memang patut dipuji. Gaung berhasil menyajikan Opus Contra Naturam dalam kombinasi ramuan musik yang lebih segar. Bukan tidak mungkin jika medan musik yang telah dilalui Gaung ini juga akan ditempuh oleh para generasi anyar nantinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.