Giant On The Move

1
91

Artis : Giant Step

Album : Giant On The Move

Label : SM Records

Format : Kaset/CD

Tahun Rilis : 1976

Denny MR

GeMusik – Album ini seringkali dianggap sebagai master peace yang pernah dihasilkan oleh Giant Step. Tapi baiklah soal pemaknaan  master piece ini kita kesampingkan saja dulu karena ranah kreatif selalu terbuka untuk didiskusikan. Yang pasti, melalui rilisan kedua ini Giant Step  mulai mengukuhkan posisinya sebagai pengibar genre rock progresif dari Bandung. Ini perlu ditekankan mengingat pada album  pertama, Mark 1 (Lucky Record, 1975), format musiknya masih terdengar mendua. Pada satu sisi memperlihatkan kegairahannya dalam memainkan rock progresif seperti diperlihatkan pada “Chil Hood And The Seabird”,  namun pada saat yang sama sebagian lagu-lagunya sangat kental dengan nuansa pop. Di bagian ini sebagian besar lagunya diciptakan oleh Deddy Dores. Siapa pun pasti mahfum, almarhum merupakan rajanya pencipta lagu mellow.

Album Giant On The Move digarap menyusul terjadinya pergantian pada posisi drummer dan keyboardis. Janto Diablo digantikan Haddy Arif sedangkan Deddy Dorres digantikan oleh Triawan Munaf.  Ada pun personil lainnya tetap Benny Soebardja (vokal, gitar), Albert Warnerin (gitar) dan Adhy Sibolangit (bass).

Formasi baru ini cepat melahirkan chemistry  dalam cara pandang terhadap genre yang mereka pilih dan, pada gilirannya, mendorong munculnya karya-karya berkualitas. Di tangan Gisnt Step aransemen yang jlimet dan rata-rata berdurasi panjang hadir tanpa menghilangkan nada indah sebagai unsur penyeimbang. Lagu “A Fortunate Paradise” adalah salah satu contoh – hasil daur ulang dari album Mark 1.  Sebagai personil baru, Triawan Munaf mendapat keleluasaan untuk mengembangkan pola permainan. Melalui tarian jemarinya nada indah itu bermula, dibingkai oleh permainan gitar Albert Warnerin. Pada “Decision”, nama terakhir ini memperlihatkan kepiawaiannya dalam memainkan flute, dan karenanya tidak bisa dihindarkan lagi masuknya pengaruh Jethro Tull.

Giant Step bukanlah band pertama yang mengusung irama rock progresif ke tengah industri panggung dan rekaman. Sebelumnya ada kelompok Shark Move yang telah memulainya lewat album Ghede Chokra’s (1971). Secara historis kedua band ini memiliki keterkaitan: sama-sama dirintis oleh Benny Soebardja. Bedanya, langkah Shark  Move tidak berkelanjutan. Sedang Giant Step lebih konsisten. Oleh karena itu jika mau bicara karya inspiratif, Giant On The Move lebih sah.

Jadi, cukup masuk akal jika Rockpod Records merilisnya kembali pada 2015 lalu. Selain lagu-lagunya memang monumental, untuk bisa menemukan rilisan fisiknya hari gini susahnya setengah mati.

Rockpod Records bernisiatif mengubah sampul albumnya dengan sentuhan baru termasuk memilih font baru. Hasilnya memang lebih kekinian. Sayang, langkah kreatif ini secara tidak langsung telah menghilangkan orisinalitas. Padahal dengan mempertahankan desain aslinya, generasi sekarang berkesempatan untuk mempelajari sejarah perkembangan seni grafis pada zaman itu. (*)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.