Gitaris Bangkutaman Luncurkan “Bread and Butter”

Bersama album solonya akan dirilis pada Hari Natal, Irwin Ardy ingin menjelajahi kemungkinan musikal yang baru.

1
110
Irwin Ardy - Dok. Pribadi.

GeMusik – Jelang Natal tahun ini ada yang berwarna-warni dari Irwin Ardy, gitaris dari band folk rock Bangkutaman. Irwin nekat melakoni hal yang jauh dari apa yang biasa ia lakukan di Bangkutaman – yakni lebih banyak bernyanyi daripada bermain gitar.

“Tidak semua imajinasi saya bisa difasilitasi oleh Bangkutaman dan Bangkutaman sudah punya warna sendiri yang harus dijagain,” jelas Irwin tentang keputusannya untuk bersolo karier.

Bread and Butter di sini adalah idiom atau semacam ungkapan dalam Bahasa Inggris yang berarti menyediakan sumber penghidupan. Bagi Irwin, album ini bagaikan doa yang mampu membawanya menuju kehidupan yang lebih baik.

“Dengan memberi judul album ini Bread and Butter, itu kayak mengirim ‘sinyal’ kepada sang pencipta untuk diwujudkan dalam konspirasi alam semesta,” jelasnya.

“Buat saya, album ini sarat unsur spiritual. Untuk bisa sampe sini, saya harus kembali ke tahun 2011 ketika saya mulai bertemu dengan orang-orang penting dalam hidup saya. Butuh selama itu memang buat saya,” ungkap Irwin.

Desain grafis album Bread and Butter yang dikerjakan Monica Hapsari pun jelas menggambarkan apa yang ada di kepala seorang Irwin Ardy. Sebuah wajah yang intens dan fokus melihat apa yang di depan mata (masa sekarang), diwarnai beragam spektrum warna pelangi atau warna ketujuh chakra yang ada pada manusia. Warna-warna itu untuk mengundang keseimbangan, kesehatan, dan kedamaian.

Irwin Ardy berharap album ini sanggup membawanya kepada kemungkinan-kemungkinan baru dalam karier bermusik. Total ada sebelas lagu di album Bread and Butter yang menurut Irwin bisa dinikmati oleh siapa saja dengan lirik-lirik yang light dan funny.

“Saya di album ini lebih pada seorang singer-songwriter daripada gitaris. Saya nulis lirik dan menyanyikannya dengan gaya saya. Sesekali saya masukin lick gitar ala saya karena ya saya memang belajar musik itu berbarengan dengan belajar gitar. Saya taunya ya gitar, hahaha,” ungkapnya.

Salah satu kolaborasi yang menarik di album ini adalah campur tangan Danny Kirnadi. Danny Kirnadi adalah kolega satu band bersama Once Mekel, Tyo Nugros, dan Erwin Prasetya yang juga alumni band Dewa 19. Menurut cerita Irwin, “Saya ketemu Mas Danny itu dibantu oleh seorang teman lama. Teman saya itu pengen banget bantu saya untuk sukses bermusik lalu saya dikenalkan oleh teman gerejanya yang suka memimpin koor, mengomposisi lagu-lagu gereja, bahkan ngerekam lagu-lagu grup koor gereja itu untuk direkam di CD dan dikonserkan. Nah, orang itu adalah Mas Danny. Nama grupnya Agape.”

Album Bread and Butter bakal resmi dilepas pada tanggal 25 Desember 2017 di bawah naungan Rileks Records. CD-nya akan tersedia melalui penjualan pada situs resmi Irwin Ardy serta outlet-outlet Demajors di Indonesia.

Untuk menandai rilisnya album Bread and Butter pada hari Natal 2017, akan dilepas juga video klip “Me and My Car” yang disutradarai oleh Salman Farizi dari Gundala Pictures, yang sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Bangkutaman untuk film dokumenter Iblis Jalanan. Singel “Me and My Car” juga tersedia pada beragam layanan music digital stores atau bisa diunduh gratis di situs Ripstore Asia.

Tampaknya ia juga sangat menikmati seluruh proses pengerjaan album Bread and Butter, “Waktu bikin lagu-lagunya gue nggak mikir album terbaik atau laku keras di pasaran dulu. Yang penting gue happy dulu dan bisa main musik di manapun dan kapanpun…” (*)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.