Guns N’ Roses: Not In This Lifetime Tour

Hanya tur Not in This Lifetime yang berhasil menyatukan dua orang yang berseteru tampil sepanggung selama hampir dua tahun.

1
56
Richard Fortus & Axl Rose
Richard Fortus dan Axl Rose yang berusaha tetap lincah meski nafas yang kurang mendukung (Foto oleh Tim Foto Konser/TEM)

GeMusik  Kemunculan Guns N’ Roses di Stadion Gelora Bung Karno beberapa hari lalu (8/11/2018), seakan menebus ‘dosa’ the most dangerous band in the world ini saat tampil di MEIS Ancol, Jakarta (15/12/2012).

Formasinya ketika itu adalah Axl Rose (vokal), DJ Ashba (gitar), Dizzy Reed (keyboard), Tommy Stinson (bass), Richard Fortus (gitar), Ron “Bumblefoot” Thal (gitar), Chris Pitman (keyboard), dan Frank Ferrer (drum).

Meski sejak awal merupakan ujung tombak, tetap saja Axl tak mampu sepenuhnya menghadirkan marwah GNR di atas panggung. Ketidakhadiran Slash sangat terasa, sementara Ron ‘Bumblefoot’ Thal, yang bermain untuk album Chinesse Democrazy, tentu saja tidak ingin menduplikasi permainan gitaris yang digantikannya itu.

Kini pada kedatangannya yang kedua di Jakarta, bukan cuma Slash yang dihadirkan, tetapi juga pencabik bass Duff McKagan. Inilah formasi band yang pernah mengguncang dunia itu. Wajar jika tur Not in This Lifetime cukup menyedot animo penggila musik rock tanah air.

Baca Juga: Guns N’ Roses Bakal Mengguncang Indonesia

Dibuka oleh “It’s So Easy”, GNR memuntahkan kebisingan selama hampir tiga jam tanpa jeda. Trio Axl, Slash dan Duff McKagan silih berganti menyihir puluhan ribu penonton. Mengaburkan peran Richard Fortus (gitar), Melissa Reese (keboyard, vokal latar), Dizzy Reed (keyboard), dan Frank Ferrer (drum). Stadion Gelora Bung Karno berubah menjadi arena ritual suci rakyat metal.

Baca Juga: 22 Fakta Menarik Tentang Not in This Lifetime… Tour

Padahal jika disimak dengan seksama, GN’R sebenarnya kurang menampilkan permainannya prima, terutama vokal Axl Rose yang terdengar sudah jauh menurun. Hal ini sudah terasa sejak lagu ketiga, “Chinesse Democrazy” disusul “Double Talkin Jive” dan “Better”.

Selanjutnya tiap sebentar dia menghilang ke balik panggung, kemudian Richard Fortus mengisi kekosongan lewat permainan gitar. Terlalu seringnya Slash bersolo gitar, termasuk memainkan versi instrumental “Wish You Were Here” (Pink Floyd) pada akhirnya terbaca sebagai upaya untuk memberi kesempatan pada Axl untuk mengatur nafasnya.

Duff McKagan & Slash
Duff McKagan yang berhasil mencuri perhatian dan Slash yang menjadi pusat perhatian (Foto : Tim Foto Konser/TEM)

Jemari Slash sendiri sempat beberapa kali terpeleset saat memainkan interlude “November Rain”, salah satu hit GNR yang paling terkenal di seluruh dunia. Namun kesalahan ini tidak mengaburkan sosoknya sebagai titik pesona penampilan GNR malam itu. Slash seperti memindahkan seluruh riff-nya yang khas di rekaman ke atas panggung, membuat arena tiada putus dari sambutan gemuruh penonton.

Sementara itu Frank Ferrer nampak terlalu hati-hati dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga beat, sehingga lupa bahwa dirinya adalah bagian rhythm section dengan Duff McKagan yang bermain cemerlang dan banyak menciptakan improvisasi. Dan, Ferrer terpontang-panting mengejarnya. Nampaknya dia telah telah terjebak di antara nama besar Axl, Slash serta McKagan sehingga gagal mengembangkan pola permainan dan hanya berhenti sebagai session player.

Baca Juga: Guns N’ Roses – “Shadow of Your Love”

Terlepas persoalan yang sangat mungkin terluputkan, GNR memuntahkan hits-nya yang berhasil memaksa massa rock berjingkrak sejak awal hingga akhir pertunjukan. Dimulai dari “Welcome to the Jungle”, “Patience” dan terutama “Sweet Child O’mine”. Begitu populernya di Indonesia, lagu yang terdapat pada album debut GNR itu berhasil menyusup keremangan malam wilayah Pantura dalam aransemen koplo. Pedangdut Inul Daratista termasuk yang pertama mempopulerkan tembang tersebut.

Sepanjang periode 1990, jagat heavy metal memang diwarnai oleh didominasi GNR dengan segala sensasinya. Album demi album mereka terus menciptakan hits. Dibarengi dengan pertikaian antar personil yang tak kunjung reda serta kebrutalan di setiap hotel yang mereka singgahi. Maka kemunculan GNR dalam rangka tur Not in This Lifetime kali ini dengan mudah mengundang euforia di kalangan penggemarnya.

Judul Not in This Lifetime diambil dari celetukan Axl Rose beberapa tahun silam ketika didesak oleh wartawan tentang kemungkinan GNR melakukan reuni. Ketika itu kondisi internal band sungguh berantakan. Pun drummer Steven Adler dipecat karena ketergantungannya yang akut pada obat-obatan. Ia lalu digantikan Matt Sorum. GNR menambah seorang personel; pemain keyboard Dizzy Reed. Perang kharisma antara Axl dengan Slash membuat Izzy Stradlin semakin merasa tak nyaman. Pengerjaan album baru pun terbengkalai.

Baca Juga: Ron “Bumblefoot” Thal Tak Tertarik Konser Reuni Guns N’ Roses

Dobel album Use Your Illusion akhirnya rampung pada 1991, namun kemelut tidak kunjung reda. Puncaknya terjadi pada saat pembuatan video klip “Don’t Cry”, Izzy Stradlin menghilang tanpa jejak. Seluruh personel dan jajaran manajemen GNR kebingungan.

Begitulah cara Izzy menumpahkan kekecewaan atas situasi dalam tubuh band yang didirikannya itu. Album tersebut tetap dirilis pada 17 September 1991. Lantas berhasil memuncaki posisi di majalah Billboard, menyabet tujuh platinum dan dinominasikan pada ajang Grammy Awards.

Axl kemudian mengusulkan Gilby Clarke sebagai pengganti Izzy dan GNR melakukan salah satu tur tersukses dalam sejarah karir mereka. Selama tur, beberapa kali Izzy Stradlin muncul menggantikan Gilby Clarke yang mengalami cedera patah lengan akibat kecelakaan sepeda motor. Tetapi dia tak pernah mau bergabung kembali secara permanen.

Sementara itu, kelakuan Axl yang semakin sulit dikontrol akhirnya bikin Slash dan Duff McKagan angkat kaki usai pembuatan album Spaghetti Incident?  Axl Rose lantas merekrut sejumlah musisi muda, salah satunya adalah Ron Thal.

Dengan Axl sebagai satu-satunya personil asli, GNR praktis hanya menawarkan nama besar. Di berbagai kesempatan, wartawan senantiasa mengejar dirinya tentang kemungkinan mengumpulkan Slash, McKagan maupun Izzy Stradlin. Jawabannya selalu, “Not In This Lifetime!”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.