Janggut Naga: Kembali dan Menyemburkan Api

Proyek band yang agak 'supergroup' ini akhirnya kembali, merilis sesuatu, dan kita tidak pernah tahu bagaimana nasib mereka ke depan...

0
43
Janggut Naga - Foto dok. WR Records.
- Advertisement -

Story: Janggut Naga adalah sebuah band proyek iseng dari Deugalih (Deugalih & Folks) pada vokal, Joe (Terapi Urine / eks Godless Sympthoms / eks Mortir / eks Bandung Inikami Orcheska / eks Serigala Jahanam) pada gitar, Nanda pada gitar, Galant (eks 70s Orgasm Club) pada bass, serta Dipo (Serigala Jahanam / eks MellonYellow) pada drum. Unit ini dibentuk pada tahun 2007 di Jatinangor, Bandung. Setelah 11 tahun, akhirnya mereka kembali dan nekat merilis album perdananya.

What They Said: “Dulu alasan gua bikin Janggut Naga sih untuk membunuh rasa bosan aja, pas juga ketemu orang lain yang energinya meletup-leup kaya’ Galih, Galant, Dipo. Orang-orang yang mau ngapain aja hayok aja gitu,” terang Joe, gitaris sekaligus pendiri dari Janggut Naga. “Intinya sih ya senang-senang aja lah, jangan diambil pusing. Gw ngeband dari awal juga cuma mau senang-senang…” 

In The Studio: Karena hanya proyek iseng, band ini cuma merekam dua buah lagu demo, yang direkam secara live di studio pada tahun 2007. Untuk urusan manggung pun, Janggut Naga hanya manggung sebanyak lima atau enam kali, dalam periode tiga tahun eksistensi mereka (2007-2010). Pada pertengahan 2015, lima tahun pasca bubarnya Janggut Naga di tahun 2010, para personel band tersebut memutuskan reuni, untuk merekam ulang lagu-lagu lama mereka, sekaligus menulis lagu-lagu baru.

Soundlike: Janggut Naga mengaku memainkan gaya heavy metal yang dipadu-padankan dengan hard rock serta diasupi porsi alternative metal – dengan referensi seperti Monster Magnet, Orange Goblin, Alice In Chains, Soundgarden, Corossion of Conformity, Slash’s Snakepit, Black Label Society, hingga Saigon Kick.

Releases: Pada tahun 2018 ini, label rekaman Wasted Rockers Recordings akhirnya nekat merilis Janggut Naga, sekeping album kompilasi dari Janggut Naga. Berisikan dua buah demo lawas yang direkam pada tahun 2007, empat buah lagu rekaman baru, satu lagu live accoustic, ditambah foto-foto dokumentasi Janggut Naga selama tiga tahun eksistensi mereka (2007-2010).

In The Future: Apakah dengan EP tersebut Janggut Naga akan dijadikan band serius oleh para personilnya, atau reunian hanya untuk satu album saja? Entahlah, kita tunggu saja…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.