Jelang Kebisingan di JNB Festival 2019

Sekumpulan musisi noise dan eksperimental dari 14 negara akan kembali bisingkan kota Yogyakarta.

0
9
Para dedengkot Jogja Noise Bombing dan kolega - Foto oleh Dea Karina / JNB.

GeMusik – Pada era yang sering disebut post modern ini, pertunjukan musik hadir dalam berbagai bentuk yang beragam. Salah satunya adalah pertunjukan musik yang fenomenal dari komunitas Jogja Noise Bombing (JNB). JNB adalah sebuah kolektif yang fokus untuk membuat bebunyian dan mengolah kebisingan menjadi sebuah bentuk karya estetis. Bunyi-bunyian dan kebisingan yang diperoleh dari lingkungan sekitar dan juga suara dari alat-alat elektronik sengaja dimanipulasi untuk menghasilkan musik bergenre eksperimental dan noise.

Sekumpulan orang-orang yang kini tergabung dalam komunitas Jogja Noise Bombing mengawali aktivitas mereka dengan aksi ilegal Noise Bombing, hingga kemudian mendapatkan kesempatan untuk membuat acara khusus bagi musik noise yang mereka mainkan. Melalui komunitas Jogja Noise Bombing, noise yang semula dikenal sebagai sesuatu yang bising dan mengganggu pendengaran, kini diolah menjadi sebuah musik dan menjadi sebuah fenomena musik yang mampu mengundang perhatian masyarakat di dalam maupun di luar kota Yogjakarta lewat aksi-aksinya.

Mereka menawarkan suatu kultur alternatif baru bagi mereka yang merindukan pergerakan-pergerakan musik bawahtanah. Melalui permainan musik yang dipelajari secara otodidak, improvisasi bebas tanpa batas beserta pemahaman teknis dari masing-masing alat dan sumber bunyinya menjadi acuan utama dalam membuat karya noise mereka.

Jogja Noise Bombing Festival merupakan sebuah pertunjukan noise/eksperimental yang digagas oleh Jogja Noise Bombing yang ditujukan untuk merayakan dan mengenalkan kepada publik yang lebih luas tentang noise, distorsi, tools, performance dan eksistensi noise maker di Yogyakarta. Jogja Jogja Noise Bombing Festival adalah kegiatan yang melibatkan para pelaku, pemerhati, dan penikmat kebisingan di Yogyakarta. Acara ini merupakan agenda tahunan dari Jogja Noise Bombing yang rutin digelar sejak tahun 2013 lalu.

Pada tahun 2019 ini para penampil yang akan ikut berpartisipasi berasal dari 14 negara antara lain berasal dari Serbia, Jepang, USA, Kanada, Malaysia, Singapura, Perancis, Korea Selatan, Italia, Spanyol, Brazil, Jerman, Siberia serta Indonesia (Samarinda, Malang, Solo, Surabaya, Denpasar, Jakarta dan Yogyakarta).

Jogja Noise Bombing Festival tahun ini akan diselenggarakan selama dua hari, mulai 26-27 Januari 2019, dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

Street Noise Bombing (Memainkan Musik Noise di Area Publik)

Hari/Tanggal : Sabtu, 26 Januari 2019

Pukul : 15.00 – 18.0 WIB.

Lokasi : Area publik kota Yogyakarta

Penampil:

1. Karnivulgar (Surabaya)

2. Bergegas Mati (Malang)

3. Anxiety Alone

4. NRYY (Japan)

5. Doa Dan Dosa (Solo)

6. Giga Destroyer

7. ASU (USA)

8. Naoto Yamagishi (Japan)

Peluncuran Buku Jogja Noise Bombing: From The Street To The Stage

Hari/Tanggal : Sabtu, 26 Januari 2019

Pukul : 19.00 – 22.00 WIB.

Lokasi : IVAA, Gang Hiperkes 188 A-B Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta

Pembicara : Sean Stellfox, Indra Menus, Soni Triantoro, Azzief Khaliq.

Penampil: :

1. Mahamboro x Tesla Manaf

2. Eira

3. Made Dharma

4. Pierre Pierre Pierre (France)

Pertunjukan Jogja Noise Bombing

Hari/Tanggal : Minggu, 27 Januari 2019

Pukul : 15.00 – 22.00 WIB.

Lokasi : Amphitheater Taman Budaya Yogyakarta

Penampil:

1. Ignaz Schick (Germany)

2. Womboom (Malang)

3. Yapok Yakutia (Brazil/Siberia)

4. SitbQ (South Korea)

5. PGR (Italy)

6. Dios De Techno (Spain)

7. Yuko Araki (Japan)

8. George Rahi (Canada)

9. Tenggara Trio x Darren Moore (Indonesia/Malaysia/Singapore)

10. Theonugraha x LNDG (Samarinda/Jakarta)

11.JagaJaga (Bali)

12. Logic Lost (Jakarta)

13. Kumah (Serbia)

Berikut secuplik keseruan dari JNB Festival 2018:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.