Jikun menyerahkan royalti lagu “Rock Di Udara” kepada penciptanya, Donny Fattah. Foto : Denny MR
Jikun menyerahkan royalti lagu “Rock Di Udara” kepada penciptanya, Donny Fattah. Foto : Denny MR

GeMusik – Di saat para pencipta lagu masih menemui kesulitan menuntut hak atas karyanya, sebuah peristiwa kecil berlangsung senyap namun terasa menggedor kesadaran. Bertempat di Coffee Shop Hotel Jayakarta, Bandung (14/5), Jikun menyerahkan royalti (performing right) atas lagu “Rock Di Udara” berdasarkan hasil penjualan dalam format digital Donny Fattah sebagai penciptanya.  Judul ini pertama kali dipopulerkan oleh God Bless pada 1976. Jikun kemudian mengaransemen ulang bersama band metal bentukanya, Jikunsprain. Yang luar biasa, Jikun menyerahkan seluruhnya royalti yang diperolehnya dari iTunes. Bahkan, ia bermaksud menyisihkan sebagian honor yang diterima Jikunsprain jika lagu tersebut dibawakan di atas panggung. Meski baru sabatas wacana, nampaknya baru Jikun-lah musisi yang melakukan kesadaran seperti ini.

Kerjasama penggunaan lagu karya cipta Donny Fattah oleh Jikunsprain bermula dari sebuah rencana proyek Tribute To God Bless pada 2011, sebuah album kompilasi berisi lagu-lagu hits God Bless yang akan dibawakan dalam versi baru oleh sejumlah band rock. Mengingat nama besar God Bless, beberapa band langsung menyatakan kesediaannya sat diajak ikut serta. Antara lain Seringai, Pas Band, Syaharani, BIP, Netral, Jikunsprain, Pure Saturday, /rif dan Andra & The Back Bone.

“Berangkat!” sambut Indra Q begitu ketika rencana ini ditawarkan kepadanya. Sementara Krusso, manajer Andra & Back Bone, sejak awal sudah langsung menentukan lagu yang hendak dibawakan artisnya. “Kami pilih “Maret 1989” ya” katanya antusias.  Ada pun Jikunsprain memilih “Rock Di Udara”.

Sayang, rencana yang sudah disusun matang itu mengalami berbagai kendala sehingga pelaksanaannya ditangguhkan. Beberapa band turut menyesalkan meski akhirnya dapat menerima alasan. Namun tidak begitu dengan Jikunsprain. Ia berniat meneruskan hasratnya menggarap versi baru “Rock Di Udara”. Entah kenapa, ia meminta kesediaan saya untuk mengurus ijin penggunaan lagu tersebut kepada Donny Fattah.  Bersama Tedy (bas, /rif), Ogie Mogadale (vokal, Tic Band) dan Richard Mutter (drum, Pas Band), “Rock Di Udara” dan single “Malaikat Hitam” diselesaikannya di empat studio rekaman berbeda. Dua judul sebenarnya ini merupakan bagian dari persiapan album terbaru Jikunsprain yang akan beredar dalam format fisik. Nah, sementara menunggu materi lainnya, kedua lagu tersebut dirilisnya dalam format digital.

Belum lama Jikun menceritakan laporan resmi dari i-Tunes yang diterimanya seraya meminta kesediaan saya (lagi) untuk segera menyerahkan hasilnya kepada Donny Fattah. Namun dengan pertimbangan bahwa penyerahan tersebut bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagaimana tertuang dalam kontrak, melainkan juga sebagai bentuk apresiasi kongkrit, saya mempersilakan Jikun untuk menyerahkannya langsung. Pesan moral yang saya tangkap dari penyerahan royalti yang berlangsung singkat tadi adalah perihal kesadaran, bahwa menghargai karya cipta orang lain bukan sekadar kontrak hitam putih.

Jikun sudah memulainya. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.