Jogja Noise Bombing Festival Siap Digelar Awal Tahun 2018

Pentas musik noise dan eksperimental ini sudah memastikan line-up yang berasal dari Indonesia, Asia Tenggara, Eropa, sampai Amerika Serikat.

0
165
Jogja noise bombing festival
Jogja Noise Bombing - Foto Dok. Wastedrockers.

GeMusik News – Di Indonesia, gaung ranah musik noise mungkin sampai saat ini masih dibilang belum sehingar-bingar ranah musik lain. Namun diam-diam geliat musik yang identik dengan suara berisik atau bising bagi telinga awam itu malah menghanyutkan. Tidak main-main, jangkauannya bahkan mampu menembus skala Internasional.

Salah satu buktinya bisa dilihat dari perhelatan musik bertajuk Jogja Noise Bombing Festival.

Jogja Noise Bombing (JNB) merupakan komunitas untuk para penggiat dan pelaku musik noise / eksperimental di Yogyakarta yang telah mengorganisir berbagai acara mulai dari workshop, pameran, diskusi, movie screening, hingga mengorganisir tur. Sedangkan untuk skala besar, kolektif yang biasa disingkat JNB ini memiliki program festival yang bertajuk Jogja Noise Bombing Festival.

Seperti yang pernah diulas situs Serunai, Jogja Noise Bombing Festival adalah salah satu perhelatan apresiasi noise yang cukup akbar di Yogyakarta, bahkan di Indonesia. Festival itu telah menjadi wadah untuk kancah musik noise yang biasanya hanya digelar pada ruang-ruang alternatif yang kecil.

JNB Festival pertama kali digelar pada tahun 2009 dan terus berlanjut hingga saat ini. Terakhir, JNB Festival digelar pada bulan Januari 2017 di Saung Garlic Resto, Sleman, Yogyakarta. Pada festival tersebut menampilkan 17 pelaku musik noise dan eksperimental dari dalam negeri hingga mancanegara.

Melalui laman media sosialnya, JNB mengumumkan jika JNB Festival akan kembali digelar pada tanggal 21 Januari 2017. Pengumuman tersebut sekaligus memuat line-up penampil yang nantinya akan terlibat pada panggung JNB Festival 2018.

Dalam edisi kedelapan nanti, JNB Festival masih akan menampilkan beberapa pelaku musik noise dari lintas negara. Mereka antara lain Jeritan (Samarinda), Theo Nugraha (Palangkaraya), Tesla Manaf (Bandung), Malang Sub Noise (Malang), J3M5 (US), Garage Olimpo (Italia), Insultor (Jerman), Tzii (Belgia), dan masih banyak lainnya.

Dalam wawancaranya bersama Serunai, Indra Menus – yang baru meluncurkan buku bertajuk Pekak berisi catatan geliat musik noise di Asia Tenggara dan Jepang – mengungkapkan jika sedari awal JNB Festival membebaskan siapa saja untuk berpartisipasi. Namun karena peminatnya terus mengalami peningkatan, maka tim penggagas JNB Festival melakukan sistem kurasi setelah para pelaku mengirimkan materi musiknya. Hal itu semakin membuktikan keseriusan dalam proses pemilihan pengisi acara JNB Festival.

Dilihat dari jumlah line-up, JNB Festival tentu mengalami perkembangan signifikan. Selain itu, JNB Festival juga bisa menjadi ukuran bagaimana perkembangan musik noise dan eksperimental di Indonesia yang terus berkembang.

Tidak hanya memikat para pelaku, konon gelaran JNB Festival juga mampu menarik perhatian media internasional seperti The Wire, Noisey, hingga VICE.

Untuk informasi terkait JNB Festival 2018 sila pantau melalui halaman blog resmi Jogja Noise Bombing. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.