Personel God Bless bersama Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication, dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta (30/8). Foto: Rocky Antono
Personel God Bless bersama Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication, dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta (30/8). Foto: Rocky Antono

GeMusik – Dua kali tampil di Jakarta tidak menyurutkan animo penggemar musik keras untuk menyaksikan Dream Theater, band rock progresif asal Boston, Amerika. Tiket pre sale ludes hanya dalam tempo tiga jam. Setelah diadakan negosiasi dengan management Dream Theater, “Akhirnya disepakati mereka bersedia tampil dua kali, yaitu tanggal 29 dan 30 September,” kata Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication, penyelenggara JogjaROCKarta : International Rock Music Festival.

Semula festival ini akan berlangsung di Lapangan Kridosno, Jogjakarta.  Belakangan tersiar kabar bahwa venuenya akan dipindahkan ke  kompleks Candi Prambanan, sekitar 7 km dari lokasi semula.

Baca Juga: Festival Rock di Jerman Dihantui Teror Bom

Dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta (30/8), Anas menjawab tentang kesimpangsiuran tersebut. Menurutnya, memasukan Candi Prambanan sebagai bagian dari konsep acara tidak disetujui pemerintah daerah setempat. Pasalnya, terdapat banyak persyaratan yang harus dipenuhi mengingat keberadaan situs Prambanan berada di bawah pengawasan langsung UNESCO. Pihak Rajawali dan Dream Theater telah bersedia mengikuti seluruh regulasi, termasuk untuk tidak menggeber tata suara melebihi kekuatan 90 desibel yang bisa membahayakan struktur candi. Band lokal pun dipilih secara hati-hati dan sempat mengalami beberapa kali pergantian kandidat.

“Hanya God Bless yang sejak awal sudah dipastikan keikutsertaannya,” tambah Anas.

Berhubung perijinan tak kunjung terbit, Rajawali Indonesia kemudian mengincar Lapangan Kridosono sebagai venue pengganti. Dan setelah mendapat memastikan festival berlangsung dua hari, muncullah nama-nama cadas yang ikut ambil bagian. Pada 29 September : Dream Theater, God Bless, Power Metal dan Kelompok Penerbang Rocket. Pada 30 September : Dream Theater, Pas Band, Burgerkill, Roxx dan Something Wrong.

Baca Juga: Mike Portnoy Berharap Gabung Lagi Dengan Dream Theater

“Panggung sengaja akan kami desain dengan sentuhan seniman dan perupa, kami ingin menonjolkan sisi seni yang memang Jogja dikenal sebagai ibukota senirupa Indonesia,” papar Bakkar Wibowo, Project Director. Namun hingga jumpa pers usai, Anas mengaku terus berusaha melakukan pendekatan dengan pihak pemda untuk memperoleh ijin penggunaan Candi Prambanan.

Bagi God Bless, tampil sepanggung dengan musisi internasional bukan hal baru. Beberapa supergrup yang pernah mereka dampingi antara lain Helloween, Uriah Heep, Suzi Quatro dan tentu saja Deep Purple. Dalam menghadapi persiapan JogjaROCKarta : International Rock Music Festival para personelnya terlihat santai. “Mungkin kami akan menambah lagu-lagu yang bernuansa etnik,” Keyboardis Abadi Soesman memberi bocoran.

Karakter musik God Bless sendiri memiliki banyak kesamaan dengan Dream Theater. Materi album Cermin, misalnya, memperlihatkan bagaimana elemen rock progresif sudah menjadi bagian dari proses kreatif mereka. Album ini dirilis pada 1980. Sementara itu Dream Theater terbentuk pada 1985 dengan nama Majesty. Baru pada 1989 meluncur debut albumnya, When Dream And Day Unite. (*)

Baca Juga: God Bless Menggempur JIEXPO Pekan Raya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.