GeMusik – Kesempatan kali ini menjadi momen spesial bagi unit metal Karat, pada hari yang sama mereka meluncurkan 2 video musik sekaligus, diunggah melalui kanal youtube resminya, “Duka Fanatisme” dan “Diorama Asa”.

Dalam putaran Story Behind The Scene Part 2 (Selasa 14/2), Karat membeberkan kisah dibalik pembuatan video “Duka Fanatisme”, dihadiri pula aktor pemeran utama dalam video tersebut, sayangnya tim produksi yang menggawangi hingga video ini dirilis tidak dapat hadir malam itu. Tema dari video “Duka Fanatisme” tidak terlepas dari lirik lagunya, dimana didalamnya menggambarkan mengenai kondisi seseorang yang menjadi korban kekolotan fanatisme dari sebuah pemikiran ataupun aliran tertentu. Ide cerita video tersebut juga datang dari kisah hidup sang aktor pemeran utama. Sang aktor mulai merasakan kerasnya hidup saat kelas 2 SMP, mulai dari pengalaman hidup dijalanan, tidur dikolong jembatan, dipukuli preman tanpa alas an yang jelas, dan masih banyak duka-duka lainnya.

Proses pembuatan video “Duka Fanatisme” memakan waktu kurang lebih 10 hari, selain mengambil beberapa scene ditempat berbeda juga harus terkendala oleh cuaca, sedikit cerita dari pengalaman mereka saat pengambilan gambar untuk Ferry Murrieta (vokalis karat) yang sempat tergelincir masuk kedalam kubangan air yang begitu dalam sampai sekitar 5 meter, hingga 10-15 detik berlalu akhirnya Ferry muncul kembali kepermukaan air. Saking tegangnya personil Karat yang lain beserta kru sampai tidak bisa berbuat apa-apa, antara kaget setengah mati serta bingung harus melakukan apa. Kepala Ferry sempat terbentur batu sampai berdarah saat berada didalam air. Akhirnya Karat dan tim produksi sepakat untuk pindah lokasi, dan mulai memikirkan cara yang lebih aman. “Menegangkan dan juga menyenangkan teringat reaksi kita yang hanya diam sambil teriak-teriak memanggil Ferry saat itu”, ungkap Ega (gitaris Karat).

Ditanya perihal biaya produksi oleh tim panelis malam itu, Ega kembali berujar, bahwa mereka secara keseluruhan, menggunakan sumber daya yang sudah ada, mulai dari tempat, pemeran sampai pada kebutuhan kamera dan piranti lainnya. Mungkin hanya sebatas memenuhi kebutuhan konsumsi tim saja. Karat juga berterima kasih kepada tim rumah produksi Rojokeling, yang malam itu juga hadir. Rumah produksi Rojokeling ini adalah sebuah tempat workshop pengerajin kayu, dimana para pekerjanya adalah orang-orang yang dulunya aktif diskena underground dan punk. Rojokeling menjadi salah satu tempat pengambilan gambar dalam video “Duka Fanatisme”.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.