Kembalinya Para Jendral

Lama fakum dari dunia rekaman, BIP muncul dengan album baru dan langsung melakukan tur hingga bulan November

0
775
Pay (gitar), Indra Q (keyboard), Bongky (bass), Ipang (vokal). Foto: Dok. BIP
Pay (gitar), Indra Q (keyboard), Bongky (bass), Ipang (vokal). Foto: Dok. BIP

GeMusik – BIP akhirnya merilis album baru berjudul Kata Jendral. Peluncurannya berlangsung nyaris tanpa publikasi. Tema besarnya berkisah seputar keseharian. Salah satunya adalah “Jalan-Jalan”.Isu yang tak terlalu baru sebenarnya. Sejak lama BIP memang cenderung menghindari tema berbau politik atau hal-hal yang bersifat sesitif lainnya.

“Capeklah kalau harus ikutan ngomong politik. Di socmed kan hampir setiap hari orang bicara politik. BIP pengin mengajak orang untuk bersantai. Yuklah kita jalan-jalan sejenak,” jelas Irfan Fahri Lazuardi, yang akrab dipanggil Ipang. Ada pula “Bokap Gw Bilang” yang bernuansa blues, berisi ajakan untuk kembali kapada nilai-nilai kelarga seraya mengesampingkan keduniawian. Jika pun harus menyampaikan ‘sentilan’, sifatnya lebih berupa otokritik seperti “Bukan Fotokopi” yang menekankan pentingnya musisi memiliki identitas. Secara keseluruhan musiknya pun tidak menampilkan bebunyian yang menonjok. Masing-masing menampilkan karakter kedewasaan. Pay tetap pada detil petikannya. Bongky tetap setia dengan sound ‘kotor, dan karenanya terdengar nyambung dengan sound vitage-nya drum (dimainkan oleh Dede Kumala)

Dirilisnya album Kata Jendral sekaligus mengakhiri spekulasi bahwa keberadaan Bongky Marcel (bas), Ipang (vokal), Indra Qadarsih (keyboard) dan Pay (gitar) sudah sangat sulit dipersatukan karena kesibukan masing-masing. Fakta ini memang tidak bisa disangkal. Namun para personilnya seperti tak terlalu ambil pusing benar. “BIP itu nggak mungkin bubar. Kami sudah kayak keluarga, bukan sekadar grup band” kata Pay. Secara panjang lebar dia menjelaskan bahwa kesibukan masing-masing bukan alasan untuk membubarkan diri.

Toh, meski jarang berkumpul dan memiliki ketidakteraturan dalam merilis album, BIP merupakan band yang memiliki hubungan unik dengan fansnya (biasa disebut Bipers). Album Kata Jendral, misalnya, terlahir atas desakan mereka. Agar para idolanya bangkit dari tidur yang panjang, sebanyak 350 Bipers lantas melakukan crowd funding guna menutupi biaya produksi, diinisiasi oleh Kika Syafii. Inilah album BIP pertama yang diproduksi secara indie. “Tadinya mau diberi judul E = MC2, tapi kemudian diganti,” jelas Pay. Kata ‘Jendral’ sendiri berasal dari panggilan Bipers kepada Ipang dan kawan-kawan.

Untuk sementara, para Bipers bisalah menarik nafas lega. Setelah Kata Jendral rampung, BIP langsung melakukan tur sampai November mendatang. Setidaknya hingga tur berakhir, band ini masih akan sering tampil bareng di berbagai kota. Sisi positifnya, hal ini mendorong munculnya dialog kreatif di antara personil. “Kami sekarang jadi senang sekali bicara tentang konsep panggung, termasuk melakukan revisi dari panggung satu ke panggung yang lain. Hal yang sebelumnya nggak pernah kami lakukan,” tutur Ipang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.