KPR Siap Bikin Kejutan

Trio Kelompok Penerbang Roket bakal menggelar show tunggal pertama dan terpanjang.

0
104
KPR
Formasi Kelompok Penerbang Roket (dari kiri ke kanan): John Paul Patton (vokal/bass), Rey Marshall (gitar) dan I Gusti Vikranta (drum) (Sumber: Locker Group)

GeMusik – Trio rock beroktan tinggi yang tengah naik daun, Kelompok Penerbang Roket (KPR) didaulat sebagai penampil khusus di event bertajuk A Night At Schouwburg, sebuah pertunjukan yang akan diabadikan dan dirilis secara terbatas dalam bentuk CD dan vinyl yang mengangkat musikalitas dan aksi panggung terbaik musisi populer Indonesia di Gedung Kesenian Jakarta.

A Night at Schouwburg berawal dari penampilan Naif pada 20 September 2008 di tempat yang sama dan menjadi salah satu pertunjukan musik terbaik yang pernah disaksikan negeri ini. Pertunjukan sepanjang tiga jam itu penuh dengan kecakapan bermain musik, hiburan segar, petualangan audio-visual dan interaksi alami yang terjalin hangat dengan penonton. Satu paket kekuatan pertunjukan yang belum pernah semaksimal itu ditampilkan sepanjang 13 tahun perjalanan Naif.

Menyadari daya sihir yang ditawarkan gedung bersejarah itu, bassis Naif, Emil Hussein bersama rekan-rekannya; Coki Singgih, Chico Hindarto dan Aria Baja, membentuk kolektif Jababa, dan memutuskan untuk menjalankan konsep malam pertunjukan musik di Schouwburg tersebut secara berkala yang akan dimulai pada 17 Desember 2017 berkat kerja sama antara Jababa Records, Locker Event dan Berita Angkasa Management.

“Musisi populer Indonesia itu potensinya gila, sehingga penting banget punya panggung yang bener, terkonsep, dengan tempat yang ideal untuk merekamnya untuk hasil terbaik. Tempat itu adalah Gedung Kesenian Jakarta. Apa yang dicapai Naif saat tampil di sana itu memang merupakan inspirasi, dan kami ingin membawa A Night at Schouwburg ke tingkatan yang lebih luas,” ujar Coki Singgih, salah satu penggagas Jababa Records, dalam sesi konferensi pers di The Fifth Kemang, 16 November 2017.

“Itu akan menjadi show tunggal pertama dan terpanjang kami. Akan ada lagu-lagu yang belum pernah dibawakan secara live, lagu-lagu lama dengan aransemen baru, dan beberapa hal yang belum pernah kami eksekusi sebelumnya,” terang Viki, penabuh drum KPR.

Dewan Kesenian Jakarta sebagai lembaga yang mengkurasi penampil di GKJ mendukung sepenuhnya konsep A Night at Schouwburg yang bakal menghadirkan sesuatu yang baru bagi tempat tersebut. A Night at Schouwburg akan hadir secara reguler dalam beberapa kesempatan lain di tahun depan. Setiap pertunjukannya akan direkam dan hasilnya akan dirilis dalam bentuk DVD untuk format audio visual, serta CD deluxe, dan piringan hitam untuk format audio dalam jumlah terbatas.

“Penampil di GKJ selalu menyesuaikan dengan tempatnya, dan KPR akan tampil dengan ekspresi khas mereka secara penuh, bisa jadi menjadi musik terbising yang pernah tampil di tempat bersejarah tersebut,” ujar Aria Baja.

KPR, grup yang beranggotakan Rey Marshall (Rey), John Paul Patton (Coki) dan I Gusti Vikranta (Viki) ini sendiri sudah menghasilkan dua buah album, beberapa single, dan akan merilis album penuh terbarunya dalam waktu dekat. KPR berjanji akan mengerahkan segenap kemampuan mereka saat tampil di tempat ‘angker’ seperti GKJ. “Kami akan melakukan yang terbaik dan akan menunjukkan keliaran kami dengan (kemasan) musik dan aransemen (yang beda),” tandas Viki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.