Lagu Baru Crimson Diary Sentil Radikalisme Agama

Single terbaru dari unit rock alternatif asal kota Malang ini akan menjadi bagian dalam mini album terbaru yang akan dilepas dalam waktu dekat.

0
23

GeMusik – Setelah melahirkan album kedua bertajuk Diary of Crimson (2016) dan melakoni serangkaian tur di banyak kota, produktifitas unit rock alternatif asal kota Malang, Crimson Diary, kembali berlanjut. Kali ini mereka mengenalkan single terbaru dalam wujud video musik berjudul “Ideologi”.

Melalui single “Ideologi”, Crimson Diary mencoba untuk menyuarakan kegelisahan mereka terhadap radikalisme yang belakangan semakin meresahkan dan mengancam persatuan negeri ini.

“Saya menulis lagu ini dari kesedihan terhadap manusia yang mengatasnamakan Tuhan demi membenarkan segala tindakan mereka,” jelas gitaris/vokalis Bill, selaku penulis lirik.

Gerakan radikal dengan mengatasnamakan agama memang menjadi isu serta permasalahan serius yang harus dihadapi bersama. Sekarang aktifitasnya menjadi momok dan ancaman bagi kehidupan bermasyarakat. Pasalnya, gerakan-gerakan tersebut menjadikan agama sebagai senjata untuk menghalalkan segala tindakannya. Termasuk sampai melayangkan nyawa tak berdosa.

Bukan sekedar merespon fenomena radikalisme semata, Crimson Diary – yang selama ini lebih dikenal dengan lirik-lirik personal – menciptakan single “Ideologi” juga didasari oleh kisah yang pernah dialami oleh salah seorang keluarga Bill.

“Keluargaku…” terang Bill. “Ada yang nyaris menjadi korbannya [bom di Surabaya].”

Video musik “Ideologi” diperankan oleh anak perempuan bernama Eve Freya Adeeva Elora, yang tidak lain merupakan putri dari Bill – yang pernah jadi inspirasi terciptanya lagu “Freja” di album kedua Crimson Diary.

Dalam video musik “Ideologi”, Freya ini tampak ketakutan menonton serangkaian aksi terorisme yang disiarkan melalui layar kaca hingga menyimpulkan aksi tersebut dengan menuliskan kata “jahat” di atas kertas.

Menurut Bill, berita-berita aksi terorisme yang kerap disuguhkan oleh media juga bisa mempengaruhi psikologis seorang anak seperti halnya Freya. Sedangkan warna merah yang tersebar di dalam video musik “Ideologi” jadi gambaran bagaimana murahnya nyawa melayang yang disebabkan oleh gerakan radikal yang mengatasnamakan agama.

Penggarapan video musik “Ideologi” dibantu oleh Bhee Tangguh sebagai pengarah sekaligus videografer yang sebelumnya juga dipercaya pada pembuatan video musik “Senja” dari debut album Senja (2014) dan “Tiada Lagi Mimpi Buruk” dari album kedua, Diary of Crimson (2017).

Crimson Diary dibentuk sejak tahun 2009. Pada tahun 2014 mereka berhasil melahirkan debut album pertama bertajuk Senja melalui label rekaman Barongsai Records. Tiga tahun setelahnya, di penghujung 2016, album kedua dengan konsep buku diari dilahirkan dengan judul Diary Of Crimson. Mereka langsung melakoni serangkaian tur promosi album ke lima kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan titel Diary Tour December 2016 Crimson Diary.

Beberapa bulan setelahnya giliran Jakarta, Bandung dan sekitarnya yang dikunjungi oleh Bill dkk dalam tur yang berjudul Diary Tour April 2017 – di mana pada tur ini Crimson Diary tampil di acara Thursday Noise Vol. 11 bersama Morfem, Monkey To Millionaire, Barefood dan Billy The Klits.

Peluncuran singel “Ideologi” sekaligus menjadi pengumuman jika formasi Crimson Diary kini kembali hanya menyisakan Bill Walessa Natalendra (vokal, gitar), Muklis Huda (gitar) dan Agung ‘Bampho’ (bass). Meski demikian, Bill mengaku jika bongkar pasang personil tak akan menghalangi produktifitas Crimson Diary dalam berkarya.

Janji Bill di atas dibuktikan dengan rencana mini album yang akan dilepas dalam waktu dekat di bawah label rekaman Nadapita Records yang juga memuat lagu “Ideologi” di dalamnya. (*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.