Loudness Tetap Agresif

Sebuah album pemberontakan yang berisi amunisi tajam

0
121
Loudness
Formasi Loudness (kiri ke kanan): Masayoshi Yamashita (bass), Minoru Nihara (vokal), Masayuki Suzuki )drum), dan Akira Takasaki (gitar). Sumber: Dok. Loudness

GeMusik – Unit metal veteran berbasis Jepang, Loudness, akan merilis album baru : Rise To Glory pada 26 Januari 2018 mendatang via earMUSIC. Tindak lanjut dari The Sun Will Rise Again (2014) ini dikemas dalam balutan musik agresif, melodik  yang disertai getaran-getaran positif. “Album ini akan membuatmu bahagia, membuatmu merasa segar,” ungkap vokalis Minoru Nihara.

Album ini mengalir dengan berbagai jenis muatan. Dari komposisi rock bertenaga “Tornado Massive” sampai yang bersemangat muda “Soul On Fire”, dari lirik tentang kehidupan yang memuliakan dalam “I’m Still Alive” hingga sebuah deklarasi akan peperangan di dunia metal pada “Rise To Glory”, seluruh lagunya benar-benar cocok untuk masa-masa yang mendewakan pemberontakan. Belum lagi isian gitar dari virtuoso Akira Takasaki yang begitu membakar sekaligus menyayat di sekujur album. “Saya memainkan banyak part gitar, lebih dari album lainnya di abad ini. Selain solo gitar di setiap lagu, ada lagu yang menakjubkan di trek instrumental (“Kama Sutra”) yang bersandar pada sisi progresif band ini,” tukas Akira.

Selain lagu-lagu bertempo cepat seperti “Massive Tornado”, “No Limit”, dan “Rise To Glory”, metode penulisan lagu yang variatif ala Loudness juga akan membawa para pendengar ke sebuah perjalanan yang menakjubkan. “Rain” bermuatan butiran-butiran  suasana hati yang melankolis , “Until I See The Light” mengedepankan sisi melodik Loudness, dan “Let’s All Rock” memiliki spirit yang mampu membangkitkan gairah penonton ketika dimainkan di atas panggung.

Selain tersedia dalam versi CD standar untuk rilisan Eropa dan Amerika Serikat, album ini akan disertai dengan Samsara Flight, sebuah koleksi berisi 13 lagu klasik Loudness yang telah direkam ulang dan pertama kali dirilis di Jepang pada tahun 2016. Lagu-lagu di dalamnya termasuk “Loudness” dan “In The Mirror”.

Sepanjang perjalanan 26 tahun karirnya, Loudness telah merilis 26 album studio, beberapa di antaranya beredar di Amerika Serikat.  Line-up band ini telah mengalami bongkar pasang berkali-kali dan saat ini terdiri dari tiga anggota orijinal – Minoru Nihara (vokal), Akira Takasaki (gitar) dan Masayoshi Yamashita (bass) – bersama drummer Masayuki Suzuki yang bergabung pada tahun 2009. Drummer orijinal Loudness, Munetaka Higuchi, meninggal dunia pada tahun 2008 setelah berjuang melawan kanker hati selama satu tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.