Memperingati Satu Dekade Tragedi AACC

Mengenang tragedi meninggalnya 11 penonton dalam konser Beside di Bandung, yang kemudian mengubah tatanan ranah musik serta pergerakan komunitas setempat ke arah yang lebih baik, makin solid dan tangguh.

0
216
tragedi AACC
Mengenang Tragedi AACC - Foto Dok. Beside.

GeMusik – Satu dekade sudah Tragedi AACC terjadi dan gaungnya hingga kini terus terasa. Ide dan wacana mengenai ruang yang layak bagi anak muda Bandung serta berbagai dinamikanya terjadi dalam sepuluh tahun terakhir, beriringan dengan gairah yang terus bergelora di ranah kreativitas anak muda Bandung. Berbagai pergerakan bermuara menjadi representasi dari cita-cita mengenai regenerasi, tatanan kehidupan ranah musik yang saling terintegrasi dengan kelompok-kelompok masyarakat lain, serta terbentuknya kultur hibrida di kalangan anak muda Bandung yang mengarah pada penggalian nilai-nilai kearifan lokal dan penetrasi ke dunia global.

Merangkum semua gejolak itu, peringatan Satu Dekade Tragedi AACC menghadirkan Eargasm, sebuah film dokumenter karya sineas muda Yolanda Christian yang mengisahkan satu sudut pandang bergulirnya hasrat musik anak muda sepuluh tahun pasca Tragedi AACC. Mengiringinya, digelar pula diskusi publik yang menghadirkan Helvi Syarifuddin, Kenny Dewi Kaniasari, Reggi Kayong Munggaran, dan Kimung. Diskusi yang dimoderatori oleh Dini Nurdiyanti akan membahas bagaimana proses regenerasi terjadi, pola kerja sama antara ranah musik Bandung dengan kelompok-kelompok masyarakat lain, pola pendampingan hukum, ketersediaan atas ruang ekspresi anak muda, serta pergerakan internasional yang dilakukan di ranah musik Bandung. Dalam acara ini juga menggelar doa bersama Ustadz Hanan Attaki Lc.

Sepuluh tahun silam, komunitas musik (metal) di seluruh Indonesia bahkan dunia berduka atas tragedi yang terjadi di kota Bandung. Saat itu, tepatnya tanggal 9 Februari 2008, Beside mengelar konser launching album perdana mereka yang bertajuk Againts Oursleves. Antusiasme para metalhead terhadap pertunjukan itu ternyata sangat besar dan di luar perkiraan. Gedung Asia Africa Culture Center atau populer dengan sebutan Gedung AACC yang berkapasitas maksimal 500 orang malam itu dipadati oleh hampir seribu orang. Berlebihnya kapasitas penonton, kurangnya sirkulasi udara di dalam ruangan, kurang siapnya penyelenggara, serta penonton yang sulit dikendalikan menyebabkan konser itu berakhir jadi tragedi. Tercatat 11 orang penonton meninggal dunia akibat terinjak-injak dalam venue tersebut.

Duka itu memberikan banyak pelajaran bagi komunitas musik (metal) dan industri pertunjukan untuk menata kembali performanya. Seiring waktu, anak-anak muda yang terlibat dan ikut merasakan dampak dari Tragedi AACC ini kembali bekerja serta berkarya secara lebih rapi, kuat, solid, dan profesional.

Peringatan satu dekade Tragedi AACC akan digelar di Gedung New Majestic, 9 Februari 2018, pukul 18:00. Mari ringankan langkah untuk berdoa dan membangun ranah musik ini bersama-sama. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.