Menapak Jejak Dian Pramana Poetra

Untuk mengenang kepergian Dian Pramana Poetra, kami menengok kembali warisan musikal dari sang legenda pop kreatif Indonesia itu. Juga memilih 5 karya lagu esensialnya.

0
32
Dian Pramana Poetra - Foto dok. Istimewa

GeMusik – Kamar duka kembali menyelimuti langit blantika musik Indonesia. Kamis malam kemarin (27/12), musisi kawakan tanah air Dian Pramana Poetra meninggal dunia akibat penyakit Leukimia atau kanker darah di rumah tinggalnya di Jakarta. Sebelumnya, ia dikabarkan sempat pingsan pada saat bepergian untuk konser, dan terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit Hermina, Jakarta.

Bibit dan Jejak Musikal

Bakat bermusik Dian PP konon mengalir dari lingkungan keluarganya. Ayahnya mahir bermain jazz dan sang ibu adalah seorang penyanyi keroncong. Dian PP lalu ikut bergabung dalam sebuah vokal grup bernama Bourest, yang dibentuk Yoppie Doank pada tahun 1977. Di vokal grup ini juga tergabung musisi yang baru saja pulang dari Jerman, Bagoes A. Ariyanto – yang kelak menjadi mitra bermusik Dian PP.

Dalam ajang festival Lomba Cipta Lagu Remaja 1980, Dian sempat meraih juara tiga lewat lagu yang berjudul “Pengabdian”. Dian PP lantas membentuk trio K3S (Kelompok 3 Suara) bersama Deddy Dhukun dan Bagoes A. Ariyanto. Trio ini sempat mengeluarkan sejumlah album yang cukup dikenal pada masanya.

Karir solonya sebagai penyanyi pria telah sukses melahirkan enam album studio dalam rentang tahun 1983-1989. Salah satu albumnya yang paling gemilang adalah Intermezzo yang dirilis oleh label rekaman Jackson Records & Tapes, pada tahun 1984.

Album Intermezzo ini menduduki peringkat 80 dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia (edisi Desember 2007). Di sana jurnalis musik (alm) Denny Sakrie sempat mengatakan, “Jika menyimak lagu-lagu di album kedua Dian PP ini seperti ‘Kubawa Kau Serta’, ‘Inspirasi’, ‘The Second Night’, ‘Cinta Kita’, atau ‘Selama Kau Ada’ maka terbaca jelas karakter Dian PP yang memberi kontribusi terhadap hiruk pikuk musik pop era ‘80-an. Saat itu merebak sebuah terminologi yang unik yaitu Pop Kreatif, terutama untuk mengkategorikan musik jazzy ala Dian PP ini.”

Kehadiran Dian PP di industri musik Indonesia akhirnya disebut-sebut ikut menambah deretan musisi tanah air yang serba bisa, dengan talenta kuat dalam menetaskan karya-karya berkualitas.

Sebagian album solo Dian PP – Foto dok. Josechoalinge-blogspot

Sekutu Musikal dengan Deddy Dhukun

Memasuki dasawarsa ’80-an, kegiatan musik Dian PP semakin bercabang. Yang paling dikenal tentu adalah ‘persekutuannya’ dengan sahabatnya, Deddy Dhukun, dalam berkarya dan menulis lagu.

”Biasanya saya menemukan melodi, dan Deddy mulai menuliskan lirik lirik yang catchy,” jelas Dian PP, sebagaimana dikutip dari blog Denny Sakrie. Pasangan ini kemudian kebanjiran pesanan membuat lagu dari sederet artis-artis rekaman.

Bersama Deddy Dhukun, Dian PP juga membentuk grup bernama 2D yang mereka dirikan sejak tahun 1983. Grup 2D ini pun sukses melahirkan empat album studio. Di antara lagu mereka yang populer dan meledak di pasaran yaitu “Keraguan” (1987).

2D: Deddy Dhukun & Dian PP – Foto oleh Bambang E Ros / Bintang.com.

Sebagai Komposer di Balik Karya Monumental

Karir bermusik Dian PP pun cukup moncer saat berada di balik proses produksi dan penulisan lagu. Bersama Deddy Dhukun, dia pernah menciptakan lagu “Melayang” yang melejitkan nama January Christy. Tembang tersebut bahkan didapuk berada di posisi 34 dari 150 Lagu Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia (edisi Desember 2009).

“Lagu ciptaan Dian PP & Deddy Dhukun ini cukup mengangkat nama January Christy, yang vokalnya disebut-sebut mirip Michael Franks,” tulis Denny Sakrie ketika itu.

Kesuksesan lagu itu juga menobatkan Dian PP sebagai seorang komposer handal. “…Lagu itu memberi horizon baru pada scene musik jazz Indonesia,” tambah Denny MR saat mengulas album Melayang terbitan Aquarius / Pro Sound (1986) – di posisi 78 dalam 150 Album Indonesia Terbaik – untuk majalah Rolling Stone Indonesia.

Dian PP juga menciptakan lagu-lagu yang mengesankan seperti “Keraguan” (bersama Deddy Dhukun) dan “Masa Kecilku” (bersama Sumiati) untuk Elfa’s Singer di album Kasmaran (Team Records, 1987) – yang juga nongkrong di nomer 141 dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik di majalah Rolling Stone Indonesia.

Penulisan lagu dan komposisi musik Dian PP lantas banyak dinyanyikan oleh sejumlah musisi tanah air lainnya, seperti Tika Bisono, Chrisye, Utha Likumahuwa, hingga Ruth Sahanaya. Di tahun 2014, Dian PP sempat merilis album kolaborasi dengan Fariz RM di bawah label rekaman Target Pro – di mana lagu-lagu mereka digubah dan dinyanyikan kembali oleh para musisi muda seperti Sore, Sandhy Sandoro, Ecoutez, dan Isyana Sarasvati.

Fariz RM & Dian HP bersama CD album kolaborasi mereka berdua – dok. harnas.

Warisan Sang Legenda Pop Kreatif

“Dian PP adalah sedikit dari penyanyi pop pria yang berhasil menyusupkan anasir jazzy dalam karya-karyanya di dasawarsa ‘80-an,” puji Dennie Sakrie, suatu kali. “Komposer dan penyanyi ini tampaknya banyak dipengaruhi penyanyi pop pria yang cenderung jazzy pada era ‘80-an, sebut saja Gino Vannelli, Michael Franks, maupun Kenny Loggins dan Kenny Rankin.”

“Jika ingin memetakan perjalanan musik Dian Pramana Poetra, maka kita seolah memandang sebuah kuala yang sarat dengan karya karya musiknya. Tak pelak lagi, dia adalah seorang kreator yang produktif dalam ranah musik pop,” tulis Denny Sakrie di blognya. “Dian telah menghasilkan sederet hits yang dinyanyikan penyanyi papan atas mulai dari Chrisye, Vina Panduwinata, Utha Likumahuwa, Sheila Madjid, Harvey Malaihollo, Fariz RM, Broery Pesolima, Ruth Sahanaya, Trie Utami, January Christy, Syaharani, Glenn Fredly dan masih berderet panjang lagi.”

Dengan kata lain, Dian PP termasuk salah satu peletak dasar corak musik pop Indonesia, khususnya di era ‘80-an. Pencapaian musisi ini sangat menginspirasi generasi pop di zaman itu maupun setelahnya. Sekalipun telah tiada, karya musik Dian PP akan terus abadi dan selalu layak dikenang.

Berikut kami pilihkan 5 karya lagu esensial dari Dian Pramana Poetra – baik ketika dia sebagai penyanyi maupun pencipta.

01. “Kubawa Kau Serta” – Dian PP, album Intermezzo (1984)

02. “Kau Seputih Melati” – Dian PP, album Kau Seputih Melati (1986)

03. “Keraguan” – 2D, album Keraguan (1987)

04. “Masih Ada” – 2D, album Masih Ada (1989)

05. “Melayang” – January Christy, album Melayang (1986)

Selamat jalan, Dian Pramana Poetra. Karyamu abadi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.