Menengok Iksan Skuter Dari Warung Srawung Hingga Kayutangan

Gitaris sekaligus penyanyi bersuara lantang ini mengajarkan bagaimana musisi harusnya terus berkarya, serta berani memposisikan musik di atas segalanya. Seperti belakangan, Iksan Skuter merilis sederet video musik yang menarik dan menggugah.

2
405
Iksan Skuter
Iksan Skuter saat produksi video di Kayutangan.

GeMusik – Sejauh ini ksatria bergitar dari kota Malang, Iksan Skuter, menjadi musisi yang memiliki kesadaran tinggi tentang apa dan bagaimana yang seharusnya ia lakukan, serta berikan kepada pendengarnya. Itu antara lain: Menjadi ‘penyambung lidah’ bagi rakyat kecil yang tak memiliki kesempatan untuk menyuarakan ketidakadilan, membuka mata akan kondisi lingkungan yang semakin digerus habis-habisan, menyadarkan pendengar dengan topik-topik sosial – mulai dari soal pertemanan, pekerjaan, hingga keluarga.

Ya, semua itu sudah pernah ia lantangkan lewat semua catatan diskografinya.

Di luar itu semua, Iksan Skuter juga bisa dijadikan figur yang tepat tentang bagaimana seharusnya musisi menempatkan musik di bagian paling depan dan terpenting. Bukan hanya mengandalkan paras atau jutaan pengikut di akun media sosial kemudian baru meletakkan musik pada urutan yang kesekian.

Hebatnya lagi, Iksan Skuter bisa menjaga dan mempertahankan itu semua.

Beberapa hari belakangan Iksan Skuter tampak disibukkan dengan berbagai kegiatan live session-nya yang dilakukan bersama tim kreatif audio-visual, Visuallectica. Semua tayangan hasil kegiatannya itu bermuara pada saluran resmi YouTube milik Iksan Skuter.

Tidak tanggung-tanggung, dalam seminggu ini saja, terhitung sudah lima video yang ditayangkan di sana. Termasuk satu video lirik untuk lagu “Cinta Itu Adalah” dari album keempat, Shankara (Barongsai Records, 2015) dan satu live session berdurasi setengah jam yang diambil dari arsip lama garapan Audioview.

Sedangkan stok lainnya adalah video live session yang dilakukan di berbagai tempat, mulai dari Warung Srawung hingga trotoar kawasan Kayutangan, Malang.

Dalam tayangan video live session yang telah diunggah, Iksan Skuter membawakan lagu-lagu yang pernah termuat dalam album lamanya. Seperti misalnya “Bukan Kidung Cinta” dan “Teruslah Miskin Teruslah Bodoh” dari album Folk Populi Folk Dei – yang kedua sesi tersebut direkam di Warung Srawung, kedai kopi milik Iksan Skuter di Malang.

Nikmati video live perform di perempatan Jalan Kayutangan Kota Malang kemarin sore. Dengan penonton yang hilir mudik kejar setoran dan kejar tayang,” tulis Iksan Skuter lewat unggahan Instagram-nya.

Video yang dimaksud itu adalah sesi live terbaru Iksan Skuter bersama Visuallectica yang diambil di tengah hiruk-pikuk jalanan dan berlatar tembok dipenuhi grafiti di sudut perempatan Jalan Kayutangan, Malang.

Dalam video tersebut, Iksan Skuter membawakan lagu “Jangan Seperti Bapak” yang diambil dari album keenamnya, Gulali. Tembang itu mirip semacam ode perenungan dan doa dari seorang Bapak untuk anaknya yang begitu menyentuh dan intim. Dengan penuh penghayatan, Iksan Skuter bernyanyi, “Nak, Janganlah seperti Bapak / Yang susah mewujudkan mimpinya / Terbanglah terbang melambung ke angkasa turuti apa kata hatimu / Tinggilah tinggi dan seperti matahari menyinari seisi dunia…”

Dunia memang terus tumbuh dan tergesa-gesa. Itu yang terkadang membuat banyak musisi lupa apa yang seharusnya mereka kejar dan lakukan selayaknya seorang musisi. Tapi tidak demikian dengan Iksan Skuter, yang cukup sadar dengan apa yang seharusnya dilakukan sebagai seorang musisi. Berkarya. Terus-menerus.

Iksan Skuter baru-baru ini juga terlibat dalam proyek yang digagas 37Suara. Di mana dalam proyek tersebut Iksan Skuter bersama Citra Aulia Prastika dari Gubuk Baca Anak Alam menyuarakan lagu anak-anak yang berjudul “Terima Kasih Petani”.

Sampai detik ini, sudah enam album musik yang berhasil Iksan Skuter lahirkan. Itu belum termasuk proyek kompilasi atau penulisan lagu yang kerap melibatkan namanya. Karya-karyanya bakal terus berlanjut. Diskografinya akan semakin panjang. (*)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.