Menengok Kembali Gestures Atlesta

Setahun yang lalu, Atlesta resmi merilis albumnya yang paling ambisius, menantang serta sarat akan nuansa sinematik.

2
58
Gestures Cover Artwork by Grapya Wastika and Ganesia Ardi.

GeMusik – Album studio ketiga Atlesta yang bertajuk Gestures dirilis versi digitalnya pada tanggal 17 Juli 2017, sedangkan versi fisiknya diedarkan mulai tanggal 21 Juli 2017 oleh label rekaman Pops You Good dalam dua kemasan; versi regular dan deluxe edition.

Sebelum ini, Atlesta juga sudah pernah merilis dua album studio, Secret Talking (2012) dan Sensation (2014), serta satu album live-recording bertajuk Live at Boulevard Hill (2015).

“Ini album yang paling ribet buat Atlesta. Prosesnya cukup lama dan memakan biaya yang lumayan banyak juga…” tegas Fifan Christa, pemuda yang berada di balik brand dan nama panggung Atlesta, mengenai album Gestures.

Baca Juga: Senandung Romantika Blues di Album Amik Brothers

Saat mengerjakan materi album Gestures, Fifan Christa mengaku banyak mengurung diri di dalam studio. Menghabiskan banyak waktu untuk mengkonsep dan merancang terobosan musik terbaru. Ia mengaku menulis materi musik Gestures sejak tahun 2015, kemudian mulai masuk proses rekaman pada awal tahun 2016 di lokasi yang berpindah-pindah.

Proses rekaman album Gestures dikerjakan di tiga tempat: Delicore Studio (Yogjakarta), ALS Studio (Jakarta), dan ETC Studio (Malang). Untuk proses mixing-nya dilakoni oleh Wendi Arintyo di ALS Studio. Sedangkan sesi mastering-nya dikerjakan oleh Steve Corrao di Sage Audio, Nashville, Amerika Serikat.

Baca Juga: Grimloc Records Lepas Album Bengis Milik Krowbar

“Dari materi dasar yang sudah jadi banyak yang lalu saya ulik lagi. Hampir setiap lagu, revisinya bisa di atas 10 kali,” ungkap Fifan Christa. “Awalnya ada stok 18 lagu. Trus kita seleksi lagi bareng-bareng sama tim manajemen Atlesta jadi 14 lagu. Sampai akhirnya diputuskan 13 lagu yang layak masuk di album Gestures…”

Dalam proses pengerjaan album Gestures, Fifan Christa dibantu oleh beberapa musisi. Seperti Mahatamtama Arya yang mengisi bagian gitar pada hampir semua lagu. Lalu ada Intan Ayu Wulansary dan Ristri Putri (eks Knee and Toes) yang merekam vokal latarnya untuk sejumlah track.

Fifan Christa (Atlesta)
Fifan Christa (Atlesta) – Photo by Adjie Sueb Prasetya.

Ketika merancang konsep Gestures, Fifan Christa mengaku justru mendapat banyak inspirasi dari referensi film-film kategori indie-cult yang biasanya cenderung flat. Pengaruhnya agak terasa pada nuansa album Gestures yang menjadi agak ‘sinematik’. Penuh dengan tensi yang datar serta plot twist.

“Gara-gara suka film, saya jadi banyak mendengarkan komposisinya Thomas Newman dan Hans Zimmer,” tutur Fifan Christa yang juga menggemari kisah-kisah superhero terbitan Marvel dan DC Comics.

Kalau secara musikal, album Gestures ini menurut Fifan Christa membawa denyut pop yang ambient. Ia juga menambahkan unsur-unsur dari jenis musik dream pop, nu disco, darkwave, soul, R&B, sampai elektronik 70-an sebagai referensinya.

“Selama menggarap album ini saya banyak mendengarkan Fatboy Slim, Depeche Mode, The Cure, Sting, sampai Gorrilaz…” katanya. “Juga Kendrick Lamar untuk ide nada-nada hiphop dan R&B-nya…”

Baca Juga: Sambut Album Hip Hop Paling Swag dari Krowbar

Hasilnya, Gestures memang menawarkan beragam alur musik dengan pendekatan yang berbeda-beda. Seperti misalnya “Finale” yang berlaku minor dan repetitif, “Season” yang mengalun lembut dan atmosferik, “Golden Essence” yang bertempo upbeat dan danceable, “The Gravity” yang berjalan datar dan malas, hingga “Twin Cities” yang kental akan aroma pop dan sentuhan jazzy di banyak lini.

Di balik album yang diproduseri oleh Fifan Christa dan Hertasnim Syahid ini juga melibatkan tim produksi dan awak manajemen yang cukup banyak. Selain sektor produksi musik, ada beberapa orang yang ditugaskan khusus untuk menangani artwork, desain, tipografi, video, website, hingga store dan merchandise.

“Dan sesungguhnya, seluruh proses album ini cukup mengubah hidup saya…” ujar Fifan Christa dengan mimik serius. Kisah dan makna setiap lagu di album Gestures bisa disimak pada video serial #GesturesFact di kanal Youtube milik Atlesta.  (*)

2 KOMENTAR

  1. Үoull be able tο play it anytime you want.? Daddy аnswered.
    ?As a result of tаlking about how great God is makes him joyful and
    its worship. Play it before you fall asleep tonight and while you
    wake up within the morning and God can be close to you
    all day long.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.