Mengenal Warna Lain Sabiella Maris

Proyek solo dari gitaris Closure itu mengenalkan tiga lagu anyar bernuansa pop, yang sekaligus jadi batu loncatan sebelum melepas album baru.

0
111

GeMusik News – Sabtu kemarin (21/04), pada panggung Record Store Day 2018 di Digital Lounge, Malang, ada satu nama penampil yang membuat kami mengerutkan dahi. Dia adalah Sabiella Maris. Wanita berambut panjang yang kerap disapa Bella ini memang lebih dikenal sebagai personel band. Seingat kami, selain pernah menjadi personil band beraliran stoner rock, kini Bella lebih dikenal sebagai gitaris band post-punk, Closure.

Baca Juga: Kabar Baik dari Record Store Day Indonesia 2018

Namun, malam itu dirinya tampil sendiri hanya bersama gitar akustiknya. Membawakan beberapa lagu bernuansakan pop yang asing di telinga. Lalu beberapa hari kemudian, melalui label rekaman anyar yang belakangan pergerakannya cukup masif, Fallyears Records, Bella mengumumkan proyek solonya itu dengan mengunggah tiga materi lagu berjudul “Dope”, “Sunshine In The Sky”dan “Cry Over Split Milk”.

“Sudah lama bikin lagu, tapi disimpen aja karena gak pede,” tutur Bella mengenai proyek solonya ini.

Bergabungnya Bella ke label rekaman Fallyears Record – yang juga menaungi Dizzyhead, Linger dan Beeswax – tampaknya memecut semangat baru. Bikin dia berani merekam musik secara lebih serius. Hasilnya, tiga lagu bernuansakan pop yang lembut, manis dan ceria akhirnya dilepas ke publik melalui kanal Soundcloud milik Fallyears Records.

Sabiella Maris

“Intinya aku ingin berbagi pengalaman lewat lagu. Lirik-liriknya pun seputar pengalaman pribadi,” lanjut perempuan yang mengaku banyak terinspirasi dari proyek musik seperti Bane’s World dan Mac Demarco.

Meski memutuskan bersolo karir, Bella mengaku jika penggarapan aransemen musiknya juga dibantu oleh teman-temannya. Itu sebabnya, terdapat banyak instrumen musik yang mengiringi Bella bernyanyi, mulai dari drum, piano, sampai gitar.

Di kota Malang sendiri belakangan subur tumbuh proyek musik baru. Proyek-proyek musik ini biasanya dilahirkan karena keinginan pelakunya yang ingin mencoba mengulik nuansa musik yang berbeda dari apa yang dipresentasikan bersama grup/proyek sebelumnya. Wajar, mengingat pola konsumsi musik sekarang lebih mudah dan membuat telinga penikmat musik lebih kaya akan warna. Terlebih lagi perkembangan zaman yang semakin maju sekarang membuat produksi musik semakin mudah.

Baca Juga: Ayo Bersiap untuk Perayaan Ulang tahun ke 10 Record Store Day!

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Bella yang mengaku selama perjalanan bermusiknya dirinya memang sering bergonta-ganti warna musik sebelum akhirnya menemukan warna yang pas dengan liriknya.

“Saya hanya ingin membuat sesuatu yang jujur berdasarkan bagaimana situasi saya sekarang, apa yang saya rasakan dan dengarkan,” tutur Bella.

Ada beberapa kekhawatiran yang selalu membayangi setiap proyek musik baru sekarang. Yakni, seberapa serius para pelaku musik tersebut menjalankan proyek musik terbarunya itu.

Namun, Bella bersama Fallyears Records tampaknya memiliki jawaban untuk itu; yakni sebuah janji untuk segera merilis album fisik dalam waktu dekat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.