Menguak Misteri Di Balik Empat Simbol Led Zeppelin

Kisah serta mitos yang menyelimuti empat simbol ikonik milik Led Zeppelin. Sambil mengupas makna dari simbol-simbol yang jadi identitas Jimmy Page, John Paul Jones, John Bonham dan Robert Plant. Sekaligus membuka tirai pencapaian album keempat Led Zeppelin yang tidak pernah dikasih judul.

0
539
Led Zeppelin illustrated book - front cover.

GeMusik – Tahun ini grup rock legendaris asal Inggris, Led Zeppelin, bakal merayakan usia setengah abad dengan merilis buku ilustrasi yang juga mencakup berbagai kisah karir musik anggotanya: Jimmy Page, John Paul Jones, John Bonham dan Robert Plant.

Buku setebal 368 halaman itu merupakan buku ilustrasi resmi pertama dan satu-satunya yang diproduksi bersama seluruh personel band. Di buku itu juga melibatkan kontribusi para fotografer dari seluruh dunia yang menampilkan foto dan karya visual dari arsip Led Zeppelin yang sama sekali tidak pernah dipublikasikan sebelumnya.

Baca Juga: Jelang 50 Tahun, Led Zeppelin Siapkan Banyak Kejutan

Melalui situs resminya, Led Zeppelin baru mengumumkan bahwa buku yang rencananya terbit pada bulan Oktober 2018 melalui biro penerbitan Reel Art Press itu sudah dapat dipesan. Pengumuman itu juga dibarengi dengan unggahan gambar sampul buku tersebut. Di sampulnya, tertuliskan kalimat “Led Zeppelin” dengan empat simbol berjajar di bawahnya – yang selama ini menjadi ikon grup band tersebut.

Pertanyaan yang mungkin muncul setelah meliat sampul buku itu: Apa sebenarnya makna dari keempat simbol tersebut? Dan mengapa dari sekian banyak logo yang pernah tersebar dan menghiasi album Led Zeppelin, justru empat simbol tersebut yang dipilih sebagai sampul buku?

Tirai itu dibuka pada 8 November 1971

Semua berawal saat album Led Zeppelin III lahir ke dunia. Berbagai respon dari para kritikus disematkan kepada Led Zeppelin pasca mereka melahirkan album ketiganya yang dirilis pada 5 Oktober 1970.

Ada yang memuji setinggi langit, seperti yang ditulis kritikus musik legendaris, Lester Bangs, pada salah satu edisi majalah Rolling Stone. Ia memuja Led Zeppelin III sebagai album yang “beautiful and genuinely moving.

Namun, ada pula yang mengkritisi album tersebut dan menyebutnya bagai suara yang tidak berperasaan dan menganggap Led Zeppelin hanyalah meniru musik Crosby, Stills, Nash & Young.

Ternyata kritik itu sampai ke telinga gitaris Jimmy Page dan membuatnya murka. Ia mengatakan kalau perbandingan itu tidak akurat. “Crosby, Stills dan Nash baru saja terbentuk Ketika LP ketiga keluar dan mendapat ulasannya,” ucap Jimmy Page yang tidak terima.

Sebagian kritikus juga resah karena keberadaan gitar akustik pada beberapa lagu di album tersebut. Mereka bahkan berani mengolok dengan istilah “Led Zeppelin Goes Acoustic”.

Di mana kepala dan telinga mereka? Ada tiga lagu akustik di album pertama dan dua di kedua [Led Zeppelin],” balas Jimmy Page dengan sengit.

Setahun setelah Led Zeppelin III dilepas, Jimmy Page dkk mengumumkan akan melahirkan album keempat. Namun, Jimmy Page memiliki gagasan yang unik untuk melepas album tersebut. Dirinya memutuskan bahwa album berikutnya tidak akan memiliki judul. Ide liarnya juga mengacu pada sampul album – yang hanya bergambar empat simbol pada bagian sleeve dan nama label rekaman pada bagian belakang. Selebihnya tidak akan ada tulisan apapun!

Tentu gagasan meluncurkan album tanpa menyertakan identitas bukan tanpa alasan. Jimmy Page selaku pencetus ide mengaku jika hal tersebut merupakan bentuk reaksi terhadap kritik yang diterima Led Zeppelin sebelumnya.

“Kami memutuskan bahwa di album keempat akan menurunkan nama band, dan tidak akan ada informasi apapun di sampul depan,” tegas Jimmy Page. Ini jadi salah satu album musik pertama yang diproduksi tanpa keterangan identitas dari band-nya.

Keempat simbol dalam sleeve album Led Zeppelin IV (dilihat dari kiri ke kanan) merupakan ikon yang mewakili Jimmy Page, John Paul Jones, John Bonham dan Robert Plant. Konon, setiap simbol tersebut dipilih sendiri oleh para personelnya.

“Masing-masing dari kami memutuskan untuk memilih jenis simbol metafisik yang entah bagaimana mewakili masing-masing dari kami secara individual. Jadilah itu keadaan pikiran, pendapat, atau sesuatu yang kita rasakan dengan kuat, atau apa pun,” ungkap sang vokalis, Robert Plant.

Dalam sebuah wawancara pada tahun 1977, Jimmy Page mengingat, “Awalnya saya hanya menginginkan satu simbol di atasnya. Tapi kemudian diputuskan bahwa ini adalah album keempat dan kami juga berempat, maka masing-masing bisa memilih simbolnya sendiri…”

Meski perusahaan rekaman yang menaungi Led Zeppelin awalnya kurang sependapat dan menyebut kalau merilis album tanpa judul sama halnya dengan langkah bunuh diri secara profesional, tetapi Jimmy Page dkk tetap bersikukuh dengan gagasannya.

Pada akhirnya, pihak label rekaman yang mengalah. Led Zeppelin IV resmi dirilis pada tanggal 8 November 1971 melalui Atlantic Records. Dan gagasan Jimmy Page benar-benar terwujud.

Lahirnya Sebuah Album Anonim

Led Zeppelin IV lahir tanpa identitas. Sampul depannya hanya menampilkan lukisan bergambar seorang kakek tua bertopi yang sedang membungkuk menahan tumpukan ranting yang dipanggulnya. Lukisan tersebut digantungkan pada dinding yang telah usang. Konon lukisan tersebut merupakan lukisan minyak pedesaan abad ke-19 yang didapatkan Robert Plant dari sebuah toko barang antik di Reading, Berkshire.

Sedangkan pada bagian belakang sampul album itu terdapat foto beberapa bangunan dan satu blok flat menjulang yang diyakini adalah Salisbury Tower di distrik Ladywood, Birmingham, Inggris. Tidak ada urutan materi lagu atau track list. Hanya ada tulisan nama label rekaman di sisi yang paling bawah.

Led Zeppelin IV
Sampul depan album Led Zeppelin IV.

Jimmy Page menjelaskan kalau maksud dari desain sampul tersebut untuk memunculkan dikotomi kota atau negara yang pada awalnya muncul pada Led Zeppelin III. Ilustrasi tersebut sebagai representasi perubahan keseimbangan yang sedang terjadi.

Itu hanya cara untuk mengatakan bahwa kita harus menjaga bumi, bukan memperkosa dan menjarahnya,” jelas Jimmy Page.

Sedangkan empat simbol pada sleeve yang dipilih secara mandiri dan menjadi identitas setiap personel Led Zeppelin itu jadi daya tarik sendiri. Bahkan selama tur Led Zeppelin di Inggris pada musim dingin 1971, yang berlangsung setelah peluncuran album tersebut, kerap menunjukkan keempat simbol itu pada peralatan panggung mereka.

Berikut penjelasan keempat simbol Led Zeppelin – secara berurutan mulai dari kiri ke kanan:

Simbol Pertama

Simbol yang sering dibaca sebagai ZoSo merupakan identitas dari sang gitaris, Jimmy Page. Awalnya makna di balik simbol ini banyak menjadi perdebatan. Jimmy Page mengklaim bahwa ia yang merancang simbolnya sendiri. Sampai pada akhirnya beberapa pakar simbol harus turun tangan untuk menguak misteri di balik ZoSo ini.

Simbol ZoSo disinyalir berasal dari buku Ars Magica Arteficii (1557) yang dikarang oleh Gerolamo Cardano alias J. Cardan. Seorang ahli peneliti mengidentifikasi lambang tersebut sebagai sebuah zodiak. Menurut buku Dictionary of Occult, Hermetic and Alchemical Sigils karya Fred Gettings (1982), simbol ini menggambarkan Planet Saturnus.

Jimmy Page berzodiak Capricorn, lambang di bawah naungan Saturnus. Huruf ‘Z’ pada simbol tersebut dipercaya khusus sebagai tanda dari Saturnus. Kemudian ‘oSo’ identik dengan simbol dari Merkuri yang juga berhubungan dengan Saturnus. Dalam sebuah penelitian, simbol tersebut mengarah pada lambang legenda Dewa Mercury, Hermes, yang tergambar juga pada sampul album Led Zeppelin IV. Itu yang juga diyakini oleh Jimmy Page sendiri dalam film konser The Song Remains The Same

Adapula yang mengidentikkan ‘oSo’ dengan Lucifer, sebagaimana menurut Aleister Crowley dalam bukunya The Equinox. Hal ini disebabkan Jimmy Page diketahui mengoleksi berbagai macam peninggalan dan manuskrip dari Crowley – termasuk rumah Crowley di danau Loch Ness, Boleskine House. Selain itu, pada tahun 1970, Jimmy Page juga pernah membuka sebuah toko bernama The Equinox di London – yang memamerkan berbagai macam benda-benda aneh. 

Simbol-simbol semaam itu juga dipercaya mengacu pada karakter “Alphabet of the Magic”, semacam mantra alam gaib yang sering digunakan pada abad ketujuh.

Bagaimanapun hasil penilitian yang coba dikuak oleh para pakar simbol, tetap saja hanya Jimmy Page sendiri yang tahu apa arti dari simbol ZoSo pilihannya. Ia tidak pernah membeberkan maknanya kepada publik, bahkan tidak kepada rekan personelnya sendiri.

Pada tahun 1987, Robert Plant sempat mengakui kalau di tahun 1975 Jimmy Page pernah berkata kepadanya: ”Aku akan beritahu kamu sekali ini saja mengenai arti simbolku…”

Tetapi kemudian Robert Plant sendiri lupa apa yang Jimmy Page katakan saat itu, dan sang gitaris penuh misteri itu tidak pernah cerita lagi kepadanya. Tidak terungkap.

Simbol Kedua

Simbol kedua dipilih sebagai identitas John Paul Jones selaku pemain bass dan keyboard Led Zeppelin. Gabungan dari tiga lingkaran oval itu konon melambangkan persatuan dan kekeluargaan. Sekaligus menggambarkan seseorang yang memiliki kompetensi dan kepercayaan diri tinggi. Lambang ini terinspirasi dari buku The Book of Signs karya Rudolf Koch yang dipublikasikan The Limited Editions Club, London (1930). 

Simbol Ketiga

Simbol tiga buah lingkaran yang saling bertautan ini merupakan perwakilan dari sang drummer, (alm) John Bonham. Simbol ini dipercaya sebagai trilogi dari lelaki, wanita dan anak-anak. Simbol ini juga terdapat pada buku The Book of Signs, sama seperti simbol dari John Paul Jones.

Simbol Keempat

Simbol yang terakhir ini tentu menjadi perwakilan bagi sang vokalis, Robert Plant. Simbol yang terlihat seperti sehelai bulu dalam lingkaran ini ditemukan pada buku The Sacred Symbols Of Mu karangan Colonel James Churchward yang bercerita tentang sejarah kebudayaan 15.000 tahun silam di lautan Pasifik antara Cina dan Meksiko.

Simbol Robert Plant ini dikenal sebagai bulu Ma’at atau The Egyptian Goddess of Justice and Fairness. Itu juga merupakan lambang seorang penulis – yang dalam kasus ini bisa berarti merujuk pada penulis lirik lagu.

Menurut mitos Mesir, sang Dewa Kematian Anubis akan mengambil hati yang mati dan ditimbang dengan bulu Dewi Ma’at. Jika bobotnya lebih berat maka orang tersebut akan masuk ke neraka, begitu pula sebaliknya. 

Led Zeppelin Yang Melesat Ke Langit Keempat

Itulah kisah di balik keempat simbol yang selama ini menjadi ikon Led Zeppelin – yang pertama kali muncul pada album Led Zeppelin IV. Karena judul album yang anonim itulah maka album keempat Jimmy Page dkk memiliki banyak versi titel. Selain Led Zeppelin IV, adapula yang menyebutnya sebagai The Four Symbols Logo, Four Symbols, The Fourth Album, Untitled, Runes, The Hermit, dan ZoSo.

Mengingat gagasan dan makna yang diusung, maka wajar jika keempat simbol itu begitu identik dan lekat dengan Led Zeppelin. Sangat ikonik, secara visual.

Entah kebetulan atau apa, album Led Zeppelin IV juga termasuk sukses secara musikalitas dan berhasil menapaki tangga popularitas yang tinggi. Album tersebut melahirkan lagu-lagu anthemic macam “Black Dog”, “Rock and Roll” dan “Stairway To Heaven”.

Led Zeppelin IV menduduki peringkat nomor 69 dalam daftar The 500 Greatest Albums of All Time versi Rolling Stone – yang digambarkan sebagai “puncak dari hard rock tujuhpuluhan”. Album itu juga berada di posisi ke-7 dalam senarai album terbaik tahun ‘70-an oleh situs musik Pitchfork. Banyak lagi pencapaian album itu kalau mau ditelusuri satu-persatu.

Apakah segala pencapaian tersebut akibat efek magis dari empat simbol tadi?

Ataukah karena mitos-mitos yang melingkupinya?

Entahlah. Biarkan misteri itu tetap tersimpan rapi dalam album keempat Led Zeppelin. Yang pasti, materi Led Zeppelin memang memiliki kualitas musikal dan magis tersendiri – yang sukses bikin album tersebut terus berdiri tegap sampai ke telinga berbagai generasi.

Tidak percaya?! Lihat saja bagaimana reaksi anak-anak kecil ini ketika ditodong lagu-lagu milik Led Zeppelin, terutama saat diputarkan tembang “Stairway To Heaven”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here