- Advertisement -

Slave To The Grind adalah film dokumenter tentang sejarah musik Grindcore. Diproduseri oleh Doug Robert Brown garapan rumah produksi Death By Digital yang berbasis di Toronto, Kanada.

Info komplit bisa dicek via situs resminya.

Kepada Decibel, sutradara Doug Brown sempat mengungkapkan posisi grindcore di arena musik ekstrim: “Grindcore truly has a history that is shared by both punks and metal heads. On one hand you have the 80’s hardcore scene. You have this swell of hardcore coming through the UK that was pissed off and politically charged. On the other hand, you have the beginnings of death metal around the time of the first wave of thrash. Grindcore fused metal and punk in a way that isn’t just ‘half of one and half of the other’. Grindcore is very much it’s own thing. History is so important, and the goal of documentary film-making is storytelling. The history of grindcore has not been told in documentary form and I am excited to show the world what we’ve made.

Film ini akan dirilis dalam format Blu-Ray/DVD dalam waktu dekat. Sebagai rangkaian promosi, film tersebut akan diputar secara resmi di kawasan Asia Tenggara tepatnya di Indonesia pada bulan Oktober 2018 ini.

Detilnya sila cek melalui laman Facebook ini.

 

slave to the grind event flyer

Di kota Malang, pemutaran film dokumenter ini akan digerinda di Houtenhand Public House, 31 Oktober 2018. Film ini akan diputar dalam dua sesi. Di sela pemutaran juga akan ada sesi diskusi bersama Monox (Neurosesick) dan Anizar Yasmeen (Extreme Decay) yang dipandu oleh Samack (Solidrock) selaku moderator.

Baca Juga: AK//47 Kembali Susuri Tanah Amerika Serikat

“Grindcore adalah musik tercepat yang paling agresif di dunia. Menggabungkan sikap anarkis dan kiri dari scene Punk Inggris dengan cepat dan keagresifan Death Metal Amerika, Grindcore terus menantang dan menyinggung sebagian besar pendengar.” – Slave To The Grind.

Simak trailer-nya berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.