Menvnggv Langkah Barv Bvrtan

Vnit black metal yang agak misterivs nan eksklvsif itv kembali dengan albvm bertajvk Gagak Pancakhrisna yang sarat akan isv sosial, bvrvh dan agraris.

0
38

GeMusik – Terlepas dari segala hiruk pikuk politik di Indonesia, tahun 2018 ini banyak hal menarik yang terjadi. Diselenggarakannya Asian Games di Jakarta dan Palembang, makin maraknya festival musik sampai hebohnya es kepal Milo. Berbicara musik keras atau rock/metal, beberapa band internasional kembali menggelar pertunjukannya baik dalam sebuah konser tunggal atau bermain di festival. Dari Rotten Sound, Agnostic Front, Cradle of Filth, Inflames Guns N’ Roses Sampai Judas Priest menyambangi Indonesia. Ditambah band-band cadas tanah air yang kembali merilis album baru di tahun ini. Menyenangkan!

Blackandje Records mulai menancapkan kuku dalam skena metal lokal dengan berbagai rilisan berbahaya tahun ini. Di antaranya adalah Noxa Propaganda, Split Deadsquad/Kandarivas 3593 Miles of Everloud Musick, Whipstriker Only Filth Will Prevail, Kompilasi resmi IDDM yang pertama, dan yang paling ditunggu-tunggu adalah album ketiga dari unit black metal pedesaan Bvrtan yang berjudul Gagak Pancakhrisna.

Seperti yang telah diketahui, Bvrtan cukup bertanggung jawab atas kebangkitan scene black metal beberapa tahun belakangan. Mereka menyembul dari balik dinding-dinding dunia maya dan sosial media, mengembalikan keeksklusifan black metal dengan kembali ke pakem-pakem lama “Trve Black Metal” seperti yang pernah berkembang pada awal ‘90-an di daratan Skandinavia. Band ini juga mempopulerkan penggunaan huruf “V” dalam setiap penggunaan kalimat yang diumumkan oleh band tersebut (Bvrtan).

Ini merupakan rilisan terbaru dan teraktual dari Bvrtan sejak rilisan boxset diskografi lengkap berisi 7 CD – yang saat ini telah dibanderol dengan harga yang fantastis di pasar gelap. Sudah umum diketahui pula bahwa Bvrtan membatasi atau “mengeksklusifkan” diri mereka dalam berbagai hal – termasuk dalam urusan perilisan ataupun merchandise yang selalu dibuat dalam jumlah sangat terbatas.

Gagak Pancakhrisna adalah album Bvrtan yang sudah rampung direkam musiknya sejak tiga tahun yang lalu. Rekaman vokal baru bisa diselesaikan pada bulan Juli 2018 kemarin dikarenakan kesibukan sang vokalis mereka. Formasi Bvrtan dalam rekaman ini adalah Pak Kades pada vokal, Kvli Arit pada gitar dan Bass, serta Penjaga Mvsholla yang menggantikan posisi Tvkang Pacvlt pada sektor drum.

Pada album ini Bvrtan mencoba mengeksplorasi sound dan riffing, tetapi jauh dari sentuhan ekstrimitas dari album-album mereka sebelumnya dan menyajikan sound yang lebih ramah telinga.

Kali ini mereka mengedepankan jargon “Bvang Waktv Bvang Harta Demi Band” yang mendapat berbagai macam tanggapan dari scene metal di Indonesia. Liriknya masih soal sosial terutama kehidupan kaum buruh dan tani dikemas dengan sangat to the point tanpa balutan kalimat indah yang bertele-tele.

Ilustrasi sampul album Gagak Pancakhrisna adalah hasil sketsa dari seniman asal Norwegia bernama Edvard Mvnch, yang menggambarkan seekor manusia berbadan burung di atas orang yang sedang sekarat. Ilustrasi itu sangat cocok dengan judul album yang menggambarkan sarkasme dari dasar negara di mana rakyat yang masih sekarat di bawah naungan burung tersebut. Dengan dasar warna putih Bvrtan mencoba memberi kode kepada pendengar tentang perubahan besar pada album ini.

Album penuh itu dirilis dalam format CD digipack oleh Blackandje Records sebagai pemilik hak dan penerbit karya-karya Bvrtan dalam album Gagak Pancakhrisna. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.