Menyambut Play Girls

Dari main-main menjadi serius, tiga cewek ini berusaha membuat terobosan.

0
206
play girls official
Play Girls adalah Fianny Agatha (vokal), Nathalie (DJ), Icez Havid (bass). - Foto oleh Boedhy Oeboed.

GeMusik News – Peluncuran singel “Medusa” dari Play Girls, tiga cewek yang terdiri Natalie (DJ), Icez Havid (bass) dan Fianny Agatha (vokal), mengakhiri masa penyesuaian yang panjang di antara mereka. Ini dikarenakan mereka datang dari latar belakang musikal berbeda. Nat memiliki jam terbang tinggi di ruang clubbing dengan Electronic Dance Music-nya. Sosok yang terbiasa dengan musik sampling. Icez Havid, salah satu pendiri Kotak Band, bassist cewek terbaik negeri ini dan pemenang festival Dream Band musim pertama. Sementara Fianny Agatha, solois dengan vokal berkarakter modern rock yang tengah menyiapkan album solo. Ia memasuki dunia musik bersama kelompok Maripossa yang rajin mengkover lagu-lagu Paramore dan kemudian memutuskan bersolo karir.

Baca Juga : ZIO Melepas Video Musik “Laguku”

Pada awalnya tidak ada target muluk ketika mereka bersepakat membentuk Play Girls selain untuk refreshing. Lagu dari berbagai genre dimainkan berdasarkan selera dan interpretasi masing-masing – mulai pop, R&B, punk, sampai rock n’ roll.

Keseriusan muncul setelah berulang kali melakukan jamming. Saat berpikir untuk menciptakan lagu sendiri, Icez tiba-tiba menyadari bahwa drinya harus membiasakan bermain tanpa drum – intrumen bas dan drum merupakan rhythm section dalam sebuah komposisi. Maka, yang dilakukannya adalah merespon setiap ketukan yang keluar dari sampling Nathalie. Ini bukan pekerjaan mudah karena keduanya berbeda karakter.

“Untunglah karena sebelum ketemu Fianny, aku dan Nat pernah beberapa kali main bareng,” kata mantan The Best Bass Player versi Asian Beat ini. Setelah menemukan penyesuaian, barulah Fianny mencari-cari tema untuk pengisian lirik.

Genre dance rock yang dimainkan mereka menciptakan suasana fun dan enerjik. – Foto oleh Boedhy Oeboed.

Lagu “Medusa” lahir di suatu sore pada akhir Oktober 2016. Saat menghindari kemacetan parah, ketiganya nongkrong di Studio Guet, Pancoran, Jakarta Selatan. Di sana ketiganya bertemu dengan Acoy, gitaris band Rocker Kasarung dan Edu Christianto, additional keyboardist Fade To Black. Dari ‘genjrengan’ yang diseling menyantap bakso dan es teh manis, lagu itu pun muncul. Temanya tentang sosok cewek penggoda yang sering mengganggu hubungan rumah tangga orang lain.

“Waktu bikin lirik sebenarnya kami cuma mencari kalimat yang cocok dengan notasi yang ada,” cerita Fianny. “Setelah selesai anak-anak baru menyadari kok temanya pas sama isu yang lagi hits, hahaha!”

“Judul ‘Medusa’ ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan perempuan dalam mitologi Yunani itu. Namanya aja kebetulan sama,” jelas Nathalie.

Setelah proses rekaman selesai, Play Girls mulai rutin berlatih. Kali ini sudah tidak lagi memerlukan adaptasi. Chemistry di antara mereka sudah terbangun dengan baik. Baik Icez, Nathalie maupun Fianny merasakan kenyamanan ketika mereka saling menyambar setiap kali sebuah ide muncul. Pada intinya musikalitas Play Girls berpijak pada persilangan antara liukan irama dance dengan kegarangan rock yang disempurnakan oleh karakter vokal cadas. Sehingga ketika mengaransemen beragam lagu, yang muncul adalah racikan khas Play Girls: dance rock.

Format musik Play Girls pada akhirnya memungkinkan mereka beradaptasi dengan cepat. Saat peluncuran singel “Medusa” misalnya, mereka ber-jamming dengan drummer Richard Mutter dari Pas Band dan gitaris Adnil Faisal membawakan “Loe Tu Ye” milik /rif. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.