Merajut Kisah Fatmawati dalam Musik dan Lirik

MusiCater Indonesia bersama demajors memproduksi album Cerita Fatmawati yang menceritakan potongan sejarah bangsa dalam sajian musik populer. Membangun plot romantik sejak Fatmawati bertemu Soekarno dan membantu proses kemerdekaan Indonesia, hingga menentang poligami dan terpaksa keluar dari istana.

0
265

GeMusik – Berangkat dari ide bahwa musik adalah aspek fundamental dalam kehidupan manusia, Arini Kumara dan Christian Bong membuat suatu konsep pertunjukan musik yang mengangkat sebuah kisah dan tema ‘patriotik’ untuk dituangkan ke dalam khazanah musik populer.

Pertunjukan musik tersebut sempat ditampilkan pada tanggal 10 Agustus 2014 di Jakarta – dengan iringan instrumentasi komplit berformat band, opera dan orkestra. Materi musiknya dibawakan secara kasual dengan iringan musik pop dan lirik sederhana, yang bisa langsung menyentuh hati dan membuka pikiran para pendengar.

Arini Kumara dan Christian Bong menggagas album Cerita Fatmawati yang mengangkat cerita romantika di balik peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia dari perspektif seorang Fatmawati. Plotnya sendiri mengambil masa sejak Fatmawati mulai bertemu Ir. Soekarno, lalu menikah, hingga mereka terpaksa berpisah dan sang Ibu Negara pergi meninggalkan istana.

“Ibu Fatmawati kami anggap sebagai tokoh perempuan Indonesia yang amat hebat dan besar jasanya karena selain sebagai Ibu Negara Pertama Indonesia dan penjahit Bendera Pusaka, beliau juga seorang perempuan yang teguh pada pendirian dan berani mengemukakan pendapatnya,” tulis prolog yang termuat pada sampul dalam Cerita Fatmawati. “Kisah ini mengangkat sisi romantisme yang terjadi di balik kisah sejarah kemerdekaan Indonesia.”

Seluruh materi di album Cerita Fatmawati direkam dalam format band oleh sekumpulan musisi berbakat Indonesia, yaitu Cindy Clementine (biolin), Arnold Pontoh (piano), Evan Asher (gitar akustik dan gitar elektrik), Arini Kumara (kontrabas), Reza Bima (drum), Christian Bong (vokal), dan Monica Dyah Paramitha (vokal). Proses mastering dikerjakan oleh Andre Harihandoyo, sedangkan ilustrasi sampulnya digarap oleh Aprilia Apsari (WSATCC).

Arini Kumara dan Christian Bong menciptakan sembilan komposisi orisinal untuk mendukung jalannya Cerita Fatmawati. Satu lagu lagi adalah gubahan dari “Indonesia Raya” karya WR Supratman. Lirik lagu pada album Cerita Fatmawati terinspirasi dari beberapa kisah dan buku sejarah. Sengaja dibuat secara ringan dan mudah dicerna supaya pendengar dapat menangkap alur ceritanya dengan mudah.

Berikut daftar lagu dan tema dari Cerita Fatmawati:

1. “Fatima” (Musik & Lirik oleh Arini Kumara)

Dibuka dengan bait “Namaku Fatima / Asalku Bengkulu / Hasandin Khadijah ayah ibuku…”, lagu ini menceritakan sosok Fatmawati secara singkat, hingga momen ketika ia berkenalan dengan Ir. Soekarno.

2. “Aku Dilamar Bapakku” (Musik & Lirik oleh Arini Kumara)

Ir. Soekarno yang sejatinya bapak angkat Fatmawati melamarnya untuk dijadikan istri ketiga. “Bapak angkatku pujaanku / Katanya mau meminangku / Bapak angkatku jagoanku / Ceraikan ibu hanya untukku…”

3. “Tunggu Aku Fat” (Musik & Lirik oleh Arini Kumara)

Momen ketika Ir. Soekarno diasingkan sehingga harus terpisah dengan Fatmawati – yang kebetulan saat itu mereka sepakat untuk menikah. “Oh Fatma, Kusayang / Penerang nafas hidupku / Bangsa butuh aku dan aku butuhmu…”

4. “Tak Ingin Ku Menunggu” (Musik & Lirik oleh Arini Kumara)

Menceritakan Ir. Soekarno yang akhirnya menikahi Fatmawati secara jarak jauh melalui sepucuk surat: “Bapakku sayang / Tlah kuterima suratmu / Walau kau jauh kupenuhi pintamu / Di mana kau berada…”

5. “Menjahit Merah Putih” (Musik & Lirik oleh Christian Bong)

Mengisahkan peristiwa pembuatan bendera pusaka Sang Saka Merah Putih oleh Fatmawati: “Sekarang saatnya… Kita buktikan… / Robek semua yang ada… Lahirlah sang saka…”

6. “Indonesia Raya” (Musik & Lirik oleh Wage Rudolf Supratman)

Gubahan lagu kebangsaan Indonesia diiringi dengan solo biolin, persis seperti yang pertama kali diperdengarkan oleh Wage Rudolf Supratman.

7. “Ibu Negara” (Musik & Lirik oleh Christian Bong)

Lagu ini menggambarkan keanggunan Fatmawati selaku Ibu Negara yang sangat dicintai rakyatnya. Sampai Christian Bong musti berkali-kali melantunkan bait refrain, “Kau tetap ibu negaraku…”

8. “Bumiputera Soekarno” (Musik & Lirik oleh Arini Kumara)

Menceritakan cinta kasih Ir. Soekarno dan Fatmawati terhadap anak-anak mereka. Beserta doa dan harapan selaku orang tua: “Putra putriku anugrah yang kuasa / Bumiputera kebanggaan jiwa / Jadilah anak yang cinta negara / Ibu dan bapak slalu setia berdoa…”

9. “Aku Seorang Pecinta” (Musik & Lirik oleh Arini Kumara)

Mengisahkan ketika Ir. Soekarno meminta izin untuk menikah lagi. Permintaan itu ditolak keras oleh Fatmawati karena ia sangat menentang poligami. Maka terjadilah dialog musikal seperti ini: “Apakah ini namanya karma / Aku memang dulu yang kedua / Apakah ini namanya dosa / Aku hanya seorang pecinta…”

10. “Jalan Siwijaya” (Musik & Lirik oleh Christian Bong)

Lagu pamungkas ini menceritakan ketegasan Fatmawati yang menentang poligami serta memilih keluar dari Istana dan tinggal di Jalan Sriwijaya, Jakarta. Meski begitu, bangsa ini tidak akan pernah melupakan jasa dan peran seorang Fatmawati. “Teratai dari Bengkulu / Teringat wujud lugumu / Nusantara ini milikmu / Untuk selamanya…”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.