- Advertisement -

GeMusik – Setelah tujuh tahun berproses dengan kehidupannya masing-masing, para personel Airportradio akhirnya tahun lalu berkumpul kembali dan melakoni proses menulis musik serta rekaman di studio. Hasilnya adalah album kedua bertajuk Selepas Pendar Nyalang Berbayang yang dirilis resmi pada tanggal 24 Oktober 2018.

Seperti halnya album pertama, Turun Dalam Rupa Cahaya (2010), album kedua Airportadio ini dirilis di bawah naungan label Demajors Independent Music Industry (DIMI).

Baca Juga: Demajors Meluncurkan Aplikasi Berbasis Android

Dengan meniadakan suara gitar, Airportradio yang beranggotakan Benedicta R Kirana (vokal), Ign Ade (bass), Deon Manunggal (Synth) dan Prihatmoko Moki (drum) bermaksud menciptakan komposisi musik yang tenang dan bernuansa low untuk mendukung perasaan kesepian, kesendirian, sekaligus menempatkannya pada keteduhan jiwa.

Album kedua ini merupakan representasi kelanjutan perjalanan dari Turun Dalam Rupa Cahaya, album pertama mereka. Cahaya, yang telah mencapai tempat tujuannya, kini bermetamorfosis sebagai mahluk berbayang bernama Nyalang yang berarti membelalak.

Keseluruhan musik dalam album kedua ini merupakan hasil inkubasi selama dua hari di rumah sewaan di Jakarta Selatan pada awal 2017 silam. Keseluruhan lagu yang ada pada album kedua ini merupakan sintesis dari cerita empat orang teman lama, para personel Airportadio, yang telah kembali dipertemukan dan menceritakan perjalanan kehidupan mereka masing-masing setelah sempat berpisah sekian lama.

“Kami antusias dengan hasil dari album kedua ini. Berbeda dengan album pertama, album kedua disusun dalam waktu singkat selama dua hari saja, sehingga alur cerita dan rasa dari keseluruhan lagu terasa lebih koheren,” kata Benedicta, vokalis Airportadio.

Ia berharap album kedua ini dapat diapresiasi positif, tidak ubahnya album pertama yang dirilis delapan tahun silam. Turun Dalam Rupa Cahaya, album perdana band yang didirikan di Yogyakarta itu, sempat meraih sejumlah penghargaan antara lain Top Award dari Asia Pacific VOICE independent Music Award (AVIMA) 2010, serta masuk dalam nominasi lagu elektronik favorit dari Indonesia Cutting Edge Music Award (ICEMA) 2010.

Baca Juga: Mereka Berkibar di AMI Awards 2017

Dalam konser peluncuran album kedua yang diselenggarakan di IFI Yogyakarta, 24 Oktober 2018 yang lalu, Airportradio menampilkan seluruh lagu dari album kedua dan tiga lagu dari album pertama seperti “Noise Never End”, “Preambule”, dan “Turun Dalam Rupa Cahaya”.

Keseluruhan penampilan Airportradio kemarin ditemani oleh visual dan tata lampu yang mendukung atmosfir pertunjukan yang mengawang. Para personel Airportradio juga ditunjang penampilannya dengan menggunakan pakaian karya Lulu Lutfi Labibi.

Pada pintu masuk ruang pertunjukan, para audiens disambut dengan karya instalasi Octo Cornelius. Karya yang terbuat dari kayu tersebut memancarkan karya visual dari delapan video respon seniman multi disiplin yang telah diolah ulang oleh Kikiretake.

Baca Juga: Daftar Nominasi AMI Awards 2018

Ilustrasi sampul album kedua ini dibuat oleh Roby Dwi Antono, pelukis surealis yang berdomisili di Yogyakarta. Album Selepas Pendar Nyalang Berbayang telah beredar luas dan tersedia di seluruh jaringan distribusi Demajors di berbagai kota. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.