Meretas Imaji Bersama Wangi Gitaswara

Penyanyi perempuan ini baru saja merilis debut albumnya Retas Imaji, sekaligus mempersembahkan sebuah video single “Niskala”.

0
8
Foto dok. Wangi Gitaswara.

GeMusik – Wangi Gitaswara memulai karir musiknya dengan meluncurkan sebuah EP bertajuk Timeless pada tahun 2016. Tak lama setelahnya, Wangi Gitaswara menggarap album penuh bersama produser Wira Achmady dan terlibat langsung dalam proses penulisan lagu-lagunya.

Album itu berjudul Retas Imaji, dua kata yang merangkum proses kreatif Wangi Gitaswara dalam merampungkan album perdananya. Lagu-lagu pada album yang dirilis resmi pada tanggal 17 Februari 2019 itu terinspirasi dari angan-angan dan kenangan milik seorang introvert yang terbiasa memendam perasaannya.

Retas Imaji berisi 10 lagu yang diproduseri Wira Achmady dan didistribusikan oleh label Demajors. Memainkan lagu-lagu pop alternatif bertempo lambat dengan nuansa ‘90-an, Wangi Gitaswara masih konsisten menyisipkan kesenduan di kebanyakan lagunya. Beberapa musisi yang paling menginspirasi dirinya ialah Efek Rumah Kaca, Lana Del Rey, Radiohead, Copeland, hingga Sigur Ros.

Kecintaan Wangi Gitaswara terhadap dunia sastra ikut menjadi penggerak sepanjang proses penggarapan Retas Imaji. Penulis-penulis favoritnya seperti Dee Lestari, Haruki Murakami, dan David Levithan diakui turut mempengaruhi pemilihan kata dan gaya penulisan lirik di lagu-lagunya. 

Pada tanggal 1 Februari 2019, Wangi Gitaswara resmi merilis video klip “Niskala” melalui kanal Youtube-nya.  Digarap sekitar 8 jam, video klip ini terlahir dari ide Wangi Gitaswara dan disutradarai oleh Wira Achmady yang juga berperan sebagai videografer.

Terinspirasi oleh angan-angannya tentang masa depan, Wangi Gitaswara pun terlibat sebagai pemeran dalam video klip tersebut. Ia tampil sederhana dalam baju rumahan, sambil melakukan aktivitas sehari-hari di tempat tinggalnya. Adegan demi adegan ditampilkan senatural mungkin. Sesederhana bangun tidur, menyiapkan sarapan, juga mengobrol dan bersenda gurau saat menonton televisi.

Satu hal yang menarik dari “Niskala”, tidak seperti lagu-lagunya yang biasa ditulis khusus untuk seseorang, Wangi Gitaswara sengaja mempersembahkan “Niskala” untuk siapapun yang akan menemaninya di masa depan.

“Saya menulis ‘Niskala’ sambil menerka-nerka seperti apa wajahnya? Sukanya dengar lagu apa? Dan apakah dia juga pernah menerka-nerka tentang keberadaan saya? Makanya diberi judul ‘Niskala’, yang berarti ‘tidak ada wujudnya’,” ujar Wangi Gitaswara.

Dengan dirilisnya Retas Imaji, Wangi Gitaswara hendak mengajak pendengarnya untuk terhanyut sejenak dan turut meretas masing-masing imajinya. Sembari menikmati dan merayakan perasaan-perasaan paling sederhana sampai angan-angan yang paling gila.

Album Retas Imaji bisa didapatkan di setiap outlet Demajors yang tersebar di seluruh Indonesia atau dapat dipesan melalui situs www.demajors.com.

Sila tonton video musik “Niskala” di bawah ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.