Mixtape: A Highway To January

Rangkuman kumpulan lagu yang bersingungan dengan kabar terbaru di kancah musik nasional hingga mancanegara dalam tiga pekan pertama di tahun 2018. Mulai dari Iksan Skuter, Motorhead, The Cranberries, hingga Koes Plus dan Bars of Death.

1
112

Tahun 2018 baru saja menginjak pekan ketiga. Tapi berbagai kabar tak sedap sudah banyak menghiasi kancah musik nusantara dan mancanegara. Mulai dari mangkatnya beberapa musisi legendaris, perselisihan antar musisi, hingga tutupnya media musik ternama di tanah air.

Sebut saja Yon Koeswoyo dari Koes Plus, ‘Fast’ Eddie Clarke dari Motorhead, dan kemudian menyusul vokalis The Cranberries, Dolores O’Riordan, yang baru saja tutup usia beberapa hari kemarin di London.

Namun bukan berarti tak ada kabar baik hingga pekan ketiga bulan Januari 2018 ini. Beberapa pendatang baru hingga musisi ternama telah membeberkan kabar baik mereka. Mulai dari merilis singel hingga membocorkan kabar-kabar sedap lainnya.

Berikut adalah rangkuman perjalanan musikal selama bulan Januari 2018 hingga pekan ketiga yang kami rangkum lewat sembilan lagu;

1. Iksan Skuter – Pulang

Lagu “Pulang” dari Iksan Skuter yang baru saja dikemas dalam rupa video musik sengaja dipilih sebagai pembuka daftar ini. Kami peruntukkan spesial untuk mereka: para musisi yang telah ‘berpulang’. Namun, mereka tetaplah hidup melalui karya-karyanya. Bukankah dunia hanyalah tempat kita berpetualang?!

Setiap manusia nantinya akan menemukan jalan untuk ‘pulang’. Namun bagian pentingnya, apa yang telah kalian dapat dan berikan selama petualangan di dunia?! Ya, bagi para musisi itu, salah satu jawaban terbaiknya adalah sebuah karya.

2. Koes Plus – Kisah Sedih Di Hari Minggu

Januari 2018 dibuka dengan kabar duka berpulangnya musisi legendaris bernama Koesyono Koeswoyo atau akrab disapa Yon Koeswoyo. Gitaris sekaligus vokalis band Koes Plus yang bertahan paling lama ini dikabarkan meninggal pada hari Jum’at (5/1) karena penyakit komplikasi yang dideritanya. Tentu kabar ini menjadi pukulan bagi penggemar dan kancah musik Indonesia. Pasalnya Koes Plus selama ini menjadi salah satu kiblat dan ikon musik pop di Indonesia yang pernah melahirkan banyak hit yang tak lekang oleh jaman. Salah satunya adalah tembang “Kisah Sedih Di Hari Minggu” yang diambil dari album Koes Plus Volume 2.

Nafas Yon Koeswoyo memang telah berhenti, namun suara dan namanya akan terus berhembus di seluruh penjuru tanah air. Selamat jalan, Om Yon.

Sabtu malam kusendiri
Tiada teman kunanti
Di sekitar kulihat dia
Tiada seindah dulu…

3. The Cranberries – When You’re Gone

Di periode ‘90-an hingga awal 2000-an nama The Cranberries tentu sudah tidak asing di telinga. Band asal Irlandia ini merupakan salah satu grup musik yang mampu mendefinisikan musik alternative rock dengan melahirkan hits seperti “Linger”, “Zombie”, “Dreams” dan masih banyak lainnya sepanjang catatan diskografi mereka.

Salah satu singel kebesaran The Cranberries, “When You’re Gone”, jadi salah satu lagu yang paling banyak dipersembahkan para fans untuk mengenang meninggalnya vokalis, Dolores O’Riordan. Sama halnya dengan “Linger”, lagu ini juga menjadi nomor yang dibawakan ulang dalam format akustik di album terakhir The Cranberries, Something Else, yang dirilis tahun 2017 kemarin.

And in the day
Everything’s complex
There’s nothing simple
When I’m not around you

4. Motorhead – Fast and Loose
Menyinggung album Motorhead bertajuk Ace of Spades tentu tak bisa lepas dengan nomor agung mereka yang berjudul sama dengan nama albumnya. Permainan Gitar mendiang ‘Fast’ Eddie Clarke  memang terasa menggila pada album ini. Bagai sambaran petir di siang bolong tanpa perlu ditandai mendung. Selain “Ace of Spades”, lagu “Fast and Loose” tentu menjadi favorit pada album ini. Liriknya juga ikut menggambarkan bagaimana dahsyatnya permainan gitar ‘Fast’ Eddie Clarke.

“Just let me finish writing this song / I’m gonna blow your fuse / I know you like it fast and loose…”

5. Black Rebel Motorcycle Club – Spook

Trio rock jalanan asal Amerika Serikat ini baru saja mengeluarkan album yang dikasih judul Wrong Creatures. Untuk mereka yang sudah lama menjadi penjelajah jalanan bersama BRMC di album-album yang lalu, album ini memang tidak terlalu membakar. Tapi bagi pengendara motor bebek atau matic di jalanan beraspal, Wrong Creatures bisa jadi amat berbahaya. Album ini masih relevan untuk diputarkan di sudut bar sambil menenggak satu botol bir tanpa perlu harus terburu-buru. Coba saja ambil sebotol bir dan dengarkan salah satu materinya yang berjudul “Spook”.

6. Ultraviolence – Pure

“Pure” merupakan singel terbaru dari duo post punk kota Malang. Dibandingkan dengan dua materi yang terkandung pada demo Sport and Celebrity Gossip, lagu baru Ultraviolence kini menjajaki wilayah musik yang lebih gelap. Suara ketukan drum elektronik dan betotan bass yang dimainkan repetitif. Karakter vokalnya mengingatkan pendengar dengan Ian Curtis ditemani suara piano yang berkepanjangan menambah kesan murung pada lagu ini. Hanya perlu waktu dua menit delapan belas detik bagi “Pure” untuk menghipnotis pendengarnya. Jikalau anda mengalami depresi, sebaiknya jangan memutar lagu ini. Apalagi ketika anda sedang sendiri.

7. Bars Of Death – Radio Raheem

Musik “Radio Raheem” mungkin tak seintimidatif dua singel Bars Of Death sebelumnya, “All Cops Are God” dan “Tak Ada Garuda Di Dadaku”. Tapi itu bukan berarti mengurangi tirus lirik MC Morgue Vanguard dan Sarkasz yang nampaknya kali ini perlu waktu untuk menusuk rongga telinga pendengarnya. Pasalnya rentetan lirik pada lagu ini memuat diksi-diksi yang masih asing di telinga.

Namun, dengan musik semenarik ini rasanya tidak ada ruginya untuk memutarnya berulang sambil mencari makna yang terkandung dalam liriknya. Atau sembari membaca artikel yang bersingunggan dengan proyek tersebut. Seperti artikel Bars Of Death dan Rapalan “Radio Raheem” Hingga Gramsci, misalnya.

8. Jimi Hendrix – Sgt. Pepper’s Lonely Heart Club Band

Meski raganya telah ditelan bumi, tapi gitaris kidal ini seperti terus hadir di muka planet dan tetap menyapa penggemar lewat karya-karyanya. Dia adalah James Marshall “Jimi” Hendrix yang pada akhir tahun lalu mengumumkan akan merilis album bertajuk Both Sides Of The Sky, berisi lagu-lagu yang belum pernah dirilis semasa hidupnya.

Debut singel “Mannish Boy” yang baru saja diluncurkan merupakan materi kover dari legenda blues, Muddy Waters. Bicara mengenai lagu kover, bukan kali ini saja Jimi Hendrix pernah mengaransemen ulang lagu milik musisi lain. Seperti yang pernah dikisahkan dalam film biopic Jimi: All Is By My Side, pada tahun 5 Juni 1967 di London, The Jimi Hendrix Experience pernah membawakan ulang lagu “Sgt. Pepper’s Lonely Heart Club Band” milik The Beatles. Bahkan Jimi memutuskan untuk membuka penampilan dengan lagu tersebut dan tanpa latihan.

Menariknya, dua personil The Beatles – Paul McCartney dan George Harrison – ikut menonton aksi Jimi Hendrix dkk, malam itu. “Masih jelas kenangan yang menyinari saya,” kenang Paul McCartney bertahun-tahun kemudian. “Karena saya sangat mengaguminya. Dia begitu hebat…”

McCartney menilai jika album itu tampak sangat berarti bagi Jimi, karena Jimi benar-benar menggubahnya dengan baik pada malam itu, tiga hari setelah album Sgt. Pepper’s Lonely Heart Club Band dirilis. “Ini adalah pujian yang cukup besar dalam buku siapa pun. Saya menganggap itu sebagai salah satu penghargaan besar dalam karir saya,” ucap Paul McCartney pada buku Paul McCartney: Many Years from Now karya Barry Miles.

9. Sista Nova Feat Toto Tewel – Arek Malang Kudu Seneng

Bisa jadi showcase bertajuk Kisah Perjalanan Nova Ruth yang digelar di Hamur Dieng Malang pada hari Minggu (14/1) kemarin menjadi acara paling intim dan hangat bulan ini – atau bahkan bisa jadi tahun ini. Pasalnya, dalam acara tersebut penonton diajak mengunjungi sisi lain Nova Ruth yang malam itu tampil hanya ditemani petikan gitar akustik yang dimainkan bersama rekannya Adre Toke’. Sampai kemudian Nova tampil seorang diri saat memainkan lagu-lagu Filastine dalam versi akustik. Nova – yang dikenal dengan proyek musiknya bersama Grey Filastine – malam itu tak sungkan berbagi cerita mengenai perjalanan musik hingga kisah masa lalunya – mulai dari era bersama Twin Sista, Cricket, Mimimintuno, hingga bertemu Filastine.

Termasuk juga membuka kembali lembaran-lembaran lama yang hampir tertumpuk debu bernama waktu. Salah satunya adalah mengingat kembali lagu “Arek Malang Kudu Seneng” yang pernah digarapnya bersama Abah, panggilan akrabnya kepada sang ayah, musisi band rock legendaris Elpamas, Totok Tewel. Tembang ini didedikasikan Nova dan Totok Tewel untuk kota Malang, sekaligus memberikan gambaran betapa asyiknya hubungan lintas genre musik antara ayah dan putrinya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.