Naif – 7 Bidadari

Album yang sarat dengan kisah cinta era paruh baya, mencoba bijak dan tenang.

0
240

Artist : Naif
Album : 7 Bidadari
Label : demajors (2017)

Pasti akan tiba waktunya bagi mereka para petualang akhirnya merasa cukup kenyang pengalaman dan memutuskan untuk menghabiskan sisa waktu hidupnya secara normal. Berdamai dengan keadaan dan legawa menerima segala sesuatunya dengan lebih bijak. Lalu menjalani hidup yang tidak pernah terlintas untuk dilakukan ketika darah muda masih mengaliri jiwa dan raga.

Begitulah Naif yang terlihat dan terdengar pada album terbarunya, 7 Bidadari. Salah satu unit retro pop dengan riwayat panjang di kancah musik Indonesia ini – pada 22 Oktober 2017 Naif menginjak usia 22 tahun – sepertinya merasa cukup mengumbar kisah masa muda yang berapi-api.

Maka, lepaskan harapan anda untuk menemukan lagu sebadung “Mobil Balap”, semesra “Piknik 72”, seagresif “Posesif”, atau semenggelora “Uang” dan “Televisi”. Karena hal seperti itu hanya akan anda temui pada Naif di masa lalu. Untuk saat ini, Naif tampaknya sudah merasa cukup dengan hal-hal seperti itu.

Dengan 7 Bidadari, tiba waktunya bagi Naif untuk bersantai dan melihat segala sesuatu dari perspektif yang lebih dewasa. Selama lebih dari dua dekade, Naif sudah berpetualang dari panggung ke panggung di penjuru Indonesia. Lagu pembuka berjudul “Alangkah Indahnya Indonesia” menceritakan betapa indahnya negeri di mana mereka dilahirkan.

Karya Naif memang tak pernah lepas dari bahasan asmara, begitu pula di album ini. Namun sesuai waktu dan keadaan, kisah-kisah cinta yang terkandung pada album ini tentu tidak sama dengan ketika mereka masih muda. Kini kisah kasih Naif terdengar seperti sepasang suami istri paruh baya yang menikmati teh hangat di Minggu pagi bersama anak-anaknya, sambil menceritakan kisah awal rajutan asmara perjumpaan mereka.

Cerita itu bisa dimulai dari “ Selama Ada Cinta”, kemudian dilanjut dengan “7 Bidadari” – di mana kisah bahagia kedua lagu ini didukung oleh aransemen musik yang mampu membuat siapa saja yang mendengarnya merasa sama bahagianya.

Perjalanan asmara Naif nampaknya telah hampir mencapai titik kesempurnaan. Mereka mulai bernostalgia mengungkit kenangan masa lalu. Rasanya metode itu masih paling ampuh untuk bikin gejolak asmara terus merebak. Hal itu bisa dirasakan pada lagu “Sedjak”, lengkap dengan dendang irama dangdut tarling yang kadar musiknya rawan menimbulkan goyangan tanpa perlu nafsu birahi.

Dengan segala pengalaman yang pernah dilaluinya di masa muda, Naif juga menjadi lebih bijak dalam menyikapi sesuatu hal. Itu seperti diwakili oleh lagu “Berubah”, termasuk juga petuah di lagu “Kenali Dirimu” dan “Apa Yang Membuat Dirimu Untuk Terus Bertahan”.

Sebelum tembang “Sayang Disayang” menutup 7 Bidadari, pendengar akan terlebih dahulu disambut dengan lagu “Indah” yang menyiratkan pernyataan David dkk jikalau perubahan siklus kehidupan mereka tidak akan mempengaruhi keputusan untuk tetap bermusik.

Naif terlihat setua itu di album barunya?! Rasanya tidak sepenuhnya. Meski dari sisi lirik, Naif kini terdengar seperti manusia paruh baya yang tampak makin bijaksana dan penuh kompromi. Akan tetapi, jiwa muda mereka masih tetap terasa dari sisi musik.

Naif membalut 7 Bidadari dengan berbagai racikan warna musik mulai dari blues, retro pop yang rancak menggebu sampai sendu, hingga memasukkan irama dangdut. Tetap menulis lirik-lirik berbahasa Indonesia yang masih mudah dicerna, tanpa harus bikin pendengar mengerutkan dahi. Itu yang masih agak sulit ditemukan pada band-band muda saat ini. Sudah dua dekade Naif selalu berhasil mempresentasikannya, sedari mereka masih remaja hingga paruh baya saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.