Naif Kembali ke Fitrah

Band ini berupaya mengembalikan akar musiknya. Berhasil?

0
108
Naif
Formasi Naif (Depan): Emil (bass), David (vokal), (Belakang): Pepeng (drum), Jarwo (gitar) Sumber: Instagram.com/naifband

GeMusik Menandai 22 tahun eksistensinya di semesta musik Tanah Air, kelompok musik Naif merilis album ketujuh, 7 Bidadari. Peluncurannya dimeriahkan dengan konser “anNAIFersary & Rilis Album Baru” yang dihelat di  Teater Garuda, Taman Mini Indonesia Indah pada 22 Oktober 2017 lalu.

Album 7 Bidadari diakui vokalis David Bayu mengingatkan para pendengar akan apa yang menjadi esensi musik yang telah mereka mainkan bersama selama 22 tahun. “Istilahnya, kembali ke fitrahnya-nya,” ucapnya kepada GeMusik.

“Nggak ada tekanan dan tenggat waktu sama sekali. Saking nggak adanya, sampai bertahun-tahun nggak dikeluarkan sejak workshop pertama. Ini album yang sedang asyik lagi. Eksplorasi ke zaman dulunya Naif, jadi bikin lagunya bareng-bareng lagi, garapnya bareng-bareng lagi,” gitaris Jarwo menambahkan.

Ya, di album sebelumnya, Planet Cinta (2013) Naif seperti melepaskan jubah yang selama ini mereka kenakan. Kendati masih melahikan lagu  yang disukai penggemar seperti “Karena Kamu Cuma Satu”, namun secara keseluruhan album tersebut terasa lebih gelap, seperti kondisi Naif saat itu.

“Suasana album (baru) ini jauh lebih kondusif dibandingkan Planet Cinta. Secara internal jauh lebih kondusif, nggak ada beban sama sekali,” kata bassis Emil Hussein.

“Kami coba menciptakan ulang momen dulu. Rasanya bagaimana sih, saat awal-awal bikin lagu? Tapi pasti nggak bakal bisa sama kayak dulu. Mudah-mudahan KawanNaif (sebutan pengemar Naif) yang sudah lama ikut bisa menemukan apa yang mereka rindukan, yang katanya di Planet Cinta hilang,” Franki “Pepeng” Indrasmoro menambahkan.

Namun, bukan berarti barisan materi 7 Bidadari serta merta merupakan pengulangan dari apa yang pernah mereka lakukan. Sebaliknya, justru ada beberapa nomor yang mereka suguhkan dengan nuansa yang segar. Seperti “Apa Yang Membuat Dirimu Untuk Terus Di Sini” dan “Sedjak” yang  mereka tetesi dengan bebunyian seruling pipa dan gendang agar terdengar lebih Indonesia. Sejalan dengan lagu pembuka, “Alangkah Indahnya Indonesia” yang menggambarkan kekaguman Naif  akan kekayaan alam negara ini.

“Naif sudah sampai level yang lancar, isiannya sudah pasti dirasa cocok. Memang berasa banget di umur 22 tahun band. Memang jodoh secara musikalitas aransemen. Kalau dibandingkan gue di band bersama musisi lain, belum tentu gue bisa mendapatkan itu,” pungkas Emil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.