No Man’s Land Menapaki Jejak di Album Cover Story

Pionir punk/Oi! asal kota Malang baru saja mengabarkan jadwal rilis album Cover Story. Didit dkk juga membocorkan seluruh lagu yang digarap ulang untuk mengenang jejak perjalanan musikal No Man’s Land, sekaligus menghormati band-band legendaris yang pernah menginspirasi mereka. A good thing to know their roots!...

1
88
no man's land
No Man's Land - Foto Dok. NML FB.

GeMusik – Melalui unggahan pada akun media sosialnya, No Man’s Land mengabarkan informasi terbaru dari bakal album mereka. Didit Samodra dkk memamerkan flyers dan sampul album Cover Story yang rencananya akan dirilis sendiri dalam format kaset serta beredar di sejumlah toko rekaman independen pada bulan Maret 2018.

Sekarang ini sudah masuk proses penggandaan di Lokananta,” kata sang frontman Didit Samodra, tempo hari. “Bulan depan sudah rilis dan beredar ke publik…”

Tidak hanya itu, No Man’s Land bahkan sudah membocorkan lagu-lagu klasik apa saja yang terangkum dalam tracklist album tersebut. Cover Story berisi lagu-lagu punk rock klasik yang sengaja mereka kover atau garap ulang dalam aransemen sendiri. Tujuannya sederhana sekaligus mulia, yaitu untuk mengenang jejak perjalanan musikal No Man’s Land serta menghormati band-band yang pernah menginspirasi mereka.

Total ada sebanyak 14 lagu versi daur ulang dalam tracklist album Cover Story. Mulai dari anthem klasik milik Cockney Rejects, The 4 Skins, dan The Last Resort, hingga tembang-tembang yang sudah cukup dikenal dari The Clash, The Oppressed, atau The Business.

Seluruh materi lagu Cover Story direkam oleh Didit (gitar/vokal), Galih (gitar), Dharul (bass), dan Tamtam (drum) di studio Vertuoso, Malang. Mereka juga mengajak beberapa teman dekat untuk mengisi vokal latar. Ilustrasi sampulnya dikerjakan oleh Baldiman Singodirojo.

Sebulan yang lalu, No Man’s Land sempat mengunggah video melalui laman Facebook. Isinya adalah rekaman audio ketika No Man’s Land membawakan lagu kover “When I Was Young” milik The Oppressed. Di hari yang sama, Didit Samodra juga membagikan video tersebut sembari menulis status di Facebook-nya: “Segera rilis hanya dalam format kaset berisi 14 lagu, album penutup perjalanan 1994-2018.”

Memang, menurut kabar yang beredar, No Man’s Land sempat mengirimkan sinyal bahwa tahun 2018 ini bakal jadi akhir dari perjalanan musik mereka. Rumor ini makin menguat setelah label rekaman No Man’s Land yang berbasis di Belanda, Aggrobeat Records, merilis informasi tersebut melalui terbitan newsletter edisi ke-40, bulan lalu.

Dalam newsletter tersebut juga memuat penyataan dari pendiri sekaligus vokalis/gitaris No Man’s Land, Didit Samodra: “I have been in the band for 24 years. Now time has changed, I have too little time for the band especially for live shows. We want to thanks all our friends for supporting us and for the good times we had.”

Baca Juga: Tahun 2018, Akhir Dari Perjalanan No Man’s Land?!

No Man’s Land terbentuk di kota Malang sejak tahun 1994. Didit Samodra dkk memainkan jenis musik Oi! dan merupakan salah satu band dengan riwayat karir yang paling panjang di kancah punk dan skinhead Indonesia. Mereka telah bermain dalam ratusan panggung di berbagai kota di Indonesia. Bahkan sempat menerbitkan buku biografi 20 Tahun No Man’s Land, beberapa tahun lalu.

Sampai detik ini, diskografi No Man’s Land sudah mencakup tujuh album studio – plus sederet rekaman singel, EP, split, serta proyek kompilasi internasional. Sejak beberapa tahun terakhir, No Man’s Land bergabung dengan label rekaman asal Belanda, Aggrobeat Records, yang rutin memproduksi rilisannya untuk skala internasional.

Album Cover Story kemungkinan akan menutup diskografi No Man’s Land. Tentunya merupakan hal yang seru dan mulia jika No Man’s Land memilih untuk merayakan perjalanan musikal mereka dengan kembali menengok ke belakang. Balik ke masa-masa bocah usia belasan tahun ketika Didit Samodra dkk baru ‘menemukan’ musik punk – ataukah punk yang ‘menemukan’ mereka?!

Album ini didedikasikan pertama untuk band-band punk/Oi! yang telah mempengaruhi musik No Man’s Land menjadi seperti saat ini. Menjadikan No Man’s Land memiliki karakter streetpunk/Oi!,’ tulis No Man’s Land dalam liner notes-nya. “Album ini sekaligus untuk mengenang perjalanan awal No Man’s Land didirikan, di mana kami selalu mendengarkan dan memainkan lagu-lagu seperti yang ada dalam album Cover Story.”

Album Cover Story itu juga mereka dedikasikan spesial untuk orang-orang terdekat yang pernah menjadi bagian keluarga No Man’s Land – mulai dari mantan personel, kru, hingga pihak label rekaman mereka di Eropa.

Itu seperti meyakini klaim back to the roots. Refleksi ke zaman di mana para personel No Man’s Land – yang alumni maupun terkini – masih antusias berlatih di studio musik, menulis lagu sendiri, manggung di gigs-gigs kecil, dan sesekali mengkover lagu favorit yang mereka suka.

Sementara pada hari-hari yang lain, Didit Samodra dkk tetap nongkrong dengan teman-temannya, mengkoleksi rekaman punk (versi orisinil maupun bootleg), merilis zine dan newsletter, membicarakan punk dalam perspektif musikal sampai gerakan, serta ikut membangun komunitas skinhead dan Oi! di lingkungannya.

Ya, album Cover Story mungkin bisa mengingatkan No Man’s Land dan orang-orang terdekatnya ke masa-masa itu. Sembari mengenang lagu-lagu anthemik dari band favorit yang sempat membentuk jati diri mereka. Album seperti ini ibarat soundtrack bagi mereka yang pernah muda, gegabah, dan tidak mau melupakan sejarah.

Seperti juga yang ditulis No Man’s Land dalam liner notes-nya: “Waktu pasti akan mengubah kita, tetapi karya-karya ini abadi yang akan menjadi pengobat rindu kelak di masa mendatang…”

No Man’s Land – Cover Story

Daftar komplit lagu – band yang dikover:

Side A

1. Oi! Oi! Oi! – Cockney Rejects

2. Chaos – The 4 Skins

3. Garageland – The Clash

4. Do Anything You Wanna Do – Eddie & The Hotrods

5. Resort Boot Boys – The Last Resort

6. G.L.C – Manace

7. My World – The Crack

Side B

8. 4Q – The Blitz

9. When I Was Young – The Oppressed

10. Loud and Clear – Subculture

11. Riot Squad – Cock Sparrer

12. Suburban Rebels – The Business

13. Freedom – The Business

14. Last Song – The Wretched Ones

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.