Nova Ruth
Nova Ruth, fasih ngerap dan melantunkna langgam Jawa.

GeMusik – Rembulan menggantung di langit Kota Malang. Sinar lunaknya menjilat bangunan Candi Badhut. Malam itu, Jumat (8/9), sejumlah musisi, pegiat seni dan budaya berkumpul untuk menghelat acara Bahana Badhut. Nampak Iksan Skuter, Monohero, Redy Eko Prastyo dari Dawai Nusantara, ada Celoteh Sastra berbaur dengan budaya lokal seperti Karinding Ensemble atau Seni Jaranan dari Batu Aji Art Community. Terlihat pula Totok Tewel, gitaris El Pamas, mendampingi Filastine & Nova sebagai penutup rangkaian acara.

Menarik menyaksikan bagaimana kesenian daerah yang direpresentasikan melalui tarian reog Ponorogo  membangun dialog dengan tiupan saxsophone Arrington de Dionyso, musisi eksperimental asal USA. Suara letupan cambuk merobek malam, bersahutan dengan jerit saxophone sehingga menghasilkan suasana trance. Sekilas saya teringat lagu “Kuda Lumping” dari kelompok Swami yang liriknya menggambarkan terkikisnya kearifan lokal oleh gelombang modernisasi. Keduanya menyodorkan potret sosial. Arrington adalah penggagas Olympia Experimental Music Festival yang belum lama membentuk grup musik Malaikat dan Singa. Kemunculannya malam itu sebagai ‘pemanasan’ dalam rangka penyelenggaraan Festival Kampung Dokar ke-2 yang akan digelar bulan Oktober 2017.

Totok Tewel
Totok Tewel. Meski bermain ‘hemat” tapi penonton tetap memahinya sebagai salah satu gitaris penting negeri ini

Komunikasi kesenian tradisional dengan kontemporer juga diperlihatkan oleh penampilan Filastine & Nova. Nyanyian dalam langgam Jawa dari Nova Ruth pada lagu “Perbatasan” direspon oleh Grey Filastine melalui bebunyian elektronik, menjadi dramatis karena permainan multi media dari Etnicholic Project yang ditembakkan ke tubuh Candi Badut. Namun Nova Ruth tidak hanya fasih melantunkan langgam Jawa. Pada “Matamata” ia bermetamorfosa menjadi seorang rapper.

Baca Juga: Doddy Katamsi Sang Legenda Musik Rock Indonesia

Kedua lagu ini bagian dari album Dropetomania yang  belum lama dirilisnya secara internasional. Sebelum membentuk duo dengan Grey Filastine, Nova Ruth dikenal bagai rapper. Malam itu Nova mengajak serta ayahnya, Totok Tewel, untuk memainan beberapa komposisi dari albumnya. Termasuk “fenomena” Penampilan trio ini menyedot perhatian ratusan penonton yang yang duduk slonjoran di atas rumput pelataran candi.

Grey Filastine
Grey Filastine. Musisi multi instrumentalis asal USA Foto : Johanes Anthok

Bahana Badhut mungkin bukan pertunjukan kolosal, akan tetapi secara kualitas berhasil menawarkan rasa internasional.  Memanfaatkan lanskap seperti untuk peran multi media seperti yang dilakukan Etnicholic Project pernah terjadi pada saat konser tunggal Jean Michel-Jarre dalam rangka ulang tahun Prancis. Hasilnya dahsyat. Masyarakat  dapat mengikuti selebrasi tersebut di mana pun berada. Sayang, hal ini tidak terjadi pada saat Bahana Badhut berlangsung. Keberadaannya yang terkepung perumahan penduduk menutup kesempatan warga sekitar untuk menikmati keanggunan pentas teatrikal tersebut.

Baca Juga: Pembebasan Filastine & Nova

Candi Badut merupakan candi Hindu tertua di tanah Jawa Timur, persembahan raja Gajayana. Posisi keberadaannya terbilang unik. Secara georafis candi tersebut berada di wilayah Kabupaten Malang, akan tetapi hak pengurusannya berada di wilayah Kotamadya. Kabupaten Malang dan Disbudapar sama-sama menyuarakan candi tersebut. Ironisnya, menurut Prof M Dwi Cahyo, informasi tentang Candi Badut sendiri tidak masuk ke dalam buku paket sejarah di sekolah-sekolah. Dalam orasinya, arkeolog sekaligus pemerhati budaya ini mengungkapkan kerihatinannya.

“Candi Badut meski monemuntal pada sejarah Nusantara, sebagai candi tertua, namun kini kau berada dalam himpitan, tak punya tampak pandang dari muka, lepas perhatian  dari penguasa atau pun warga, bahkan nyaris dilupakan orang…”

Sementara itu kritik sosial dari Iksan Skuter lebih menyoroti persoalan kekinian. Tentang situasi Kota Malang yang semakin padat dan serba mahal. Musisi folk ini menganalogikan kekayaan dan budaya yang terlanjur berada di pantat sapi Amerika.

Baca Juga: Lima Lagu Yang Mempengaruhi Iksan Skuter

Dengan suara lantangnya, Iksan lantas menyanyikan “Pulang”, salah satu lagu dari enam album yang telah dirilisnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.