Kolaborasi Pas Band dan Fianny Agatha di panggung Pekan Raya Jakarta, 8 Juli 2017
Kolaborasi Pas Band dan Fianny Agatha di panggung Pekan Raya Jakarta, 8 Juli 2017 (Foto : Evan Antono)

GeMusik – Pas Band kembali menampilkan penyanyi perempuan sebagai bintang tamu seperti yang terlihat di panggung Pekan Raya Jakarta (8/7). Kali ini mereka mengajak Fianny Agatha, tampang gres asal Bogor, Jawa Barat. Malam itu merupakan kolaborasi ketiga setelah Cirebon dan Ecopark, Ancol, beberapa waktu lalu. Tidak kurang dari empat buah lagu yang dimunculkan. Yaitu “Hello” milik Adele yang disulap menjadi versi rock, “Kesepian Kita”, “Kumerindu” serta “Getir”, salah satu lagu yang cukup sulit untuk dibawakan. Mengapa sulit?

Sebelumnya “Getir” jarang dibawakan di atas panggung karena untuk menyanyikannya dengan baik dianggap memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Yukie Arifin pernah menyampaikan alasan ini saat tampil di Ecopark, Ancol.

“Lagu ini termasuk jarang kami bawakan karena memiliki tingkat kesulitan tertentu. Tapi ketika pertama berduet dengan Fianny, saya langsung bisa membawakannya dengan nyaman.”

Aslinya, “Getir” dibawakan secara duet dengan Reza Artamevia, terdapat pada album Stairway To Seventh (2004). Sayang, lagu sebagus ini tidak sempat terpromosikan dengan baik. Penyebabnya, beberapa saat setelah video clipnya selesai dibuat, Reza tiba-tiba ‘menghilang’.  PT Aquarius Musikindo, label dimana Pas Band dan Reza bernaung, segera beralih pada “Kumerindu”, duet dengan Bunga Citra Lestari dan terdapat pada album yang sama. Berlainan Reza yang yang telah merilis empat buah album, saat itu BCL lebih dikenal sebagai pemain sinetron dan film. Dua tahun setelah popularitas “Kumerindu” barulah dia merilis debut album berjudul Cinta Pertama. Nama penyanyi lain yang juga turut mewarnai perjalanan Pas Band adalah Melanie Soebono.

Kolaborasi Pas Band dengan penyanyi perempuan dimulai lewat “Kesepian Kita” dari album Ketika (2003). Saat itu band rock alternatif tersebut tengah berada pada fase paling krusial. Drummer Richard Mutter mengundurkan diri di saat mereka tengah bersiap menggarap album baru dan masih menyisakan kontrak manggung di sejumlah kota. Persoalan terakhir ini membuat mereka pontang-panting mencari drummer additional yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat. Dan, Sandy Andarusman dianggap jawaban yang tepat.

Setelah kepergian Richard Mutter, ketiga personil lain – Yukie, Bengbeng, Trisno – berusaha mengatasi kekosongan sambil mengumpulkan materi. Di tengah masa persiapan inilah muncul gagasan untuk melibatkan penyanyi perempuan sebagai penyegaran.  Mereka membutuhkan sosok dengan karakter vokal feminin untuk berduet dalam lagu “Kesepian Kita”. Ide dasarnya adalah untuk ‘ditabrakkan’ dengan vokal Yukie Arifin yang kasar, sangat laki. Itulah kenapa terpilih Vonny Cornelia, salah seorang personel kelompok vokal Bening. Proses rekaman berlangsung singkat, hanya satu shift. Persoalan muncul ketika label Bening tidak menerbitkan ijin atas keikutsertaan Vonny dalam proyek tersebut. Padahal materi lagu lain sudah selesai di-mixing dan siap dikirim ke studio 301 di Australia untuk menjalani proses mastering.

Di sisa tenggat waktu yang semakin menipis, Pas band tetap bersikeras ingin mendapatkan penyanyi dengan karakter vokal seperti yang diinginkan. Materi “Kesepian Kita” sempat diperdengarkan kepada Wanda Hamidah yang saat itu bekerja sebagai presenter di sebuah televisi swasta. Lagi-lagi kendalanya adalah perijinan.  Sementara itu Ine Febrianti yang menjadi sasaran berikutnya tengah berada di Jepang untuk sebuah pementasan.

Mengetahui penggarapan album terkatung-katung, pihak Aquarius segera memanggil ketiga personil Pas Band untuk meminta kepastian. Pertemuan berlangsung hingga malam hari di kantor label yang terletak di jalan Batutulis, Jakarta Pusat.

Setumpuk kaset yang teronggok di salah satu sudut ruang tempat pertemuan berlangsung segera memberikan titik terang. Tumpukan kaset tersebut siap dikirim ke distributor. Salah satunya adalah album kompilasi yang menampilkan Tere sebagai pendatang baru. Suwardi Widjaya (kini almarhum), Direktur Aquarius, saat itu juga menghubungi Tere untuk diminta mengganti vokal Vonny Cernelia. Ada pun aransemen musiknya tidak mengalami perubahan.  Dan, seperti diketahui, album yang digarap dalam situasi penuh ketegangan tersebut menjadi album paling laris dalam sejarah karir Pas Band. (*)

- Happy Anniversary -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here