Nicky Astria
“Ada label yang menawarkan rekaman dan sanggup memenuhi persyaratan yang saya ajukan.” Foto : IG Nicky Astria

GeMusik Bagi anak panggung yang karirnya telah merentang puluhan tahun seperti Nicky Astria, bermusik hari ini sudah bukan lagi atas nama eksistensi, melainkan lebih untuk pemenuhan batin. Setelah merilis Introspective (2012) dirinya memang tak pernah lagi merilis album.

Beberapa label yang berusaha mendekatinya menemui kegagalan, karena ia tidak kunjung mendapat label yang dapat memberinya bentuk kerja sama sesuai dengan keberadaaannya.

Kepada GeMusik, rocker yang tetap enerjik di usianya yang memasuki kepala lima ini menceritakan kegiatannya tengah menggarap rekaman album.

“Dunia musik hampir nggak mungkin saya tinggalkan, tapi tentu saja saya harus lebih mengutamakan keluarga. Selama peluang rekaman nggak sinkron dengan kegiatan pribadi, saya terpaksa menolaknya. Pada intinya saya bukan menolak tawaran tetapi juga nggak mengejar tawaran. Mengalir sajalah.”

Konser Nicky Astria
Konser tunggal Nicky Is Back, 2012. Foto : Istimewa

Begitu juga dengan kegiatan panggung. Nicky Astria dikenal cenderung selektif, tidak semua tawaran yang datang disambarnya. Untuk undangan di luar kota, misalnya, tidak jarang ia memilih pulang langsung seusai pertunjukan dengan menggunakan pesawat terakhir. Tidak jarang sebuah tawaran diterimanya hanya karena terdorong kerinduannya pada suasana panggung, bercanda dengan sesama musisi, atau hal-hal yang dapat menciptakan kegembiraan dalam kesehariannya.

Baca Juga: Janji Nicky Astria

“Sebagai penyanyi saya sudah nggak muda lagi, jadi buat apa harus ngoyo?”

Kesempatan karir yang diinginkannya akhirnya datang melintas. Seorang produser rekaman yang ia minta tak disebut jati dirinya menawarkan kebebasan dalam menentukan warna musik, termasuk memilih penata musik yang sesuai dengan perkembangan seleranya.

Pilihannya jatuh pada Andy Bayou, musisi yang pada tahun 2012 sukses mendaur ulang “Cinta Di Kota Tua”. Dalam rangka mengejar kepuasan batin pula Nicky berusaha menulis lirik lagu sendiri, hal yang sudah lama tak dilakukannya sejak lagu “Yang Terakhir” dari album Rumah Kaca (Harpa Records, 1992).

Baca Juga: Nicky Astria dan Ian Antono Berencana Duet Kembali

Nicky Astria tidak bisa menjelaskan kapan album baru tersebut akan rampung proses pengerjaannya. Namun jika dicerrmati binar di pada raut mukanya saat berceloteh tentang aktivitas mutakhirnya ini, nampak ia telah siap menyalurkan kembali energi rocker-nya. Sama bersemangatnya dengan ketika berceloteh tentang mimpinya untuk kembali menggelar konser tunggal.

Konser tunggal Nicky Astria
Konser tunggal Rock And Harmony, 2014. Foto : Wetty Djundjunan Tokuhisa

Sekadar mengingatkan, Nicky Astria pernah melakukan konser tunggal pertama bertajuk Nicky Is Back pada 2012, disusul Rock In Harmony pada 2014 dengan opening act Fianny Agatha dan Reza Artamevia. Keduanya sukses. Akan tetapi hal ini tidak diikuti dengan peluncuran album baru. Dirinya terkesan membiarkan begitu saja peluang dalam jangkauannya.

“Sekarang ada label yang menawarkan rekaman dan sanggup memenuhi persyaratan yang saya ajukan, tentu saya nggak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut,” katanya seraya menambahkan bahwa untuk albumnya nanti ia bermaksud melibatkan sejumlah penyanyi tamu (guest star).

Lahir di Bandung pada 18 Oktober 1967, perempuan yang sejak dulu rajin jogging ini telah merilis sedikitnya 20 album dengan belasan single yang rata-rata menjadi hits.

Welcome back Nicky Astria!… (*)

Diskografi :

  1. Semua Dari Cinta (1984)
  2. Jarum Neraka (1985)
  3. Tangan Tangan Setan (1985)
  4. Gersang (Kar’na Siapa?) (1986)
  5. Festival Lagu Populer Indonesia 1987– Pijar (1987)
  6. Cinta Di Kota Tua (1988)
  7. Jangan Bedakan Kami bersama Pakarock (1989)
  8. Bias Sinar (1990)
  9. Matahari dan Rembulan (1990)
  10. Gelombang Kehidupan (1991)
  11. Rumah Kaca (1992)
  12. Gairah Jiwa (1993)
  13. Negeri Khayalan (1994)
  14. Mengapa (1995)
  15. Jangan Ada Luka (bersama Achmad Albar, 1996)
  16. Kau (1998)
  17. Suka (1998)
  18. Jangan Ada Angkara (1999)
  19. Kemana? (2003)
  20. Retrospective (2012)

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.