Refleksi Masa Kecil ala Strange Mountain

Album bertajuk Glass Cloud II ini menegaskan jika refleksi masa kecil itu layak diceritakan, masa lalu setiap orang tidak seragam dan lebih dari sekedar cerita lucu.

0
55
Foto Dok. Strange Mountain

GeMusik – Ketika masa anak-anak, ada kalanya terbesit di pikiran menjadi orang dewasa adalah sebuah bayangan yang ingin cepat kita capai. Pasalnya, dengan menjadi orang dewasa kita bisa melakukan banyak hal yang tak bisa atau dilarang dilakukan oleh anak-anak. Namun, pada kenyataannya ketika fase menjadi dewasa telah berada di depan mata, ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Tak jarang kita berharap waktu bisa diputar ulang agar kita bisa kembali ke waktu anak-anak – di masa kita berpikir menjadi dewasa itu menyenangkan.

Hal itulah – bernostalgia dengan masa anak-anak – yang mendasari Strange Mountain, proyek musik Marcel Thee, melahirkan album Glass Cloud II.

Glass Cloud II merupakan salah satu puncak reflektif dari apa yang selalu ingin saya capai melalui Strange Mountain; sebuah terjemahan aural dari semu visualisi yang selalu muncul di benak saya ketika mengingat masa-masa kecil saya,” tutur Marcel Thee lewat siaran pers yang diterima GeMusik.

Marchel Thee – Strange Mountain

Tentu banyak faktor yang mampu memicu pikiran bisa terlempar jauh menembus waktu menuju memori masa anak-anak. Apapun faktornya, yang pasti harusnya momen itu tumbuh secara alami alias tak dibuat-buat. Pasalnya, kerap kali ketika momen nostalgia itu muncul di tengah perbincangan bersama orang-orang, kita seakan terjebak pada cerita aktifitas dan momen-momen yang serupa. Seolah kita semua adalah anak yang sama. Itu pula yang kerap dijadikan bahan atau daya jual sekarang.

Oleh karenanya, Strange Mountain lewat Glass Cloud II mencoba menghindari itu semua. Karena bagi Marcel Thee pendekatan kita pada memori masa lalu harus selalu spesifik, organik, dan paling penting, personal. Detil-detil spesial itu – yang hanya diketahui oleh sang pemilik memori – yang memberikan arti.

Melalui Glass Cloud II saya mencoba untuk menawarkan kenangan pribadi yang dapat digapai dan dirasakan pendengar, tanpa memurahkan dan menggeneralisir detil-detil cerita yang berarti bagi saya,” imbuh pria yang sampai saat ini masih menjadi frontman band indierock, Sajama cut.

Jika Glass Cloud II merupakan sebuah album terjemahan aural dari semu visualisi memori masa anak-anak. Maka album itu sudah dipastikan akan berbeda seperti yang materi-materi sebelumnya dan justru jauh dari yang dijanjikan.

Jangan harap anda akan menemukan taburan musik yang penuh anthem keceriaan dan keriangan di album ini. Karena pada Glass Cloud II, Strange Mountain akan mengajarkan kepada kita bagaimana setiap orang memiliki gambaran dan kisah spesial yang berbeda-beda di masa anak-anak. Bagaimana pun kisah itu, sejarah hidup layak dihormati dan memang seharusnya memotivasi kita untuk menjalani fase hidup selanjutnya yang lebih baik.

Seperti yang Marcel Thee bilang, “…masa lalu bernilai lebih dari sekitar cerita lucu.”

Glass Cloud II rencananya akan dirilis dalam format kaset (cangkang oranye) dalam jumlah terbatas hasil kerjasama antara label rekaman, Orange Cliff Records, dengan Table Six dan The Bronze Medal Recording Co. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.